Jalan-jalan sore bersama si kecil

Hagoe's Village: Jan, 24th 2026
Sabtu akhir pekan aku ingin beraktivitas di rumah untuk membereskan rumah kami pasca bencana ekologis dua bulan lalu yang masih menyisakan banyak pekerjaan rumah yang harus diselesaikan.
Si kecil Alvira akan diantarkan ke sekolah oleh istriku, sekalian istriku akan mengantarkan si kakak ke tempatnya bekerja di pagi ini.
Karena anak-anak akan diantarkan oleh istriku maka aku bisa fokus untuk melakukan pembersihan dan membereskan halaman rumah kami.
Menggali paritSaat ini endapan lumpur yang ada di halaman rumah kami belumlah kering secara paripurna, karena konsistensinya masih lembek di sebagian besar halaman rumah.
Begitu pula dengan parit buangan kami yang belum bisa diselesaikan pembersihan dan pengerukannya karena konsistensi lumpur yang masih lembek.
Pagi-pagi sebelum sarapan pagi aku sudah mulai bekerja mengeruk parit buangan kami yang sempat tersumbat dan tergenang oleh endapan lumpur, yang membuat rumah ibu kami kebanjiran bila hujan turun sedikit saja.
Sebuah kondisi yang dilematis. Tetapi memang dengan kondisi cuaca yang sebelumnya sering hujan dan konsistensi lumpur yang masih lembek membuat kami tidak bisa membereskan parit buangan ini.
Alhamdulillah dalam beberapa hari terakhir sudah tidak turun hujan lagi sehingga secara pelan-pelan aku bisa memulai melakukan pengerukan meskipun belum bisa dilakukan secara sempurna.
Sarapan pagiSetelah melakukan pengerukan parit buangan di belakang rumah, aku beristirahat sebentar sambil membuat sarapan pagi ku, sebelum melanjutkan kegiatan di pagi ini.
Setelah sarapan pagi kemudian aku melanjutkan kegiatan ku melakukan pengerukan parit di depan rumah kami yang juga sempat tergenang oleh endapan lumpur pada kejadian banjir yang lalu.
Pengerukan yang aku lakukan ini merupakan pengerukan yang sudah kesekian kalinya, karena tidak memungkinkan untuk dilakukan sekali pengerukan yang disebabkan oleh alasan yang sama yaitu konsistensi lumpur yang masih cair.
Solusinya memang harus dilakukan pengerukan secara bertahap sesuai dengan kondisi, dan karena pengerukannya aku lakukan secara manual dengan menggunakan cangkul saja.
Ikan Salee. Video reelsSelesai melakukan pengerukan parit di depan rumah, aku beristirahat sebentar di teras rumah ibuku sambil bercakap-cakap dengan ibuku yang sedang duduk sendirian di teras depan rumahnya.
Beberapa saat kemudian, adikku pulang dari sungai didepan rumah dengan membawa pulang beberapa ekor ikan jurung dan ikan gabus yang didapatkannya dari jaring ikan yang dipasang di sungai.
Ikan-ikan ini dibersihkan dan kemudian dilakukan proses pengasapan agar menghasilkan ikan asap atau Ikan Salee yang memiliki nilai jual yang lebih tinggi.
Kuah ikanAdikku juga memberikan sebagian ikan ini kepada ku dan kemudian aku segera membawa pulang ikan ini ke rumah agar bisa dimasak oleh istriku untuk tambahan menu makan siang kami.
Jadi untuk ikan jurung ini ada dua pilihan yang bisa dilakukan untuk mengolahnya. Bisa langsung dimasak dengan bumbu kuah atau dilakukan pengasapan terlebih dahulu sampai kering, kemudian baru dimasak.
Istriku pun segera membuat bumbu untuk memasak ikan ini yang nantinya akan disajikan untuk menu makan siang kami.
Pembuatan komposKemudian aku segera menuju halaman depan rumah untuk melanjutkan kegiatan ku membereskan halaman rumah kami.
Kali ini aku akan membersihkan sampah dan sisa-sisa dedaunan yang ada di halaman depan rumah kami, yang rencananya akan ku jadikan kompos yang berguna untuk media tanam.
Karena kondisi banjir yang sering melanda kawasan kami dan juga karena sudah mengalami beberapa kali kerugian akibat air banjir yang menghanyutkan ikan-ikan di kolam kami, aku akan mengalihfungsikan kolam ikan kami.
Dan untuk kolam ikan yang berada di bagian utara rumah, aku akan memfungsikannya sebagai tempat pembuatan kompos.
Jadi sampah-sampah yang berupa dedaunan kering yang ada di halaman rumah kami akan aku timbun ke dalam bekas kolam ikan ini untuk proses pembuatan kompos.
Makan siangAku bekerja membersihkan halaman depan rumah kami ini sampai menjelang waktu makan siang. Kemudian aku beristirahat sebentar sambil mencicil membuat postingan, sebelum makan siang.
Untuk sebagian dari menu makan siang kami, sudah disiapkan oleh istriku yang merupakan ikan jurung pemberian adikku tadi pagi. Dan setelah selesai makan siang, aku melanjutkan menulis postingan ku sampai selesai.
Di ruang tengahKemudian aku segera bersiap-siap untuk melaksanakan sholat Zuhur di siang ini. Setelahnya aku hanya istirahat saja di rumah sampai menjelang waktu sholat ashar.
Aku juga mendengarkan lagu-lagu di channel YouTube dengan menggunakan fasilitas Indihome yang ada di rumah kami.
Beberapa saat kemudian aku beranjak untuk melaksanakan sholat ashar di sore ini. Selanjutnya bersiap-siap untuk keluar rumah bersama istriku dan si kecil Alvira.
Di Klinik BidanKami akan ke tempat praktek bidan langganan kami karena istriku akan menjalani suntikan obat kontrasepsi rutin.
Setelah dari praktek bidan, rencananya kami akan berbelanja barang kebutuhan kami di Simpang Rangkaya karena persediaan bahan logistik di rumah sudah habis atau berkurang.
Di warung IndomieSebelum berbelanja, si kecil Alvira ingin jalan-jalan sore terlebih dahulu. Dan kami pun mutar-mutar sebentar di kawasan Simpang Rangkaya, dan akhirnya singgah di sebuah warung Indomie yang ada di kawasan tersebut.
Warung Indomie ini pernah aku kunjungi bersama si kecil Alvira beberapa hari yang lalu saat istriku sedang diopname di rumah sakit. Dan sore ini istriku juga ingin mencoba Mie yang disajikan di warung ini.
Suasana di warung ini cukup segar oleh hembusan angin yang sepoi-sepoi di sore hari, yang membuat kami betah berlama-lama di warung sederhana yang terletak di pinggir persawahan ini.
BerbelanjaKami pun beranjak dari warung Indomie ini, karena kami harus berbelanja dan membeli beberapa barang kebutuhan kami.
Kami membeli ikan basah, ikan asin dan sayur-sayuran di tempat langganan, lalu segera kembali ke rumah, karena jam sudah menunjukkan pukul 06 sore.
Di pinggir sungaiSaat tiba di rumah, aku dan si kecil Alvira tidak langsung masuk ke dalam rumah kami, karena si kecil Alvira ingin melihat kondisi sungai di depan rumah kami.
Sudah lama dia ingin mandi dan makan siang di sungai di depan rumah kami ini. Tetapi kondisinya belum memungkinkan, karena masih banyak sampah atau ranting pohon yang ada di bantaran sungai.
Ikan Salee on processSetelah berhasil menyakinkan si kecil Alvira tentang kondisi bantaran sungai, kami kembali ke rumah dan singgah di rumah ibuku yang ada di sebelah rumah kami.
Adikku sedang mengontrol proses pengasapan ikan yang telah dilakukannya sejak dari pagi tadi, dan sampai sore ini proses pengasapannya belum selesai juga.
Proses pengasapan harus dilakukan secara pelan-pelan dengan menggunakan bara api yang tidak besar agar bisa menghasilkan ikan asap yang berkualitas.
Jika bara apinya terlalu besar maka ikan yang dihasilkan akan sedikit hangus walaupun waktunya lebih cepat, dan ikannya kurang enak. Tetapi jika dilakukan pengasapan secara pelan-pelan dengan bara api yang pas maka ikan yang dihasilkan akan lebih enak dan berkualitas.
Di mesjid Baitul MaarifAku dan si kecil Alvira segera pulang ke rumah, karena sebentar lagi akan tiba waktu sholat magrib, dimana kami akan makan malam dan melaksanakan sholat magrib di sore ini.
Sekitar pukul 07.30 malam aku berangkat ke Mesjid Baitul Maarif yang merupakan mesjid di desa kami untuk melaksanakan sholat isya dan kemudian berangkat ke tempat takziah bersama-sama dengan anggota Majelis Arafah lainnya.
Salah seorang anggota Majelis Arafah mengalami musibah atas meninggalnya istrinya, dan kami sebagai anggota Majelis Arafah yang lain akan berkunjung ke rumah duka tersebut di malam ini setelah sholat isya.
Sekian postinganku kali ini. Stay Healthy and Fun, Ciao...!
@ alee75
Click Here 















We support quality posts, good comments anywhere and any tags.