Banjir 27 November dan Trauma yang Dirasakan Masyarakat

in Hot News Community4 days ago (edited)

Halo sahabat Steemians,
Senang sekali akhirnya saya bisa kembali menyapa komunitas luar biasa ini. Beberapa minggu terakhir saya tidak sempat aktif karena di daerah tempat tinggal saya terjadi bencana banjir bandang. Air turun dari kawasan Gunung di wilayah Langkahan dan menyebabkan kondisi di sekitar rumah saya sangat memprihatinkan. Alhamdulillah, keadaan sekarang sudah sedikit membaik sehingga saya memiliki kesempatan untuk kembali berbagi cerita di sini.

IMG_6583.jpegIMG_6584.jpeg

Banjir Pertama Naik

Banjir bandang itu terjadi pada 27 November. Saat itu kami sedang sibuk membereskan barang-barang di bagian belakang rumah karena air mulai naik di dapur. Kami sama sekali tidak menyangka bahwa beberapa puluh menit kemudian, suara air deras terdengar dari depan rumah. Selama tinggal di sini, tidak pernah sekalipun terjadi banjir seperti ini, sehingga kami benar-benar tidak siap. Air di depan rumah tiba-tiba mengalir sangat kencang dan dengan cepat masuk ke dalam rumah.

Kami panik dan tidak bisa menyelamatkan banyak barang. Hal yang paling kami usahakan hanyalah menyelamatkan dua unit sepeda motor. Kami membawa motor ke tempat yang lebih tinggi, dekat jembatan Desa Matang Kumbang. Namun, air tidak berhenti naik. Arus semakin deras dan kondisi semakin tidak terkendali. Kami tidak sempat mengambil pakaian maupun barang penting lainnya. Semua orang ketakutan dan mulai mengungsi.

Setelah itu, saya dan mama sempat kembali ke rumah. Saat itu air sudah setinggi pinggang. Kami hanya mengambil beberapa potong pakaian dan sedikit makanan yang tersisa, lalu kembali mengungsi. Awalnya kami berada di dekat jembatan, tetapi karena arus air sangat kencang dan terasa berbahaya, kami akhirnya menyeberang. Untuk pertama kalinya dalam hidup, kami bermalam di sebuah rumah kosong yang tidak berpenghuni. Rumahnya besar, namun gelap dan terasa menyeramkan.

Proses evakuasi warga dilakukan dengan alat seadanya. Ada yang menggunakan pelepah pisang, drum besar, dan pelampung darurat lainnya. Beberapa orang harus berenang untuk menyelamatkan warga lain. Malam itu sangat mencekam. Kami salat hanya menggunakan air minum kemasan. Berita-berita duka mulai terdengar: ada anak-anak yang terbawa arus, ada kepala keluarga yang hilang, dan ada korban yang baru ditemukan keesokan harinya dalam kondisi mengenaskan.

Salah satu cerita yang paling menyayat hati adalah tentang seorang kakak yang bertahan semalaman dengan berpegangan di pohon, tanpa tahu bahwa di bawahnya terdapat jasad adiknya sendiri yang sebelumnya dinyatakan hilang. Alhamdulillah, kakaknya selamat, tetapi adiknya tidak. Itu adalah pertama kalinya saya melihat jasad korban banjir dibawa menggunakan spanduk karena belum bisa dimakamkan akibat kondisi yang masih banjir.

Anak-anak menangis, banyak warga kelaparan, bahkan ada yang dua hari dua malam bertahan di atas genteng tanpa makanan dan hanya minum air banjir. Trauma yang dirasakan anak-anak, orang tua, dan seluruh warga sangat besar. Hari kedua kami tidak lagi tidur di rumah kosong, melainkan di aspal jalan. Jalan raya tidak bisa dilewati kendaraan kecil, hanya truk besar yang bisa melintas.

IMG_6585.jpeg

Kerusakan rumah sakit yang baru dibangun

Hari ketiga barulah kami kembali ke rumah. Kondisinya sangat kacau. Lumpur menumpuk di mana-mana. Kasur tidak bisa diselamatkan, peralatan elektronik seperti kulkas, mesin cuci, blender, dan rice cooker rusak total. Kami tidur beralaskan tikar. Air bersih tidak tersedia, listrik padam, jaringan hilang, dan kami tidak bisa menghubungi keluarga. Alhamdulillah, keluarga dari pihak mama datang memberi kabar bahwa kondisi di tempat lain masih aman.

5a7e622b-0ac4-428c-ae15-6fb45f9a9b72.jpega1bae341-5984-4c3c-b56b-c3df820bdc04.jpeg
32448b22-be2d-423d-860d-d4c524e3b4f3.jpegd449ee9f-aaa5-40d1-834b-2d9705d6cadb.jpeg

beberapa rumah siswa SDN 5 Baktiya mengalami kerusakan para

Banjir ini meninggalkan luka yang dalam, terutama bagi mereka yang kehilangan rumah dan mata pencaharian. Banyak saudara dan tetangga saya yang rumahnya rusak parah bahkan hanyut terbawa arus. Saya sadar, penderitaan kami mungkin masih lebih ringan dibandingkan mereka yang kehilangan segalanya dan menggantungkan hidup dari penghasilan harian.

027fff25-2266-4d11-ad99-baae8b1fa690.jpege35eeffe-b0d4-4e09-94c4-9507bb0ad122.jpeg
d8bf56fc-36d1-44e5-9bbf-eb6b92ddc236.jpeg5fd2b997-a14b-41ce-8c29-6171d1868d70.jpeg
dfab83ef-5727-4d12-ae82-7c7dac6e8a87.jpeg4988314c-edfe-484f-bc1a-891cefb92b8a.jpeg

kerusakan di SDN 5 Baktiya

e35eeffe-b0d4-4e09-94c4-9507bb0ad122.jpegff21103e-aaac-4517-b6d7-d8d9e86e427a.jpeg

kerusakan rumah siswa dipedalaman kecamatan baktiya

Sekian cerita dari saya. Semoga Aceh bisa segera pulih dan masyarakat yang terdampak diberi kekuatan serta ketabahan. Terima kasih sudah membaca cerita saya.

Sort:  

komentar kurator 09.png

Upvoted! Thank you for supporting witness @jswit.

Thank you for sharing on steem! I'm witness fuli, and I've given you a free upvote. If you'd like to support me, please consider voting at https://steemitwallet.com/~witnesses 🌟