Kembali ke rumah setelah opname

Hagoe's Village: Jan, 16th 2026
Berita gembira telah kami terima tadi malam dari istriku yang sedang dirawat di Rumah Sakit MMC Cunda-Lhokseumawe sejak lima hari yang lalu.
Khususnya si kecil Alvira yang sudah beberapa hari tidak bersama bundanya, karena dia tinggal di rumah bersamaku agar bisa tetap bersekolah dan mengaji.
Bundanya berada di rumah sakit yang ditemani oleh anak sulung kami, sedangkan aku dan si kecil Alvira tetap berada di rumah kami di Matangkuli.
Pada visit dokter yang terakhir kemarin sore, kami telah diberi tahu bahwa besok (hari ini) istriku sudah boleh pulang karena telah menjalani semua tahapan pengobatan.
Kopi espressoUntuk itu, aku bersama si kecil Alvira akan menjemput istriku siang nanti untuk pulang kembali ke rumahnya di Matangkuli.
Aku memilih waktu agak siang untuk menjemput istriku agar si kakak bisa membereskan administrasinya, dan aku bisa melakukan aktivitas ringan di rumah sebelum berangkat ke Lhokseumawe.
Pagi-pagi setelah melaksanakan sholat subuh, aku menyiapkan menu sarapan buat si kecil Alvira dan tentunya untuk ku sendiri berupa telur rebus dan segelas kopi espresso panas tanpa gula.
Aku membereskan halaman rumah kami setelah sarapan pagi. Menyemai bibit kangkung serta menyirami tanaman-tanaman yang ada di halaman depan rumah kami.
Makan siangAku menyempatkan untuk menyiapkan postinganku untuk hari ini sebelum berangkat ke Lhokseumawe untuk menjemput istriku di rumah sakit.
Sekitar pukul 10 siang, aku berangkat dari rumah kami di Matangkuli bersama si kecil Alvira serta ayah dan ibuku yang juga ingin ikut kesana.
Kami singgah terlebih dahulu di rumah kakakku di Cunda untuk menurunkan ayahku di rumah kakak. Dan aku makan siang terlebih dahulu di tempat kakak sebelum menuju Rumah Sakit MMC Cunda-Lhokseumawe.
Bersama ibuSetelah makan siang, aku bersiap-siap menuju Rumah Sakit MMC Cunda untuk melihat kondisi istriku dan memastikan apakah dia sudah siap-siap untuk pulang ke rumah.
Ibuku ingin ikut ke rumah sakit untuk melihat menantunya yang sedang diopname. Istriku cukup dekat dengan ibuku, dimana selama ini istriku selalu mendampingi ibuku ketika akan berobat rutin ke klinik maupun ke rumah sakit.
Ibuku adalah penderita diabetes serta hipertensi sehingga harus berobat rutin ke rumah sakit maupun kontrol ke klinik. Dan istriku lah yang selalu mendampingi ibuku selama ini.
Selama istriku berada di rumah sakit, ibuku tentu akan merasa "kehilangan", karena adik-adik dan kakakku berada jauh dari kediaman ibu, dan tidak bisa setiap waktu menjaga ibu kami.
Selain sebagai bentuk pengabdian seorang anak kepada orang tuanya, aku harus betul-betul menjaga dan merawat ibu kami, dikarenakan beliau sendiri telah memberikan contoh yang baik bagi kami.
Ibuku telah memberikan contoh terbaik tentang pengabdian kepada orangtua, dimana baik ayah dan ibunya sendiri maupun ayah ibu mertuanya tinggal dan dirawat di rumah ibuku sampai akhir hayat mereka.
Ibuku tidak pernah membeda-bedakan antara orang tua sendiri maupun mertua. Dia tetap merawat mereka sepenuh hati sampai mereka menutup mata di rumah ibuku.
Aku merasa pantas untuk men-declare bahwa ibuku adalah salah seorang insan yang paling ikhlas yang aku temui di muka bumi ini. Dan dia pantas untuk mendapatkan ganjaran atas keikhlasannya itu, yang kami wujudkan dengan menjaga dan merawat beliau di masa tuanya, baik oleh aku sendiri yang merupakan anak kandungnya maupun oleh istriku yang merupakan menantunya.
Si kecil dengan bundanyaSi kecil Alvira juga ikut serta ke rumah sakit untuk melihat bundanya. Kami berada beberapa saat di rumah sakit untuk membereskan administrasinya.
Dan kemudian aku kembali ke tempat kakakku untuk mengambil mobil kami yang ku parkirkan disana agar aku bisa membawa pulang istriku dari rumah sakit di siang ini.
Aku membawa pulang istriku ke tempat kakakku di Cunda terlebih dahulu sebelum pulang ke rumah kami di Matangkuli karena sebentar lagi akan memasuki waktu sholat Jum'at, dan ayahku juga sedang menunggu di rumah kakak.
Sholat Jum'atAku menunaikan sholat Jum'at di mesjid Nurul Iman Desa Meunasah Mesjid Cunda yang merupakan mesjid yang paling sering aku kunjungi ketika kami masih tinggal di kompleks RPH Cunda beberapa tahun yang lalu.
Mesjid yang sedang melaksanakan proses pembebasan lahan untuk pelebaran bangunan mesjid ini cukup ramai dikunjungi oleh para jamaah Jum'at hari ini.
Bangunan mesjid yang dua lantai ini tidak mampu menampung jumlah jamaah yang sangat banyak. Bahkan sudah menggunakan teras mesjid sebagai tempat sholat.
Hal inilah yang memicu inisiatif warga dan pengurus mesjid untuk melakukan pelebaran bangunan mesjid, dan untuk itu harus dilakukan pembebasan tanah terlebih dahulu.
Jus sirsak dan agar-agarSetelah melaksanakan sholat Jum'at di mesjid ini, aku kembali ke rumah kakakku agar kami bisa bersiap-siap untuk pulang ke Matangkuli.
Orangtuaku serta keluargaku makan siang terlebih dahulu di tempat kakak sebelum pulang. Sedangkan aku hanya menikmati jus sirsak bersama si kecil Alvira yang lebih memilih agar-agar manis.
Niatnya, kami akan segera pulang setelah makan siang. Tetapi seperti biasa, waktunya menjadi molor karena kami asyik mengobrol tentang berbagai hal di siang menjelang sore ini.
![]() | Ketan + Ubi kelapa |
|---|---|
![]() | Gula pasir |
![]() | Kelapa parut |
Cemilan soreApalagi kemudian kakakku menyajikan cemilan kreasi olahannya untuk kami nikmati di sore ini. Sejenis cemilan sederhana yang dibuat dari Ubi kelapa atau ubi kenduduk (Dioscorea alata), yang dikenal sebagai boh gadong dalam masyarakat Aceh.
Ubi jenis ini sangat populer di zaman dahulu dan sering dijadikan sebagai bahan makanan oleh orang-orang terdahulu. Tetapi seiring perkembangan zaman ubi ini sudah kurang diminati oleh generasi sekarang.
Bahkan ubi jenis ini sudah sangat jarang ditanam oleh orang-orang sekarang. Padahal ubi ini memiliki segudang manfaat. Dan bila diolah dengan sedikit kreativitas maka ini sangat enak untuk dijadikan cemilan.
Siang ini, kakakku mengolah ubi ini dengan mengukusnya bersama dengan beras ketan dan kemudian dimakan dengan parutan kelapa serta gula pasir.
Pulang ke MatangkuliSekitar pukul 03 sore, kami pun mulai bergerak untuk pulang ke rumah kami di Matangkuli, karena sebentar lagi tiba waktu sore dan magrib.
Kami harus segera kembali ke kampung halaman karena kami juga harus menyiapkan menu makan malam untuk kami di sore ini.
Dan dalam perjalanan pulang, kami singgah di Simpang Rangkaya untuk berbelanja barang kebutuhan kami yang akan kami persiapkan untuk makan malam nanti.
Video call dengan temanBaru saja aku selesai menurunkan barang-barang dari mobil kami, sebuah panggilan telepon grup di WhatsApp grup alumni FKH USK berdering.
Aku pun bergabung dengan panggilan telepon grup tersebut, yang merupakan grup alumni FKH USK letting 94, dimana teman-teman se-letting ku ingin mengobrol dan bersilaturahmi melalui panggilan video di WA grup letting kami.
Setelah menyelesaikan pendidikan dokter hewan di Universitas Syiah Kuala beberapa tahun yang lalu, masing-masing kami kembali ke daerah masing-masing atau bahkan merantau ke negeri orang untuk meniti karir.
Kondisi demikian menyebabkan kami tidak bisa bertemu setiap saat antara satu dengan lainnya karena kesibukan masing-masing dan juga jarak serta waktu yang menjadi kendala.
Tetapi seiring perkembangan teknologi, hubungan silaturrahmi tetap bisa terjalin dengan media seperti WhatsApp ini sebelum nantinya kami membuat acara-acara seperti meet up atau family gathering.
Rata-rata kami sudah tidak muda lagi saat ini. Ada yang sudah berumur lima puluh tahun atau lebih, dimana sudah mengalami banyak perubahan dalam penampilan fisik maupun stamina.
Ada yang sudah berambut putih seperti ku atau ada juga yang bahkan tidak memiliki gigi lagi atau ompong. Dan hampir semuanya sudah mengalami rabun jauh, rabun dekat ataupun kedua-duanya.
Tetapi semangat kami tetap menyala, dan kami berkomitmen untuk selalu menjaga silaturahmi serta persahabatan ini sampai akhir hayat kami nantinya.
Setelah selesai mengikuti video call grup di WhatsApp grup alumni, aku membantu si kakak menyiapkan menu makan malam kami untuk hari ini.
Alhamdulillah setelah istriku diopname di rumah sakit selama lima hari, sore ini kami bisa berkumpul kembali di rumah kami di Matangkuli.
Sekian postinganku kali ini. Stay Healthy and Fun, Ciao...!
@ alee75
Click Here 













--
Congratulations! This post has been voted through steemcurator08 We support quality posts, good comments anywhere and any tags.