The Diary Game 11-03-2026 Menghidupkan Malam Ramadhan dan Cerita Sehari Penuh Aktivitas

in Hot News Community12 hours ago (edited)

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Halo teman-teman semuanya. Senang sekali bisa kembali menyapa Anda di komunitas luar biasa ini. Saya doakan kita semua selalu dalam keadaan sehat walafiat serta mampu menjalani ibadah puasa dengan penuh kebahagiaan. Semoga hari-hari di bulan Ramadhan ini kita isi dengan berbagai amalan kebaikan yang diridhai oleh Allah SWT.

Pada kesempatan kali ini saya ingin menceritakan keseharian saya yang terasa sedikit berbeda dari hari-hari sebelumnya.

Menghidupkan Malam Ramadhan

Sahur kali ini terasa berbeda dari sahur sebelumnya. Pada malam ganjil ini saya bangun lebih awal. Bahkan sebenarnya saya berusaha untuk menjaga malam agar tidak terlewat begitu saja. Saya ingin menghidupkan malam dengan berbagai aktivitas yang bermanfaat.

Kebetulan saat ini saya sedang cuti sholat. Karena itu saya mengisi waktu dengan berzikir sambil membereskan pekerjaan rumah. Saya berpikir sayang sekali jika malam hanya dihabiskan dengan tidur.

Saya mulai melihat-lihat apa saja yang bisa dikerjakan di rumah. Akhirnya saya menyapu rumah, mencuci pakaian, lalu mengeringkan pakaian di mesin cuci. Setelah itu saya juga membereskan piring di dapur. Semua pekerjaan itu saya lakukan sambil berzikir agar tetap terjaga dan tidak tertidur.

Bagi saya, malam-malam terakhir Ramadhan adalah waktu yang sangat berharga. Kita dianjurkan untuk menghidupkan malam tersebut karena di dalamnya terdapat malam Lailatul Qadar, yaitu malam yang lebih baik dari seribu bulan.

Memasak Kentang Goreng Sebelum Sahur

IMG_9615.jpegIMG_9616.jpeg

masak kentang goreng

Karena sudah mulai merasa lapar, saya akhirnya membuat kentang goreng sederhana. Saya hanya menggunakan kentang dan sedikit tepung Sajiku yang ada di rumah. Walaupun sangat sederhana, rasanya tetap enak untuk menemani waktu menjelang sahur.

Sambil memasak, saya tetap berzikir dan berusaha menghidupkan malam. Mudah-mudahan kita semua termasuk orang yang diberikan kesempatan untuk mendapatkan malam Lailatul Qadar, malam yang penuh keberkahan di mana doa-doa dikabulkan oleh Allah SWT.

Waktu Sahur dan Menyambut Matahari Terbit

Tidak terasa waktu sahur pun tiba. Ketika waktu sudah mendekati fajar, saya mulai membangunkan adik-adik saya agar mereka bisa makan sahur.

Walaupun saya tidak berpuasa hari itu, saya tetap ikut makan sahur bersama mereka. Setelah selesai makan sahur, saya kembali melihat pekerjaan rumah yang tadi saya kerjakan. Saya kemudian menjemur pakaian yang sudah dicuci sebelumnya.

Saat itu matahari mulai terbit. Rasanya sangat menenangkan melihat matahari terbit di pagi hari. Menurut saya, orang yang bisa melihat matahari terbit adalah orang yang sangat beruntung karena tidak semua orang sempat menikmati pemandangan tersebut.

Istirahat Sebentar

Setelah semua pekerjaan selesai, saya memutuskan untuk beristirahat sebentar. Namun ternyata saya hanya tidur beberapa jam saja.

IMG_9644.jpeg

masak nasi goreng

IMG_9646.jpeg

masak telur juga

Sekitar pukul 10 pagi, orang tua saya membangunkan saya. Saya diminta memasak nasi goreng untuk adik saya karena dia juga sedang tidak berpuasa.

Saya membuat nasi goreng sederhana dengan bahan yang ada di rumah seperti bawang, cabai, dan kecap asin. Selain itu saya juga menggoreng telur sebagai pelengkap. Setelah selesai memasak, kami makan bersama-sama.

Mama Membawa Paket Ramadhan

IMG_9637.jpeg

dapat paket Ranadhan

Tidak lama kemudian mama pulang dari luar rumah. Ternyata beliau baru saja mengambil paket Ramadhan di sekolah.

Alhamdulillah paket yang diterima cukup banyak. Di dalamnya ada beberapa kebutuhan dapur seperti minyak goreng Bimoli, minyak Sanco, gula, telur, dan juga tepung.

Kami sangat bersyukur atas rezeki tersebut. Semoga semuanya membawa keberkahan bagi keluarga kami.

Membuat Klepon untuk Dijual

Setelah waktu Dzuhur, saya kembali tidur sebentar. Kemudian sekitar jam tiga sore saya bangun.

Seperti biasa, rutinitas kami di rumah adalah membuat klepon untuk dijual. Hari ini kami membuat sekitar 60 biji klepon. Alhamdulillah jika semuanya terjual, hasilnya bisa mencapai sekitar 48 ribu rupiah.

Walaupun jumlahnya tidak terlalu besar, kami tetap bersyukur karena hasilnya bisa membantu kebutuhan sehari-hari.

Memasak Menu Berbuka yang Sederhana

Setelah selesai membuat klepon, saya juga membantu ibu memasak untuk berbuka puasa. Hari ini kami tidak memasak terlalu banyak. Menu yang dibuat cukup sederhana, yaitu sambal teri goreng dan bihun goreng.

Walaupun sederhana, yang penting bisa dinikmati bersama keluarga saat waktu berbuka puasa tiba.

Bukber di Rumah Nenek

6AA19B47-4FC6-4E96-BC57-EA47A4991EEC.jpeg

bukber di rumah sodara

Saya sempat lupa membaca pesan di grup WhatsApp keluarga. Ternyata keluarga kami berencana berbuka puasa bersama di rumah nenek.

Karena saya tidak sempat membaca pesan tersebut, akhirnya saya hanya mengantar adik saya ke rumah nenek untuk ikut buka bersama. Bukber di sana dilakukan dengan sederhana tetapi tetap terasa hangat karena dilakukan bersama keluarga.

Sementara itu saya sendiri berbuka puasa di rumah bersama orang tua.

Pergi ke Panton Labu Setelah Tarawih

IMG_9653.jpeg

pergi ke panton labu

Setelah sholat tarawih, saya pergi ke Panton Labu. Awalnya kami memiliki rencana untuk membeli beberapa barang seperti kain dan beberapa perlengkapan lainnya.

Kami bahkan sudah membuat daftar barang yang ingin dibeli. Sesampainya di sana saya mengambil uang sekitar dua ratus ribu rupiah di ATM.

Namun suasana di Panton Labu ternyata sangat ramai. Jalanan dipenuhi oleh banyak orang sehingga terasa sangat padat. Karena terlalu ramai dan berdesakan, saya mulai merasa pusing.

Akhirnya Tidak Jadi Belanja Banyak

Karena suasana yang terlalu ramai, saya menjadi bingung harus membeli apa terlebih dahulu. Kami juga harus berpindah-pindah toko untuk mencari barang yang diinginkan.

Akhirnya saya merasa terlalu lelah untuk berkeliling ke banyak toko. Saya pun memutuskan untuk tidak jadi berbelanja banyak.

Lucunya, setelah jauh-jauh pergi ke Panton Labu, saya akhirnya hanya membeli pensil alis saja.

Penutup Hari

Dalam perjalanan pulang kami malah membeli kebab saja. Sesampainya di rumah, ibu saya bertanya apa yang saya beli.

Ketika saya menjawab hanya membeli pensil alis, ibu saya langsung tertawa. Bayangkan saja, sudah pergi jauh-jauh dengan rencana membeli banyak barang, tetapi akhirnya pulang hanya membawa pensil alis dan kebab.

Begitulah cerita keseharian saya hari ini yang penuh dengan berbagai aktivitas dari malam hingga malam lagi. Semoga cerita ini bisa menjadi pengingat bahwa setiap hari selalu memiliki kisahnya sendiri.

Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Sort:  

Upvoted! Thank you for supporting witness @jswit.

Thank you for sharing on steem! I'm witness fuli, and I've given you a free upvote. If you'd like to support me, please consider voting at https://steemitwallet.com/~witnesses 🌟

Coin Marketplace

STEEM 0.06
TRX 0.29
JST 0.055
BTC 70853.12
ETH 2093.72
USDT 1.00
SBD 0.53