The Diary Game 3-03-2026 Experimen Pizza Ala Rumahan
Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Halo teman-teman semuanya. Semoga kita selalu dalam keadaan sehat walafiat dan diberikan kekuatan untuk menjalankan ibadah puasa di bulan Ramadhan ini.
Awal Hari yang Tenang
Hari saya dimulai pukul 04.00 subuh. Saya bangun untuk sahur bersama keluarga. Makan sahur sederhana terasa lebih nikmat karena kebersamaan itu yang membuatnya istimewa. Setelah sahur, saya melaksanakan shalat tahajud, dilanjutkan shalat fajar, membaca Al-Qur’an, dan menunaikan shalat subuh.
Waktu setelah subuh berusaha saya isi dengan aktivitas yang bermanfaat sampai matahari terbit. Bagi saya, pagi hari menentukan semangat satu hari penuh.
Setelah itu, saya mulai membereskan rumah. Menyapu lantai, membantu adik mencuci piring, dan menyelesaikan pekerjaan kecil lainnya. Rutinitas ini sudah menjadi tanggung jawab yang harus saya lakukan setiap hari.
Evaluasi Diri
Setelah semua pekerjaan selesai, saya justru tidur kembali hingga sekitar pukul 12 siang. Di sinilah saya merasa kecewa pada diri sendiri. Waktu berlalu tanpa kegiatan berarti, dan saya tidak sempat melaksanakan shalat Dhuha.
Ramadhan seharusnya menjadi waktu untuk meningkatkan ibadah dan produktivitas. Hal ini menjadi catatan penting bagi saya untuk memperbaiki kebiasaan tersebut.
🍳 Aktivitas Dapur Menjelang Berbuka
![]() | ![]() |
|---|
Saya bangun menjelang Dzuhur dan segera melaksanakan shalat Dzuhur. Setelah itu, aktivitas dapur dimulai. Di rumah, kami memiliki tugas masing-masing. Adik saya membuat klepon untuk dijual, sedangkan saya membantu ibu memasak.
![]() | ![]() |
|---|
Saya menyiapkan sambal terasi. Cabe, bawang, tomat, dan terasi digoreng terlebih dahulu, kemudian diulek hingga halus. Ibu memasak kuah bening sayur campur yang segar dan hangat.
Menu hari itu sederhana:
- Nasi hangat
- Tempe goreng
- Ikan bakar
- Lalapan timun
- Sambal terasi
Minumannya Nutrisari yang dicampur susu. Sederhana, tetapi terasa sangat nikmat saat berbuka.
Setelah itu, saya menyiapkan bahan untuk mie Aceh. Bumbunya sudah tersedia, jadi saya hanya membersihkan toge dan sayuran untuk dimasak bersama mie.
Berbuka dan Ujian Kecil
Saat waktu berbuka tiba, saya makan dengan lahap. Makanan yang cukup pedas membuat perut saya terasa kurang nyaman. Akhirnya saya merasa mual dan harus beristirahat.
Karena kondisi tubuh kurang baik, saya tidak pergi ke masjid untuk tarawih. Saya memilih beristirahat di rumah sambil membaca Al-Qur’an.
🍕 Eksperimen Pizza Rumahan
Malam harinya, adik saya melakukan eksperimen membuat pizza. Bahannya sederhana:
- Tepung terigu
- Sosis Kanzler
- Keju
Proses memasaknya sekitar 20 menit. Hasilnya cukup memuaskan dengan nilai 7/10. Rasanya enak, topping-nya pas, hanya saja bagian bawahnya sedikit gosong dan tekstur rotinya agak keras.
Meski begitu, tetap habis karena dibuat dengan penuh semangat.
Hari ini memberikan banyak pelajaran. Ada rasa syukur, ada evaluasi diri, dan ada kebersamaan di dapur yang sederhana. Ramadhan mengajarkan bahwa setiap hari adalah kesempatan untuk menjadi lebih baik.
Sampai jumpa di cerita berikutnya. Semoga kita terus diberikan semangat untuk menjalani hari dengan penuh makna.










Upvoted! Thank you for supporting witness @jswit.