Pertama Kali Menjadi Kader Posyandu
Halo guys!
Rasanya tuh udah lama banget aku nggak cerita di platform ini. Entah karena sibuk, capek, atau sekadar pengen diem aja. Tapi kali ini aku pengen balik lagi buat cerita tentang keseharian aku yang belakangan ini rasanya beda, karena aku lagi ngambil satu hal baru yang cukup menantang diri aku sendiri.
Jadi guys, sekarang aku ikut andil jadi kader posyandu di kelurahan tempat aku tinggal. Yapsss, ini first time aku dan jujur aja… menarik banget! Awalnya aku mikir, “bisa nggak ya aku?” tapi ternyata setelah dijalani, rasanya malah bikin aku bangga sama diri sendiri.
Pagi hari seperti biasa aku mulai dengan mengajar anak TK dulu. Nggak lama sih, karena sekitar jam 9 aku udah harus ke posko posyandu yang ada di Lingkungan 1. Oh iya, posyandu ini diadakan sebulan sekali, dan biasanya digabung sama cek kesehatan lansia. Jadi yang datang itu bukan cuma ibu-ibu sama balitanya, tapi juga kakek nenek yang mau cek kesehatan gratis.
Karena aku baru pertama kali, otomatis aku langsung dibimbing sama ibu-ibu kader lainnya. Dan ya… fakta yang nggak bisa dipungkiri aku yang paling muda sendiri, yang lain udah emak-emak semua 😭 tapi justru itu yang bikin aku merasa disayang. Mereka ramah, sabar, dan nggak pelit ngajarin.
Aku dikasih tugas bagian pencatatan. Awalnya agak bingung sih, lihat buku, kolom-kolom, data berat badan, tinggi badan, usia, dan lain-lain. Tapi lama-lama aku mulai paham dan dalam hati malah mikir,
“Owalah… gini doang toh?”
Dan sejak itu rasanya jadi lebih pede.
Di situ aku baru benar-benar sadar, ternyata yang datang posyandu itu banyak banget. Ibu-ibu bawa anaknya, lansia juga antre buat cek kesehatan. Hampir ratusan orang. Capek? Iya. Tapi ada rasa haru juga.
Aku ngerasa bersyukur karena masih banyak orang tua yang peduli sama kesehatan anak-anak mereka, mau datang, mau antre, mau ribet demi tumbuh kembang anaknya. Terima kasih banyak buat ibu-ibu hebat di luar sana 🤍
Selesai dari posyandu, aku langsung balik ke rumah, karena biasanya aku lanjut ngajar anak les. Jujur ya, walaupun capek, tapi lihat anak-anak kecil yang masih polos, semangat belajarnya tinggi, tuh bikin hati hangat. Mereka datang dengan wajah penasaran, pengen bisa, pengen ngerti. Dan aku seneng bisa jadi bagian kecil dari proses itu.
Di penghujung les, tiba-tiba aku diajak rekan guru TK buat takziah atau melayat ke rumah orang yang meninggal. Aku kaget, tapi aku ikut. Di sana aku jadi banyak mikir. Denger kabar orang meninggal tuh selalu bikin aku introspeksi diri.
Bahwa hidup ini sebenernya cuma soal waktu. Kita semua cuma nunggu giliran dipanggil. Jadi selama masih dikasih napas, sebisa mungkin hiduplah dengan baik, jaga sikap, dan bermanfaat.
Malam harinya aku kumpul keluarga. Kebetulan abang aku pulang kerja bawa banyak banget makanan. Dan yang bikin aku bahagia ada roti abon kesukaan aku😭 plus roti-roti lainnya. Capek seharian langsung terasa agak hilang.
Dan begitulah cerita hariku, guys.
Capek, penuh aktivitas, tapi juga penuh makna. 🌱








Thank you for sharing on steem! I'm witness fuli, and I've given you a free upvote. If you'd like to support me, please consider voting at https://steemitwallet.com/~witnesses 🌟