chickens eating rice for breakfast in the morning🍚🐓

in Steem of Animals10 months ago

Thumbnail Youtube Kolase Ilustrasi Tangan Lucu Coklat Putih_20250611_224238_0000.png

welcome to the steem of animals community on the iqlimaa blog this time

Matahari baru saja bersinar di balik pucuk kelapa yang menjulang di ujung belakang rumah saya embun masih setia turun di ujung daun dan udara pagi terasa segar seperti lembaran baru yang siap ditulisi kisah kehidupan hari ini saya yang baru bangun tidur menikmati keindahan alam dan angin pagi dengan seksama sebuah rumah sederhana yang dikelilingi pagar bambu rendah yang sudah tidak layak lagi untuk dibilang terdengar suara berkokok ayam yang membangunkan orang sekitar.

saya setiap pagi selalu menjadi yang kedua bangun di rumah sesudah ibu ayah saya dengan menyingsingkan lengan baju daster batik saya membawa segenggam beras di dalam tampah kecil yang terbuat dari anyaman bambu langkahnya ringan sedikit demi sedikit saya maju dengan hati-hati,ada kebiasaan yang sudah saya lakukan selama bertahun-tahun memberi makan ayam-ayam di halaman belakang rumah walaupun bukan semua ayam saya hehe.

IMG-20250611540047.jpg

IMG-20250611540050.jpg

Begitu pintu kayu dibuka saya langsung melihat ayam-ayam menghampiri dengan seksama terdengarlah suara khas dari mulut saya kriuk… kriuk. Ayam-ayam yang tadi bertengger di dahan rendah dan sebagian di kandang bambu langsung riuh dan mendekati saya sambil berlarian mereka pasti sudah terbiasa dengan suara khas itu dan mereka sudah menghafal nya betul suara langkah itu mereka hafal irama kehidupan yang selalu membawa rezeki bagi perut-perut kecil mereka.

Kriuk kriuk saya bergumam kecil semua tidak berpikir panjang lagi langsung di serbu sambil saya dengan lincah menaburkan beras ke tanah membentuk jejak melingkar seperti jalur lintasan balap biar semua kebagian sama rata beras itu putih mengilap dan bersih segera saja ayam-ayam mulai mendekat ada sekitar beberapa ekor ayam terdiri dari ayam jantan, betinadan beberapa anak ayam mungil yang bulunya masih lembut seperti kapas.

Ayam jantan yang paling besar bernama sijaga kebetulan tidak ada dalam kelompok itu saya jadi heran tapi mungkin ia belum datang jadi saya tidak memikirkan panjang lebar bulu lehernya yang mengilap kehijauan matanya tajam dan langkahnya gagah, biasanya Ia selalu jadi yang pertama turun makan namun tetap menjaga wilayahnya agar tidak terlalu gaduh Ia tahu seperti sebagai pemimpin kawanan ia harus bijak tidakk jarang ia mengais dulu tanah untuk mengecek apakah ada serangga atau biji-bijian lain yang tersembunyi lalu memanggil ayam betina untuk ikut makan tapi hari ini ia tidak sarapan bersama-sama, saya cukup khawatir langsung mendatangi kandang rupanya masih didalam kandang mematok cacing tanah yang menurut is sangat lezat sekali.

IMG-20250611540048.jpg

IMG-20250611540045.jpg

Koook koook suara panggilannya yang dalam dan sedikit serak tapi bagi ayam-ayam lain itu isyarat bahwa tempat ini aman dan makanan tersedia, di antara ayam betina ada satu yang paling setia mengikut ayam jantan tadi yang bernama si jago bersama si putih bulunya putih bersih seperti kapas dan ia adalah satu dari sedikit ayam yang bertelur paling rajin hari ini ia tampak tenang sesekali mematuk beras lalu melihat anak-anaknya yang mengintip di belakang anak-anak ayam itu mungkin baru berusia seminggu bergerak lincah namun ragu-ragu dunia ini masih terlalu besar bagi mereka tapi rasa lapar lebih besar daripada rasa takut.

Anak-anak ayam itu tampak menggemaskan ada yang berwarna coklat keemasan ada yang belang hitam putih dan ada pula yang bulunya seperti gumpalan debu disini saya tidak mengambil gambar anak ayam semua nya jarak yang begitu sibuk saya mengambil beberapa pemotretan saja namun lanjut cerita lagi mereka belum bisa mematuk dengan lincahnya kadang-kadang justru mematuk tanah kosong atau berebut satu butir beras yang sama tapi tak ada yang marah tidak ada yang menyikut atau mencakar ayam-ayam kecil itu masih penuh kehangatan.

Sambil memberi beras saya memperhatikan mereka dari kejauhan senyum tipis tersungging di wajah saya di dunia yang semakin keras dan cepat ini menyaksikan ayam-ayam makan pagi seperti melihat lukisan kehidupan yang utuh seperti ada ketenangan ada keteraturan dan ada yang paling penting adalah rasa syukur.

Sambil melihat ayam-ayam itu pikiran saya seketika melayang dulu ketika anak-anaknya masih kecil ia sering mengajak mereka memberi makan ayam mengajar berbagai metode cara mencari makan dengan baik dan mematok tanah yang memiliki makanan yang aman untuk tubuh nya dan bahkan saya mengira masing-masing ayam seperti tokoh-tokoh kartun tapi kini anak-anak itu sudah beranjak besar sudah pintar mencari makan sendiri tanpa harus berharap pada majikannya seperti nya begitu saya pikir kan hehe.

Suara-suara patukan beras terdengar seperti simfoni alam tidak ada kebisingan mesin tidak ada suara klakson atau teriakan hanya suara ayam di pagi hari yang hampir tiap hari saya dengar dengan baik desir angin, tiba-tiba seekor ayam kecil terpeleset Ia jatuh terduduk di tanah seperti sangat lapar hingga berebutan makan beras yang sedang saya taburi sedikit demi sedikit,si Putih segera mendekat mematuk lembut kepala anaknya seperti menenangkan Anak ayam itu bangkit lagi menatap beras yang tadi terlepas ia lalu mencoba mematoknya kembali kegigihan yang sederhana tapi begitu tulus.saya seketika tersenyum melihat tingkah laku ayam-ayam ini sangat lah berinvestasi.

IMG-20250611540045.jpg

IMG-20250611540042.jpg

Waktu berlalu. Matahari kini mulai menyinari halaman dengan lebih terik dan tegak butiran beras yang tadi tersebar kini nyaris habis Ayam-ayam mulai menyebar
lanjut mencari makan sendiri beberapa kembali ke kandang,beberapa berteduh di bawah bayangan pohon kelapa anak-anak ayam mengumpul lagi di bawah sayap induknya tidur siang sejenak setelah sarapan.

Saya berdiri merapikan tampahnya yang kosong pagi ini seperti pagi-pagi sebelumnya saya telah menjalankan rutinitas yang tampaknya sederhana tapi penuh makna saya berjalan perlahan kembali ke dapur meninggalkan halaman yang kini kembali sunyi hanya tersisa jejak-jejak cakar di atas tanah.

Dari luar nalar kita mungkin memberi makan ayam hanya pekerjaan sepele tapi bagi saya itu adalah bagian dari hidup yang penuh nilai setiap harinya butir beras yang saya sebarkan adalah kasih sayang setiap patukan ayam adalah syukur atas rezeki dan setiap pagi adalah kesempatan baru untuk mencintai kehidupan dalam bentuk yang paling sederhana.

Terimakasih sudah singgah dan membaca postingan saya,sampai jumpa lagi di postingan selanjutnya......
Sort:  

Congratulations... I have recommended this post to get support from Steemchiller and Realrobinhood.

 10 months ago 

Terima kasih dek sudah memilih postingan saya yang terbaik dan atas dukungannya selalu semoga sukses selalu buat dek ulfa 🤲🏻💕

Ayam nya sangat sehat sekali ,pasti nama nya ayam jago 😊

 9 months ago 

Iya

Coin Marketplace

STEEM 0.06
TRX 0.31
JST 0.062
BTC 66762.42
ETH 2055.34
USDT 1.00
SBD 0.50