Silaturahmi dengan Komandan KRI Semarang - 594 di Belawan (15 Oktober 2025)
Hello teman-temanku stemian yang luar biasa. Jumpa lagi denganku dalam mengurai kisah yang menarik. Jangan lupa hadir untuk membacanya ya kawan. Begini kisah dimulai;
Aku sudah berkomunikasi dan mencari informasi dengan rekan kantorku bahwa KRI Semarang akan tiba di Belawan sekitar tanggal 14 Oktober 2025. Aku memang sangat menantinya karena ada beberapa barang-barang yang Aku punyai dititipkan pada kapal perang ini dari Tanjung Uban dan akan Aku terima di Belawan. Barang-barang tersebut seperti kipas angin, kulkas mini, tabung gas 3 kg berwarna hijau dan lainnya. Jodohnya dengan KRI Semarang.
Nah, tepat sesuai perkiraan Waktu Datang (WD) atau dalam bahasa sehari-hari waktu tiba kapal pada tanggal 14 Oktober 2025. Hanya meleset sedikit waktunya. Wajar saja, mungkin ada gelombang atau disesuaikan dengan air pasang dan lain sebagainya, sehingga agak siang tibanya. Aku mengetahuinya dari salah seorang anggota Kodaeral 1 yang bertugas merplog (menyambut) Kapal Perang yang sandar. Kali ini KRI Semarang - 594 sandar di Pelabuhan 103 Belawan, Pelabuhan Pelindo.
KRI Semarang - 954 sandar di Pelabuhan Pelindo
Waktu berjalan cepat. Aku tak hadir ke kapal pada hari itu. Aku sudah mengatur jadwal bahwa esok harinya akan mampir dan silaturahmi dengan Komandan KRI Semarang. Ya, sekalian akan mengambil barang-barangku yang dititip pada kapal. Esok harinya, Rabu, 15 Oktober 2025, sekitar pukul 09.30 WIB Aku meluncur ke Pelabuhan. Tiba disana setelah koordinasi dengan Anak Buah Kapal (ABK) maka barang-barang milikku diturunkan dan dimasukkan kedalam mobil Avanza merk Toyota produksi tahun 2013. Aku tak naik ke kapal karena kebetulan Komandan sedang keluar menuju ke Markas Komando Daerah Angkatan Laut I (Kodaeral I) Belawan. Aku kembali dulu dan nantinya usai dhuhur kembali lagi usai informasi yang Aku terima.
Usai salat dhuhur Aku kembali ke KRI Semarang. KRI Semarang mempunyai nomor lambung 594 dan termasuk kapal perang berjenis Landing Platform Dock LPD kelas Makasar buatan PT. PAL Indonesia, Surabaya. Pada 21 Januari 2019 kapal telah diserahterimakan oleh PT PAL Indonesia kepada TNI AL di Dermaga Ujung Koarmada II Surabaya.
KRI Semarang mempunyai panjang 123 meter dan lebar 21,8 meter. Kapal ini memperkuat alat utama sistem senjata (alutsista) jajaran Komando Armada I di bawah Satuan Kapal Amfibi (Satfib). KRI Semarang-594 berfungsi untuk membantu distribusi militer baik logistik, peralatan dan perlengkapan militer. Kapal ini juga difungsikan sebagai kapal rumah sakit untuk bantuan bencana alam. (Sumber : Wikipedia).
Aku mulai masuk ke kapal melalui tangga samping. Cukup tinggi dan penuh kehati-hatian. Saat Aku naik ada peniupan pluit, karena Aku seorang Pamen TNI AL dan tiba ditangga terakhir Aku memberikan penghornatan. Aku disambut oleh seorang Perwira Jaga (Paga) berpangkat Letnan Dua (Letda). Sesuai hajatku akan silaturahmi dengan Komandan KRI, maka Aku diantar menuju lounge room Perwira. Aku berjalan menusuri lorong kapal dan ada beberapa tangga yang harus Aku jalani. Naik beberapa anak tangga menuju deck empat. Sungguh menguras tenaga.
Bersama Komandan KRI Semarang dan rekan lainnya
Alhamdulillah, sampai juga Aku di lounge room perwira. Nah, didalam sudah berkumpul perwira lating Komandan KRI. Komandan KRI angkatan 48, Letkol Laut (P) Agus Yunianto. Selain beliau ada juga Komandan Satrol, Asrena dan Aspers Kodaeral I. Suasana bertambah ramai saat Aku tiba. Penyambutan yang sangat hangat dan penuh keceriaan. Kesemuanya perwira tersebut Aku sangat mengenalnya. Sangat bersahaja dan penuh keakraban pertemuan ini. Saling bercerita dengan berbagai kisah pengalaman unik dan menarik. Bercerita dengan disuguhi kopi enak, bertambah seru kisahnya.
Duduk di meja makan
Aku tidak hanya menikmati segelas kopi, namun dengan terlebih dahulu mohon ijin dengan Komandan untuk mengabadikan foto dan situasi didalam lounge room perwira kapal. Aku bagaikan Komandan kapal duduk di kursi meja makan. Di kapal terlaksana makan bersama Komandan dengan perwira kapal lainnya jika saat makan tiba. Tradisi baik ini merupakan cerminan selain disiplin juga dapat membangun keakraban dan kebersamaan prima.
Beberapa fasilitas di ruangan kapal
Selain meja panjang, terdapat juga meja sedang yang dapat diduduki oleh empat orang. Meja dan kursi tersusun rapi. Ada juga tempat pantry, yaitu tempat menyiapkan makanan dan minuman untuk keperluan makan bersama. Lebih menarik lagi kita dapat menemui meja bundar seperti layaknya tempat penjual minuman pada cafe-cafe.
Kalimat motivasi dari Kasal
Fasilitas rekreasi di kapal
Pada sudut lain kita dapat menyaksikan televisi besar dan dua unit soundsytem besar merk BMB. Nah, pada dinding pun ada terpajang gambar Bapak Kasal, Laksamana TNI Muhammad Ali, pada posisi dikapal selam plus terlihat kibaran sang merah putih seakan berkata," Dengan semangat Jalesveva Jayamahe yakinlah ombak sekuat apapun dapat mudah ditaklukkan." Gambar dan tulisan yang berbahan dasar warna biru dibingkai rapi dengan kaca.
Bergaya dengan latar miniatur KRI Semarang -594
Aku juga sempatkan berfoto dengan latar belakang miniatur KRI Semarang. Sebuah kapal yang bagus terpajang dan merupakan karya tangan yang luar biasa. Diatas kapal kita dapat melihat bingkai foto yang dipasang yaitu Presiden dan Wakil Presiden Republik Indonesia. Kedua foto ini harus terpasang didalam ruangan seperti ini.
Bersama Komandan KRI Semarang - 594
Selanjutnya Aku dengan komandan Kapal, tak lupa foto bersama. Sebuah foto dengan latar belakang kemudi kapal. Dan, sebuah lagi latarnya adalah kayu bulan yang bertuliskan KRI Semarang - 594 dengan gambarnya terukir mercusuar, kepiting, mata angin dan tentunya kapal tersebut terlihat seperti membelah gelombang ditengah lautan. Kita dapat membaca moto KRI Semarang - 594, yaitu Wira Jaladhi Jagratara. Moto yang diambil dari bahasa Sangsekerta yang mengandung arti adalah"Pahlawan (atau Kesatria) Samudera yang Waspada".
Agak lama Aku bersilaturahmi dengan Komandan KRI Semarang - 594, dan setelah itu secara bersamaan kami pamit dan meninggalkan kapal. Pada saat itu semua rekan-rekan Perwira dan termasuk Komandan KRI mempunyai agenda lain. Terima kasih Komandan atas kesediaannya dapat bersilaturahmi dengan baik. Silaturahmi itu dapat memberikan manfaat antara lain mempererat hubungan sosial, meningkatkan kesehatan mental dan fisik, melapangkan rezeki dan umur, serta memperkuat ikatan spiritual dengan Allah SWT. ***
Salam semangat dan berkarya dari @hoesniy









