The Diary Game (30/03/2026) | Still with the same activity, in the same place 😥
Hingga hari ini saya masih bergeliat dengan aktivitas yang sama seperti hari-hari sebelumnya, terkadang! hal paling membosankan adalah melakukan pekerjaan sama dan terus berulang setiap hari di tempat yang sama!
Selesai mengantar anak-anak ke sekolah Aku tidak ingin terburu-buru di ruas jalan yang sesak dengan berbagai jenis kenderaan untuk mengindari berbagai resiko kecelakaan, namun disisi lain debu dan kandungan racun karbon monoksida (CO) dari asap pembakaran mesin-mesin kenderaan sangat mengganggu dan berdampak buruk pada kesehatan manusia dan lingkungan. Sungguh kondisi yang sulit diperdebatkan karena biasanya polusi akan berbanding lurus sesuai tingkat kepadatan penduduk suatu daerah.
Pagi ini aku terpaksa melaju sepeda motor sedikit lebih cepat untuk tiba di pendopo bupati, pasalnya kepala daerah kabupaten Aceh Utara akan berkunjung pagi ini untuk memantau serta mengevaluasi hasil kerja sejumlah petugas entri data warga terdampak bencana banjir bandang dan longsor yang telah berlangsung kurang lebih sepuluh hari.

Beberapa kursi petugas masih dalam kondisi kosong saat aku tiba dalam ruangan utama pendopo sekitar pukul 08.50 wib. Seraya menanti kedatangan orang nomor satu di Kabupaten Aceh Utara saya dan rekan lainnya memulai melakukan penginputan data menggunakan perangkat labtob dan dibantu kamera ponsel untuk menginput photo dokumentasi.
Sayangnya! hingga jam istirahat tiba saya menerima kabar bahwa bapak Bupati sedang berada diluar daerah dan disibukkan dengan berbagai aktivitas pemerintahan seperti masalah anggaran dan fokus pada pemulihan dampak pasca bencana hidrometeorologi. Lantas saya pun segera meninggalkan pendopo dan menuju ke SD Negeri 5 di kawasan Lancang Garam untuk menjemput putriku pulang sekolah.

Aku tidak terlambat tiba disana meskipun putriku memamerkan wajah cemberutnya disaat aku berada di gerbang sekolah. Aku malas berdebat dengan bocil (bocah kecil) karena endingnya akan menambah masalah baru, tapi aku berhasil membujuknya pulang ke rumah dengan mengamini permintaannya membeli satu es krim seharga Rp.5.000 (5,1 Steem) sesuai harga saat konversi.
Dua photo dibawah ini sengaja aku abadikan saat tiba di depan gerbang sekolah. Fenomena sosial dimana sampah dan para pedagang kaki lima (street vendor) memiliki hubungan kompleks khususnya di sejumlah kawasan padat penduduk. Pedagang, sampah dan pencemaran adalah dinamika lingkungan yang tidak pernah dapat dikontrol hanya dengan aturan tanpa konsekwensi hukum.
![]() | ![]() |
|---|---|
Kehadiran pedagang kaki lima di trotoar dan sejumlah sekolah bertujuan menjual barang dagangan untuk mengais rezeki bukan tindakan yang salah, tapi terkesan melepas tanggungjawab karena mereka tidak menyiapkan tempat sampah sehingga anak-anak tidak terdidik untuk menjaga kebersihan lingkungan. Dua kelompok ini seakan tidak peka dan sama sekali tidak peduli terhadap kondisi lingkungan dan konsekwensinya, padahal tempat-tempat tersebut milik mereka sebagai tempat mencari nafkah setiap hari.
...Saya dan adek Ramadhani tiba di rumah. Selesai shalat dhuhur dan makan siang, saya merebahkan badan di sofa ruang tamu sejenak. Saya berusaha tetap bersemangat untuk terlibat maksimal membantu mengentri ribuan data yang masih tersisa. Ada saatnya kita tidak boleh memanjakan rasa bosan yang terus saja menyerang. Sekitar pukul 14.00 wib saya pamit pada istri dan kembali ke pendopo untuk melanjutkan tugas saya hingga pukul 16.30 wib.

Kesibukan terkadang membiarkan waktu berjalan begitu cepat! Selesai melaksanakan shalat Ashar di mushalla pendopo bupati saya tidak langsung kembali ke rumah. Lambungku sepertinya membutuhkan sedikit makanan, jadi aku terpaksa singgah ke warung kopi langgananku. Disana aku memesan satu porsi mie Aceh dan segelas kopi.
Tentu tidak hanya tentang makan dan ngopi, di warung Cekgu aku tetap terfokus mencari tahu situasi konflik di Timur tengah melalui media-media reputasi baik, kredibel dan mendapat rekomendasi publik guna mengindari kegelisahan tanpa fakta atau ikut membenarkan kelompok-kelompok munafik.
Sekian... Terima kasih banyak atas kunjungan dan mungkin anda membacanya..
salam,
@ridwant





https://x.com/i/status/2040090385113063877
Upvoted! Thank you for supporting witness @jswit.