Baru saja surut, banjir kembali datang

in Steem Kids & Parents27 days ago

IMG20251207180452.jpg

div.png

Hagoe's Village: Dec, 7th 2025

Baru beberapa hari yang lalu banjir yang parah mulai surut, hari ini banjir kembali mendatangi desa kami. Walaupun ketinggian air tidak signifikan tetapi ini sangat melelahkan bagi kami yang belum pulih akibat banjir parah Minggu yang lalu.

Banjir yang terjadi lebih kurang selama seminggu di desa kami telah reda. Sementara di beberapa kecamatan dan kabupaten yang lain masih dalam kondisi mencekam.

Bahkan Kota Kuala Simpang yang merupakan asal keluarga besar istriku sudah seperti Kota Zombie, dimana bau busuk menyebar oleh adanya bangkai hewan yang mati dan juga mayat-mayat yang terperangkap dalam mobil saat mereka mau menyelamatkan diri ketika banjir bandang datang.

Sampai saat ini mayat-mayat tersebut belum bisa dievakuasi dan masih banyak juga korban-korban yang belum ditemukan oleh keluarganya, meskipun tim dari negara Tiongkok telah turun untuk mencari mayat-mayat korban banjir kali ini.

Sebagian besar anggota keluarga istriku masih selamat dari bencana dahsyat ini. Hanya saja rumah-rumah mereka hancur tanpa tersisa serta mengalami kekurangan bahan makanan dan air minum seperti halnya korban lainnya.

Tetapi ada satu keluarga besar dari pihak ayah mertuaku yang tinggal di daerah Ara Sembilan Kabupaten Aceh Tamiang yang belum kami tahu kabar beritanya sampai saat ini, hampir dua minggu setelah bencana banjir mulai datang.

Padahal adik iparku bersama dengan beberapa anggota keluarga sudah mencoba menembus Kabupaten Aceh Tamiang untuk menelusuri keberadaan saudara-saudara disana dan membawa sejumlah bantuan, tetapi saudara kami yang di Ara Sembilan belum bisa ditemui dan belum ada kabarnya.

IMG20251207071509.jpg

Genangan lumpur

Di desa kami sendiri masih didominasi dengan pemandangan endapan lumpur dimana-mana yang cukup sulit untuk dibersihkan karena air belum sepenuhnya surut.

Ketika endapan lumpur kami coba untuk dibersihkan maka lumpur tersebut akan terseret kembali ke halaman dan juga kedalam rumah.

Hal ini juga terjadi di rumah ibu kami yang masih digenangi endapan lumpur setinggi 50 centimeter, karena ada bagian rumah ibu yang rendah.

Sedangkan rumah kami yang memiliki fondasi yang cukup tinggi endapan lumpur tersebut hanya tinggal di sekeliling rumah saja. Endapan lumpur yang ada di dalam rumah sudah aku bersihkan ketika banjir mulai surut beberapa hari yang lalu.


IMG20251207082309.jpg

Jalan yang rusak

Pagi ini setelah sarapan, aku mengajak istriku dan juga ponakan untuk melihat kondisi rumah mertuaku yang ikut terkena banjir di Desa Alue Drien Landeng.

Memang sejak hari kelima banjir, mertuaku sudah aku bawa pulang ke rumah kami setelah mereka sempat mengungsi ke rumah tetangga dan juga dibawa ke rumah adik iparku di Komplek Kodim di Lhokseumawe.

Tetapi setelah beberapa hari di rumah adik ipar, mertuaku harus ku bawa ke rumah kami karena di Kota Lhokseumawe ada peringatan tentang potensi Pasang purnama yang bisa menyebabkan banjir rob di Kota Lhokseumawe.

Saat kami mau menuju rumah mertuaku di Landeng ternyata banyak kerusakan yang kami temui dalam perjalanan termasuk adanya jalan yang rusak oleh banjir beberapa hari yang lalu.

Banjir kali menyebabkan banyak kerusakan infrastruktur dan fasilitas umum seperti jalan raya, bangunan sekolah dan lain-lain.


Kondisi rumah mertua

Ketika tiba di rumah mertuaku di Landeng aku mendapatkan pemandangan yang miris, dimana rumah mertuaku rusak cukup parah akibat banjir.

Sudah bisa dipastikan rumah mereka tidak bisa ditempati, sebelum dilakukan rehab dan perbaikan, karena dindingnya banyak yang copot diterjang banjir.

Begitu pula dengan perabotan dan barang-barang yang ikut rusak dan tergenang oleh air banjir. Sedangkan endapan lumpur sudah dibersihkan oleh adik ipar selama beberapa hari terakhir.

Sebagai seorang anak aku harus mengambil tanggung jawab menjaga mertuaku dan menampung mereka di rumah kami, minimal sampai rumah mereka diperbaiki terlebih dahulu.


IMG20251207092244.jpg

Ngopi sebentar

Setelah melihat kondisi rumah mertuaku dan mengambil beberapa barang keperluan mertua, kami menuju Kota Lhoksukon untuk membeli beberapa pakaian.

Selama banjir kemarin, barang-barang kami termasuk pakaian-pakaian sudah centang perenang entah kemana, sehingga kami akan membeli beberapa pakaian untuk kami pakai sehari-hari.

Barang-barang yang sempat ku amankan di tempat yang lebih tinggi belum aku turunkan, karena masih khawatir banjir akan kembali datang.

Jadi sebelum kondisi sepenuhnya aman, biarkan saja barang-barang tersebut berada disana dan tidak usah diturunkan karena proses pengamanannya cukup membuat lelah juga.

Karena toko pakaian yang kami tuju belum buka, maka kami singgah sebentar untuk minum kopi, sambil menunggu toko pakaian mulai beroperasi.


IMG20251207103522.jpg

Membeli sayur-sayuran

Sekitar pukul 09.30 wib, kami pun beranjak dari warung kopi menuju toko pakaian untuk membeli beberapa daster dan juga pakaian lainnya untuk pemakaian sehari-hari.

Kemudian kami segera menuju jalan pulang ke rumah kami di Matangkuli, dan singgah di kawasan Simpang Rangkaya untuk membeli beberapa barang kebutuhan kami seperti sayur-sayuran dan lain-lain.


IMG20251207121627.jpg

Banjir kembali naik

Kami tidak membawa pulang motor kami sampai ke rumah, karena jalanan menuju rumah kami sudah kembali digenangi oleh air banjir.

Kami memarkirkan motor kami di tempat yang aman dan kemudian berjalan kaki menuju rumah sejauh lima ratus meter dengan mengarungi air banjir.

Padahal baru beberapa hari banjir mulai surut tetapi hari ini banjir kembali datang ke desa kami. Mudah-mudahan banjir tidak tinggi seperti Minggu yang lalu karena kami masih cukup kelelahan juga.


IMG20251207155803.jpg

Keluar dari rumah

Sampai sore hari banjir tidak naik secara signifikan tetapi kami tetap waspada karena hujan masih saja turun terutama di malam hari. Sementara bantaran sungai juga belum kondusif selama beberapa hari terakhir.

Sore ini aku bersama istri dan si kecil Alvira ingin ke Simpang Rangkaya untuk berbelanja dan juga membeli beberapa barang kebutuhan kami.

Si kecil Alvira yang sudah lama tidak kemana-mana selama banjir sangat antusias walaupun harus mengarungi air banjir.

Anak-anak dan orang lanjut usia merupakan usia yang sangat rentan terdampak bencana seperti ini. Mereka mudah terserang penyakit bila tidak hati-hati.

Selama banjir anak-anak juga tidak bisa bersekolah karena bangunan sekolahnya ikut tergenang, dan kalau pun bangunan sekolah tidak tergenang maka proses belajar mengajar pun terhenti karena guru-guru serta murid-murid juga terdampak banjir.


IMG20251207171559.jpg

Membeli tikar

Di kawasan Simpang Rangkaya kami membeli tikar di sebuah toko yang menjual barangnya dengan harga diskon.

Toko ini ikut tergenang beberapa hari yang lalu dan sebagian besar barang-barang mereka ikut tergenang oleh air banjir. Dan setelah dibersihkan mereka menjualnya dengan harga diskon.

Banyak ibu-ibu menggunakan kesempatan ini untuk membeli barang dengan harga yang murah daripada hari-hari normal sebelumya.


IMG20251207172812.jpg

Makan mie pangsit

Kami hanya membeli tikar saja di toko ini karena kami menggunakan motor ke Simpang Rangkaya sehingga bila kami membeli banyak barang tentu kami akan kewalahan untuk membawa pulangnya.

Kemudian kami singgah di sebuah warung yang menjual mie pangsit karena si kecil Alvira ingin makan mie pangsit di sore ini.

Dia sudah lama tidak kemana-mana sejak banjir sehingga ketika dia bisa keluar rumah dan melihat aneka makanan yang menggugah selera maka dia ingin menikmatinya.

Setelah makan mie pangsit kami pun pulang ke rumah karena sebentar lagi akan tiba waktu magrib dan kondisi kampung kami pun masih tergenang oleh air banjir.

Dan malam ini kami masih dalam kondisi kegelapan karena listrik belum menyala dan kami terpaksa menggunakan lilin buatan dari bahan minyak goreng dan cotton Bud sebagai penerangan di malam hari.


Sekian postinganku kali ini. Stay Healthy and Fun, Ciao...!

Regards

@ alee75

Ciptakanlah keindahan di dalam hati Anda, dan keindahan di sekitar Anda akan mengikuti - Jalaluddin Rumi

We invite you to support @pennsif.witness for growth across the whole platform through robust communication at all levels and targeted high-yield developments with the resources available.
Click Here
Sort:  

Congratulations... I have recommended this post to get support from Steemchiller and Realrobinhood.

Thanks 🙏

Loading...