The Diary Game || Si kembar pulang.
![]() |
|---|
Aku bangun pagi-pagi dan badanku terasa pegal dan sakit, semalam alhamdulillah kedai mie kami ramai dan kami telat tutup kedai hingga pagi ini aku telat bangun. Selesai mandi dan sarapan lontong aku keluar rumah untuk menjemur pakaian.
Subhanallah,,, cuaca hari ini sangat indah dan cerah aku menghirup udara segar dan tampak tenang. Tiba-tiba, si oyen sudah berada di kaki kananku, ia berputar dan mengibaskan ekornya di kakiku, dan aku sedikit geli.
Aku kasihan, ku ambilkan sisa ayam kemarin yang aku beli untuk kucing imut ini. Sebelum itu, kurebus dulu sampai matang agar ia makan sampai habis. Setelah dingin, aku masukkan dalam wadah dan kuberikan untuk di oyen, sudah daritadi ia menunggu di depan pintu.
Betapa lezatnya makanan si oyen, sampai ia makan hingga habis yang tinggal hanya tulangnya saja., 😅.
Siang hari aku ke rumah ibuku, di sana kedatangan tamu dari jauh jadi aku ikut melihatnya, ternyata ada sepupuku dari Banda dan kakakku yang pulang tadi, dia menempuh perjalanan hampir empat jam menuju ke sini, lebaran macet di persimpangan jalan, di kota macet dan katanya ia singgah berteduh di beberapa tempat.
Kakakku ke sini bersama dengan kedua putranya yang kembar beserta suaminya, mereka mengendarai sepeda motor dan sangat kelelahan sekali.
Kulihat si kembar asyik bermain sepeda di rumah bibi ku. Aku urungkan niat terlebih dulu untuk ke rumah ibuku, aku singgah sebentar di sana untuk melihat di kembar, rasanya sudah lama sekali tidak bertemu semenjak mereka masih di sekolah TK dan sekarang mereka sudah kelas 1 SD, sudah setahun lebih.
Mereka sangat menikmati pulang ke kampung halaman ibunya, si abang tak ingin pulang ke rumah ingin bermain di di sini saja, 😊. Ada aja, dia senang di sini karena dekat dengan sungai, banyak wahana permainan dan juga banyak teman, sedangkan di tempat mereka tinggal, yang paling dominan hanya pohon rambutan, pinang dan coklat. Mereka tinggal di dekat pegunungan, rumah mereka dan tetangga lumayan berjarak dan di sekelilingnya hutan. Aku sudah pernah ke sana, dan untuk menginap semalampun aku tak mau, belum lagi jaringan internet lelet, ditambah jauh dari perkotaan 😐.
Tapi, aku senang berada di sana, banyak pohon-besar dan udara di pegunungan benar-benar bersih dan segar, banyak gunung menjulang tinggi dan kita terbebas dari kebisingan, di sana kita damai dan menenangkan. Mungkin itu poin plus tinngal di pegunungan.
Sore hari aku terasa lapar, aku ingin makan sesuatu yang berkuah dan pedas, sebenarnya aku ingin makan mie pangsit akan tetapi, warungnya sangat jauh, di tempat tinggal ku tak ada yang menjualnya.
Akhirnya aku ke warung terdekat saya, di warung kakakku tersedia bakso dan aku makan bakso saja, aku pesan satu porsi bakso urat biasa di bungkus, aku lebih enak makan di rumah. Setelah membayar aku langsung pulang ingin segera mencicipinya.
semua gambar saya.






Upvoted! Thank you for supporting witness @jswit.
mohon maaf, foto si kembar saya proses yaa... semoga berkenan
💕🥰 Terima kasih banyak bang munaa..
👍