The Diary Game, Sabtu 20 Juli 2024. Ziarah Dan Belanja
Jam 6.00 saya baru terbangun, dengan buru-buru langsung ke kamar mandi mengambil wuduk, salat subuh, hampir saja telat, mungkin akibat kecapean perjalanan sehingga tidak terbangun saat azan berkumandang.
Selesai salat matahari hampir terbit, saya pun bersantai di luar sambil mengobrol dengan Ummi Ody, tidak lama Owa keluar untuk membeli sarapan pagi, saya hanya memesan kue serabi saja untuk sarapan pagi ini, jam 9.00 saya keluar rumah menemani ummi Ody belanja kebutuhan dapur di Pasar lambaro, disini lengkap semua bahan yang kami butuhkan, untuk harga memang berbeda sekali dengan harga di pasar Panton labu, khususnya harga ikan, di sini menurut saya lebih mahal, apa lagi harga udang.
Pulang ke rumah saya mandi, insya Allah sebentar lagi saya akan mengajak semua untuk jalan-jalan dan ziarah, jam 11.00 saya pun keluar bersama seluruh keluarga besar kecuali Tati (karena masih sakit), kami menuju ke makam Syekh Abdullah Kan’an di desa Lam ceu, seorang wali Allah pembawa Islam dari tanah palestina (kalau tidak salah).
Selesai ziarah kami pulang, saat di jalan para rombongan minta singgah di Suzuya, biar sekalian pulang kata mereka, akhirnya saya pun membelokkan mobil ke arah Suzuya Seutui, saya berfikir pasti sepi, sebab sedang siang, ternyata parkirannya penuh juga, hampir saja kami tidak ada tempat parkir.
Ahmad sangat senang, apa lagi dek Ja, mereka segera mengambil troli untuk mereka jadikan mobil mereka, kami menjadi sopir mereka, mendorong kemana saja yang mereka minta.
Puas berkeliling (untuk belanja hampir tidak ada- ha ha ha) kami pun pulang, sampai rumah segera mandi, lalu salat duhur sekalian salat Ashar, selesai salat saya bersantai sejenak.
Jam 4.00 saya, Aira, Ahmad, Dek ja dan Ummi Aira silaturrahmi ke rumah kakak Ummi Aira di Ule Kareng, anak-anak sangat suka, begitu tiba mereka segera bermain mainan bang fatih, berlari-lari ke seluruh sudut rumah, menjelang magrib kami baru pulang.
Selesai salat Isya kami pun kembali keluar semua menuju ke mesjid Raya Baiturrahman, mesjid kebanggaan masyarakat Aceh, mesjid bersejarah yang menjadi saksi atas perjuangan rakyat Aceh melawan penjajah Belanda.
Puas bermain anak-anak baru mau kami ajak pulang, tiba rumah jam menunjukkan pukul 10.30, saya pun langsung bersiap-siap istirahat malam, sebab insya Allah besok subuh kami akan segera berangkat pulang kembali ke Panton Labu.




Thank you for publishing a post on the Hot News Community, make sure you :
Verified by : @fantvwiki