Peringatan Hari Dharma Samudera di Kodaeral I Belawan (15 Januari 2026)
Hallo rekan-rekan steemian,.apa kabarnya. Semoga sehat dan bahagia selalu. Sambil menghibur diri sejenak Aku mencoba tampilkan kisah menarik yang Aku jalani. Sudah tak sabar,.ayo ikuti jalan kisahnya;
Setiap tanggal 15 Januari, TNI Angkatan Laut melaksanakan upacara Peringatan Hari Dharma Samudera. Hari ini yang dirayakan untuk mengenang kisah perjuangan heroik prajurit Jalasena dalam mempertahankan kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Pahlawan yang diabadikan yaitu para pelaut sejati di Kapal Perang Macan Tutul yang bertempur habis-habisan atau mati-matian dengan Kapal Perang Belanda yang tangguh dan lengkap senjatanya. Bertempur di laut Aru. Walhasil, kapal perang Macan Tutul tengelam kedasar samudera. Prajurit laut,kembali kelaut. Luar biasa pahlawan sejati yang mendapatkan pesan terakhir oleh Komandan KRI Macan Tutul,Kobarkan semangat pertempuran. Gugurlah Komodor Yos Sudarso beserta beberapa para prajurit sejati Angkatan Laut Indonesia. Kejadian ini tepatnya pada 15 Januari 1962.
Oh iya, tentunya ada beberapa manfaat diperingati Hari Dharma Samudera, menurut Albert Gustian
https://blog.amikom.ac.id/hari-dharma-samudera/ manfaat dilaksanakan upacara ini adalah sebagai berikut ;
Menghormati Arwah Pahlawan: Tujuan utamanya adalah memberikan penghormatan tertinggi kepada para pahlawan laut yang telah mendharmabaktikan jiwa raga mereka demi bangsa dan negara.
Mewariskan Nilai Patriotisme: Momen ini digunakan untuk menanamkan kembali nilai-nilai kejuangan, pantang menyerah, dan rela berkorban kepada generasi muda penerus bangsa.
Refleksi Kedaulatan Maritim: Peringatan ini menjadi pengingat bagi pemerintah dan masyarakat tentang pentingnya menjaga kedaulatan wilayah laut Indonesia dari berbagai ancaman asing.
Inspirasi bagi Prajurit Masa Kini: Bagi TNI AL, kisah Laut Aru adalah sumber motivasi untuk terus meningkatkan profesionalisme dan kemampuan dalam menjaga keamanan laut modern.
Upacara Hari Dharma Samudera tahun 2026 usai pelaksanaan penaikan bendera. Bagiku ini merupakan upacara pertama di Kodaeral I, sejak bulan Desember bergabung di Kodaeral I. Untuk pakaian upacara adalah PDU I. Hari itu (Kamis) pastilah lapangan Mako Kodaeral I akan memutih. Dari ujung kiri hingga kanan warna putih membumi di lapangan. Pastilah akan ada kapal perang sebagai backround yang dihiasi dengan bendera ular-ular perang. Saat ini yang gagah perkasa kapal perang yang sandar didermaga Kodaeral I adalah KRI Torani - 860.
Foto didepan Masjid Al-Abrar
Aku sudah meninggalkan rumah menuju ke kantor. Jangan telat. Harus prediksi tepat. Macet menjadi musuh yang dapat menjadi penghambat dijalan. Sekitar pukul 07.30 WIB Aku tiba di kantor. Parkirkan kendaraan di halaman dekat Masjid Al-Abrar. Seperti yang disampaikan pada awal kisah, bahwa ini merupakan pertama Aku memakai PDU-I, maka bergaya dulu didepan masjid. Maksudnya, foto diri dengan backround Masjid Al-Abrar. Masjid yang mempunyai satu kubah besar yang bercat biru plus list warna kuning. Sungguh indah.
Foto di gedung utama Mako Kodaeral I
Prosesi selesai, kulangkahkan kaki menuju ruang VIP Mako Kodaeral I. Pastilah ramai berkumpul para Pejabat Utama, Kadis, Kasatker dan Perwira Menengah lainnya. Usai saling berjabat tangan, secara perlahan Aku menepi mencari momen indah untuk diabadikan. Ku hampiri salah satu sudut ruangan yang terdapat di gedung utama. Apalagi jika bukan mengambil gambar. Bagus lho hotspotnya. Tembok nuansa keramik putih. Bercahaya indah. Ada logo Kodaeral I Pargomgom Samudora, berasal dari bahasa Batak, maknanya pelindung samudera. Kita juga dapat melihat bendera merah putih dan bendera perang, yang mengapit kemudi kapal.
Ton Pejabat Utama, Kadis/Kasatker dan Pamen Kodaeral I
(Sumber foto : Dispen Kodaeral I Blw)
Pasukan Upacara
(Sumber foto : Dispen Kodaeral I Blw)
Waktu pun berjalan cepat. Pelaksanaan Upacara Penaikan bendera telah dilaksanakan. Sebelum Inspektur Upacara (Irup) masuk maka seluruh pasukan sudah berdiri dengan rapi. Sekali lagi warna putih baju upacara prajurit TNI AL, saat dipakai membawa aura kewibawaan dan kebanggaan bagi prajurit Jalasena. Pasukan upacara tersusun rapi mulai dari Deputasi Pejabat Utama, Kadis/Kasatker, para Perwira Menengah (Pamen), Ton Musik, Ton Perwira Pertama (Pama), Bintara, Tamtama dan Pegawai Negeri Sipil Kodaeral I.
Laporan Komandan Upacara
(Sumber foto : Dispen Kodaeral I Blw)
Hanya sesaat kami berdiri, Wakil Komandan Kodaeral I, Brigjen TNI (Mar) Ali Bahar Saragih, S.E., M.M, selaku Irup memasuki lapangan upacara. Komandan Upacara aksi memimpin penghormatan umum dan laporan kesiapan pelaksanaan upacara. Tibalah amanat Bapak Kepala Staf, Laksamana TNI Dr. Muhammad Ali, S.E., M.M., M. Tr.Opsla, yang dibacakan oleh Irup. Sang Irup menyampaikan, "Pada peringatan Hari Dharma Samudera kali ini kita mengingat kembali peristiwa heroik dalam sejarah perjalanan TNI Angkatan Laut, dimana perjuangan para pahlawan Jalasena enam puluh empat tahun silam, tepatnya 15 Januari 1962 di laut Arafuru, telah menjadi saksi bisu pengorbanan perjuangan para pahlawan laut Indonesia dalam mempertahankan kemerdekaan menghadapi penjajah. Ditandai dengan seruan semangat rela berkorban dan pantang menyerah oleh Komodor Yos Sudarso, "KOBARKAN SEMANGAT PERTEMPURAN!!!" mengiringi perlawanan tanpa lelah kapal perang Ri Matjan Tutul menghadang armada kapal perang Belanda."
Wakil Komandan membacakan amanat Bapak Kasal
(Sumber foto : Dispen Kodaeral I Blw)
Bapak Kasal menekankan,"Peringatan Hari Dharma Samudera harus menjadi kontemplasi dan refleksi diri untuk meneladani nilai dan semangat juang yang ditunjukkan oleh para pahlawan samudera yaitu sikap ksatria, rela berkorban dan pantang menyerah, serta patrionisme tanpa batas yang menjadi jati diri prajurit matra laut Nilai-nilai kepahlawanan samudera yang telah ditunjukkan oleh para pendahulu itu harus kita warisi dengan sepenuh hati. Nilai-nilai pertempuran laut yang luhur ini harus menjadi jiwa dan semangat generasi penerus untuk menghadapi tentangan tugas masa kini dan masa depan yang tidak kalah beratnya," dengan semangat disampaikan oleh Wadan Kodaeral I.
Foto bersama dengan Prajurit Kodaeral I
(Sumber foto : Dispen Kodaeral I Blw)
Alhamdulillah, tak lama kemudian pelaksanaan upacara berjalan aman dan lancar. Selanjutnya, semua berkumpul di tengah lapangan untuk foto bersama. Pasukan berdiri dengan rapi dan gagah serta nuansa putih bercahaya indah. Setelah berfoto dengan seluruh peserta upacara dilanjutkan foto dengan seluruh Pejabat Utama, Kadis dan Kasatker Kodaeral I Belawan. Kagum kita dibuatnya. Semangat Yos Sudarso terlihat dari semangat yang ditampilkan oleh prajurit Jalasena Kodaeral I Belawan.
Bersama Wakil Komandan Kodaeral I
Bergaya di dermaga
Selesai foto bersama, peserta upacara membubarkan diri. Aku masih ingin mencari momen foto dan tertuju pandangan kearah Wadan. Aksi berlanjut dan Wadan berkenan foto denganku. Semua bubar. Aku masih berjalan mengejar momen foto dan terakhir aksiku berfoto.dengan latar belakang KRI Torani yang dilambung kiri kapal berdiri tegak banner peringatan Hari Dharma Samudera tahun 2026. Setelah beberapa kali jepret barulah secara perlahan Aku tinggalkan dermaga.
Selamat Hari Dharma Samudera tahun 2026. Semoga Prajurit Jalasena sukses selalu dalam pengabdian dan melanjutkan dharma bakti kepada TNI Angkatan Laut, TNI, bangsa dan negara Indonesia yang kita bersama
Jalesveva Jayamahe
Salam semangat dari Medan Kota Metropolitan @hoesniy










mantap gure
Syukran Tgk