The Diary Game 27-01-2026 Rutinitas Seorang Guru dan Ketenteraman di Belakang Rumah

in Hot News Community18 days ago

IMG_7394.jpeg

Pohon sirsak yang sudah mati

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Halo sahabat Steemians, senang sekali rasanya bisa kembali menyapa Anda di komunitas luar biasa ini. Pada kesempatan kali ini, saya ingin berbagi cerita sederhana tentang aktivitas saya hari ini.

Pagi ini, seperti biasa, saya bangun dan mulai bersiap-siap. Setelah membersihkan rumah dan mengganti pakaian, saya berangkat ke sekolah bersama adik saya dengan berjalan kaki. Kami menikmati udara pagi yang segar sambil melihat pemandangan sawah. Sawah-sawah itu kini terlihat kering, tanahnya retak karena sebelumnya sempat terendam banjir. Pemandangan itu cukup membuat hati terasa campur aduk.

IMG_7374.jpeg

tanah sawah didekat sekolah

Sesampainya di sekolah, saya langsung menuju kelas 2B dan menyapa anak-anak. Mereka terlihat antusias untuk belajar, tetapi masih kurang bertanggung jawab dalam hal piket kelas. Karena itu, saya memutuskan untuk membentuk tim piket. Setiap siswa mendapat jadwal piket yang jelas, dan saya mengajak mereka menuliskan ulang jadwal tersebut agar mereka lebih ingat dan bertanggung jawab.

IMG_7369.jpeg

roster piket siswa

Proses menulis ini cukup menguras waktu dan tenaga karena ada beberapa siswa yang masih belum lancar menulis. Jujur, saya sempat merasa sedih dan kecewa, tetapi saya sadar bahwa kemampuan siswa tidak bisa berubah dalam waktu singkat. Mereka membutuhkan proses dan juga bimbingan dari rumah.

Anak-anak menulis dari sekitar pukul delapan pagi hingga hampir pukul sepuluh. Saat itu, waktu MBG sudah tiba. Saya memutuskan untuk memberikan MBG hanya kepada siswa yang sudah menyelesaikan tugasnya. Ada empat siswa yang belum selesai, sehingga mereka harus melanjutkan menulis sekitar dua puluh menit lagi.

Sementara teman-temannya sudah makan, mereka tetap menulis dengan bimbingan saya. Beberapa dari mereka masih belum mengenal huruf dengan baik, dan itu benar-benar menguras energi. Namun akhirnya, setelah dua puluh menit, mereka berhasil menyelesaikan tugasnya dan saya pun memberikan MBG kepada mereka.

IMG_7370.jpeg

saya jajan dulu

Setelah itu, saya kembali ke kantor dan duduk sejenak sambil berbincang dengan guru-guru lain. Saya sempat jajan sebentar karena lapar. Tidak lama kemudian, saya kembali masuk ke kelas. Saya menanyakan kembali jadwal piket kepada siswa dan membuat kesepakatan bahwa mereka harus bertanggung jawab. Saya menanyakan satu per satu, hari apa mereka piket dan dengan siapa. Saya ingin mereka benar-benar menghafal jadwal tersebut, bukan hanya menulisnya.

Siapa yang bisa menyebutkan jadwal piket dengan benar, saya izinkan untuk pulang karena waktu sudah menunjukkan pukul sebelas siang. Sebagian siswa masih lupa, tetapi banyak juga yang sudah hafal. Hari ini memang tidak ada pelajaran khusus, lebih kepada memberi pemahaman tentang disiplin, kebersihan, dan tanggung jawab.

IMG_7375.jpeg

sumur penampung air PDAM

Setelah pulang sekolah, saya kembali ke kantor sebentar, lalu pulang ke rumah. Sesampainya di rumah, saya melihat tempat penampungan air yang kemarin dibuat oleh tukang sudah selesai. Tempat itu nantinya akan diisi air PDAM karena di bawahnya tidak ada mata air. Setelah itu, saya beristirahat sejenak dan makan bersama keluarga. Rutinitas setelah pulang sekolah biasanya adalah tidur untuk mengistirahatkan tubuh yang lelah.

IMG_7380.jpeg

bersihin ikan teri

Sore harinya, karena sedang cuti dan tidak bisa salat, saya mengisi waktu dengan membersihkan rumah, membersihkan ikan teri untuk dimasak nanti, menyapu, dan memasak nasi. Setelah itu, kepala saya terasa sakit dan badan terasa suntuk, jadi saya pergi ke belakang rumah. Suasananya sangat tenang, tetapi pemandangan sawah yang kering terasa menyedihkan.

IMG_7395.jpeg

pohon sirsak tinggal kenangan

Saya membayangkan betapa beratnya perasaan para petani yang menggantungkan hidup dari sawah tersebut. Saya juga melihat kebun s di belakang rumah, saya lihat pohon sirsak yang sudah mati. yang membuat saya cukup terkejut karena semua daunnya sudah mati, hanya tersisa batangnya saja. Padahal, hanya 2 hari lalu daerah ini sempat terendam banjir.

IMG_7389.jpeg

tanah sawah yang kering

Di tengah suasana itu, saya duduk sejenak sambil mendengarkan ceramah dari YouTube. Alam selalu menjadi tempat healing bagi saya. Mendengar suara alam dan melihat sekeliling membuat hati terasa lebih tenang dan pikiran lebih jernih, seolah sejenak menjauh dari hiruk-pikuk masalah dunia.

IMG_7390.jpeg

buah hitam kecil ga bisa dimakan

Menjelang magrib, saya kembali ke rumah dan membantu membersihkan rumah bersama keluarga. Setelah mandi dan beristirahat, kami merencanakan untuk memasak sambal ikan teri. Hari ini proses memasak diambil alih oleh adik saya yang kedua unzila. Dia memang pintar memasak, kami menunggu dan akhirnya masakan siap disajikan. Mamak pergi ke masjid malam ini ada pengajian. Tidak menunggu mamak pulang kami langsung makan karena sudah lapar

Karena kepala masih terasa sakit, saya memutuskan untuk tidur lebih awal. Sekitar pukul sembilan malam, setelah semua beres dan rutinitas perawatan diri selesai, saya pun beristirahat.

Demikian cerita sederhana saya hari ini. Terima kasih sudah membaca sampai akhir. Sampai jumpa di cerita berikutnya. Semoga kita semua selalu diberi kesehatan dan kekuatan dalam menjalani aktivitas sehari-hari.

Sort:  

Upvoted! Thank you for supporting witness @jswit.

¡Congratulations!
We support quality posts, good comments anywhere and any tags.

image.png

Curated By: @damithudaya

 18 days ago 

Terima kasihh banyakk