Berbagi tugas dan mengawal aktivitas si kecil

Hagoe's Village: Jan, 13th 2026
Dalam sebuah rumah tangga, tentu kita akan selalu mengalami dinamika sepanjang perjalanan pernikahan kita, yang tidak hanya dalam wujud rasa bahagia dan kehangatan. Tetapi terkadang kita juga mengalami hal sebaliknya.
Cobaan dalam berbagai aspek kehidupan tidak akan pernah "sepi" mendatangi kita, yang membutuhkan kedewasaan, ketulusan serta pemikiran yang positif dalam menyikapinya.
Masalah ekonomi, anak-anak, hubungan sosial, emosional dan berbagai masalah lainnya termasuk masalah kesehatan selalu datang silih berganti dalam kehidupan kita sehari-hari.
Hal ini sering akan menyebabkan kerentanan bila kita tidak bisa menyikapinya dengan kepala dingin dan pemikiran yang jernih.
Hal tersebut diatas juga kami alami dalam perjalanan pernikahan kami yang sudah memasuki tahun ke-24, dimana kami sudah dianugerahi tiga orang anak, dengan segala dinamika dan kompleksitas yang terkait dengannya.
Kami bersyukur sudah meniti biduk rumah tangga selama 24 tahun, yang semakin menguatkan kami dalam satu tujuan, yang menjadi ruh dari ikrar pernikahan, yang kami ucapkan di hadapan penghulu pada 24 tahun yang lalu.
Sarapan pagikuSaat ini istriku sedang mengalami masalah kesehatan dan sedang diopname di sebuah rumah sakit di Kota Lhokseumawe.
Dia mengalami retensi urin beberapa hari yang lalu sehingga aku segera membawanya ke rumah sakit agar bisa mendapatkan penanganan dari dokter spesialis urologi.
Kami memilih Rumah Sakit MMC Cunda sebagai tempat untuk opname istriku karena disana ada dokter spesialis urologi, dan fasilitas rumah sakitnya pun cukup worth it.
Untuk menemani istriku diopname di rumah sakit, kami harus berbagi tugas. Karena anak bungsu kami yang saat ini sedang menjalani pendidikan sekolah dasar di kelas V di sebuah sekolah dasar di wilayah kami, juga harus tetap sekolah.
Sementara jarak dari Rumah Sakit MMC Cunda-Lhokseumawe, tempat istriku diopname dengan lokasi sekolah Si kecil Alvira (anak bungsu kami) dan kediaman kami itu sekitar 30 kilometer, yang menyebabkan aku tidak bisa menemani istriku di rumah sakit.
Untung saja, anak sulung kami saat ini sudah besar, dan sedang menyelesaikan pendidikan sarjananya di Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah, jurusan Bimbingan Konseling di UIN Sultanah Nahrahasiyah.
Sehingga istriku akan ditemani oleh anak sulung kami selama menjalani opname di rumah sakit, dan aku akan mengawal aktivitas si kecil Alvira termasuk sekolahnya.
Setelah kemarin siang mengantarkan istri ke rumah sakit, aku dan si kecil Alvira kembali ke rumah kami di Matangkuli, dan tidur di rumah kami bersama si Abang yang juga sedang libur kuliah.
Dan di pagi ini, aku segera menyiapkan sarapan pagi untukku dan anak-anak setelah melaksanakan sholat subuh di rumah.
Seperti biasa aku hanya sarapan dengan menu minimalis yaitu sebutir telur rebus dan segelas kopi espresso. Sedangkan untuk anak-anak aku menyiapkan mie soup plus telur rebus.
Cuaca hari iniSetelah sarapan pagi, aku membereskan keperluan si kecil Alvira agar dia bisa ku antarkan ke sekolahnya di pagi ini. Kemudian aku segera mengantarkannya ke sekolah yang tidak jauh dari kediaman kami.
Aku segera kembali ke rumah untuk beraktivitas di rumah saja, karena aku pun sedang dalam masa pemulihan setelah mengalami sakit beberapa hari yang lalu.
Seperti yang ku sebutkan diatas bahwa kita selalu menghadapi berbagai tantangan dalam kehidupan pernikahan termasuk kendala kesehatan dan lain-lain.
Dan dalam hal ini, istriku harus diopname di rumah sakit karena mengalami retensi urin sedangkan aku juga belum fit karena mengalami sakit.
Cuaca di pagi ini pun terlihat cukup cerah sehingga aku hanya beraktivitas di rumah saja, termasuk menyiapkan postinganku untuk hari ini.
Berkaraoke riaAku tidak masuk kantor di hari ini, karena aku telah mengambil cuti agar bisa mengurus istriku yang sedang diopname di rumah sakit dan juga mengurus anak-anak kami.
Aku merasa bosan sendirian di rumah, karena tidak ada istriku yang menemani, berhubung dia sedang berada di rumah sakit, dan si kecil Alvira pun sedang di sekolahnya.
Untuk mengusir rasa bosan, aku berkaraoke ria di rumah, sambil menunggu jadwal pulang sekolah si kecil Alvira di jam 11 siang.
Lagu Sedia Aku Sebelum Hujan. SourceAku suka dengan sebuah lagu yang sedang hits saat ini, yang dinyanyikan oleh idgitaf, yang berjudul Sedia Aku Sebelum Hujan, sehingga aku memilih lagu ini untuk ku nyanyikan di siang ini.
Btw, idgitaf ini adalah singkatan dari "I don't give a f*ck", yang merupakan nama panggung dari penyanyi lagu ini (Brigitta Sriulina Meliala), yang menggambarkan kepribadian si penyanyi yang blak-blakan dan cuek ini.
Lagunya simpel tetapi enak didengar, dan lagu ini telah dinyanyikan dalam berbagai versi bahasa serta genre musik. Di aplikasi YouTube kita bisa melihat lagu ini sudah dibuatkan dalam English version, Japanese version, Korean version dan lain-lain.
Begitu pula dengan genre musik, dimana ada juga yang menyanyikan lagu ini dengan genre rock metal dan lain-lain serta sudah dibuatkan video reaction oleh orang banyak di berbagai media sosial.
Sungai di desa kamiTepat pukul 11 siang aku menjemput si kecil Alvira di sekolahnya dan kemudian kami segera kembali ke rumah untuk beristirahat dan makan siang.
Aku hanya istirahat saja di rumah setelah makan siang dan menunaikan sholat Zuhur. Aku memantau perkembangan perpolitikan nasional melalui YouTube sambil memonitor WA grup dinas, agar aku bisa memberikan responnya bila ada suatu masalah walaupun aku sedang menjalani cuti.
Saat ini kami sedang disibukkan dengan pengumpulan data terkait kerugian materil dari peternak di wilayah kami, akibat bencana ekologis beberapa waktu yang lalu, dimana dalam beberapa waktu ke depan akan memasuki masa rehabilitasi dan rekonstruksi. Sebagai stakeholder peternakan dan kesehatan hewan, kami harus mempersiapkan data-data untuk kelancaran kegiatan dimaksud.
Setelah selesai melaksanakan sholat ashar, si kecil Alvira mengajakku untuk jalan-jalan sore, karena dia juga bosan berada di rumah saja sejak pulang sekolah tadi siang.
Kami jalan-jalan di sore ini dengan menggunakan motor saja, dan melewati jembatan desa kami yang sempat terisolir oleh endapan lumpur pada kejadian bencana ekologis bulan November tahun lalu.
Saat ini endapan lumpurnya sudah dibersihkan sehingga warga desa sudah bisa melewati jembatan ini.
Membawa si kecil jalan-jalanSebelumnya, kami jalan-jalan tanpa arah tujuan yang pasti, dan hanya mengikuti feeling saja menuju arah Kota Lhoksukon melalui jalan Arakeumudi.
Kemudian si kecil Alvira memiliki ide untuk berbalik arah menuju Simpang Rangkaya, karena aktivitas di Simpang Rangkaya biasanya cukup ramai di sore hari.
Setelah mutar-mutar sebentar, akhirnya kami singgah di sebuah Warung Indomie yang terletak di jalan A-1 menuju kantor Bupati Aceh Utara di Landeng dan juga arah menuju rumah mertuaku.
Pemandangan di warung IndomieLokasi Warung Indomie ini cukup strategis, karena berada di jalan utama menuju kantor Pemerintahan dan juga kawasan Simpang Rangkaya, yang merupakan lokasi kegiatan jual-beli barang kebutuhan pokok masyarakat.
Warung Indomie ini terbilang cukup sederhana dan menyajikan pemandangan yang cukup adem. Karena berada di pinggir sawah dengan angin yang bertiup sepoi-sepoi di sore hari ini.
Dari belakang gazebo warung ini terlihat areal persawahan yang baru saja selesai masa panennya. Dan ketika masa musim tanam tiba, kita bisa menikmati pemandangan persawahan yang menghijau dari warung ini.
Menikmati IndomieKami memesan dua porsi Indomie tumis seharga 8k IDR per porsi, dan dua gelas Nutrisari dingin seharga 5k IDR per gelasnya, untuk menemani suasana santai kami di sore ini.
Indomie merupakan makanan yang sangat umum di Indonesia bahkan di luar negeri. Indomie sangat populer di beberapa negara seperti di Nigeria, dimana Indomie sudah menjadi makanan pokok kedua mereka setelah nasi, bahkan saat ini Indomie cukup identik dengan mie instan di sana.
Indomie diproduksi di Nigeria oleh Dufil Prima Foods (joint venture dengan Indofood) dengan inovasi rasa lokal, harga terjangkau, dan strategi pemasaran kuat seperti slogan emosional "No mama be like you, no noodles like Indomie.
Hal ini yang menjelaskan mengapa Indomie yang awalnya berasal dari Indonesia, kemudian menjadi sangat populer di negara ini (Nigeria).
Tetapi harus diingat bahwa Indomie ini dibuat dengan kandungan garam dan bumbu perasa yang cukup dominan sehingga harus dikonsumsi secara bijak dan tidak berlebihan, terutama bagi anak-anak yang bisa berdampak pada kesehatan dan masa depan mereka.
Mesjid Baitul Maarif Teupin JalohKami berada di Warung Indomie ini sampai sekitar pukul 06 sore. Dan setelah selesai menikmati Indomie tumis di warung ini, kami pun segera kembali ke rumah, karena sebentar lagi akan tiba waktu sholat magrib.
Saat kami melewati jalan pulang ke rumah, para takmir mesjid sudah mulai bersiap-siap untuk pelaksanaan sholat magrib secara berjamaah di mesjid kampung kami (Mesjid Baitul Maarif Teupin Jaloh).
Update cuaca BMKGSetelah selesai melaksanakan sholat magrib, aku mulai membaca dan melakukan kurasi beberapa postingan di platform ini, sambil memantau update cuaca dari otoritas yaitu BMKG adalah singkatan dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika.
Hal ini perlu kami lakukan, mengingat kami baru saja mengalami bencana ekologis yang cukup parah, dan potensi bencana susulan pun masih cukup tinggi, karena saat ini kami masih berada dalam musim penghujan.
Aku mengantarkan si kecil Alvira ke tempatnya mengaji yang tidak jauh dari rumah kami, dan menjemputnya kembali pada pukul 10 malam.
Sebelum tidur, aku melakukan video call dengan istriku yang sedang diopname di Rumah Sakit MMC Cunda-Lhokseumawe, untuk memastikan dia baik-baik saja. Dan Alhamdulillah kondisinya sudah mulai membaik dan sudah bisa melakukan urinasi.
Dan malam ini istriku akan tetap ditemani oleh anak sulung kami, karena aku akan mengawal si kecil Alvira di rumah kami, untuk memastikan agar ia bisa tetap bersekolah di siang hari dan mengaji di malam hari.
Sekian postinganku kali ini. Stay Healthy and Fun, Ciao...!
@ alee75
Click Here 











--
Congratulations! This post has been voted through steemcurator08 We support quality posts, good comments anywhere and any tags.
Thank you for publishing an article in the Steem Kids & Parent community today. We have assessed your entry and we present the result of our assessment below.
MODs Comment/Recommendation:
My dear friend little ones are great blessings and they know how to entertain us you have great time with kids.
Remember to always share your post on Twitter. This POST LINK is a guide to that effect.
Terimakasih atas verifikasi dan respon anda, teman. 🙏