Lifestyle the diary game||Behind My Stall: The Delight of Fried Food and the Fragrance of Bandrek||05-01-2026

in RECREATIVE STEEM2 months ago

Assalamualaikum teman-teman semua berjumpa lagi dengan aku, seperti biasa aku bercerita tentang kegiatan aku di warung gorengan tercinta aku.

1000193690.jpg
Tampak depan warungku

Mentari pagi sudah sangat bersinar, seperti biasa aku harus segera buka warung, tetapi sesudah aku bereskan anak aku, sudah aku beri makan dan aku ajak dia ke warung, karena di sana dia bisa bermain dengan sepupu nya, yang rumahnya depan warung aku.

Sampai lah aku di warung, seperti biasa aku harus keluar kan semua barang aku, seperti kompor, gas, rak piring kecil, wajan dan minyak makan, dan tepung untuk menggoreng, kemudian aku pasang kompor nya dan aku panaskan minyak goreng, berlanjut dengan aku membuat air rebusan bandrek.

Kemudian aku juga membuat tepung adonan, bahan nya seperti biasa, aku hanya pakai tepung beras, dan juga garam secukupnya nya, aku tambahkan air sesuai yang di inginkan, dan tidak lupa aku taruh juga Royco dan juga daun seledri untuk supaya nanti tepungnya wangi, dan pisang yang kita goreng akan semakin harum tercium oleh pelanggan.

1000193689.jpg
Selesai menggoreng

Disini aku selalu pakai celemek untuk pelindung baju aku, supaya tidak kotor dan tidak terkena tepung- tepung goreng dan muncratan minyak goreng, karena celemek aku sudah waterproof katanya saat aku beli, biasa kalau orang yang pekerjaannya menggoreng pasti bajunya akan terkena kotoran tepung dan lainnya kalau tidak pakai celemek.

Suasana pagi ini di warung sedikit sepi karena cuaca sangat panas hari ini, walaupun ada juga yang datang membeli, dan karena sudah masuk sekolah jadi yang datang membeli terkadang banyak yang guru pulang sekolah, mungkin karena untuk pengganjal perut sebelum mereka masak di rumah, ada juga anak sekolah saat pulang sekolah.

Dan Alhamdulillah untuk yang datang membeli ada saja yang datang, walaupun kadang mereka datang tidak segerombolan tetapi satu persatu dan hasilnya lumayan juga, untuk jam segini saja aku sudah senang walaupun yang datang tidak ramai, tetapi terkadang mereka belinya sekalian banyak.

1000193401.jpg
Gorengan ku

Gorengan yang selalu di cari oleh kaum anak-anak sampai yang tua, walaupun kadang rasanya capek tetapi selalu bersyukur masih bisa Berjualan, gorengan di pinggir jalan biasa banyak peminat nya, apalagi masih panas gini orang terkadang ada yang membeli sampai berbungkus- bungkus, dan apalagi bercampur semerbak air bandrek dan gorengan menambahkan kenikmatan bagi yang menghirup nya.

Sesekali aku membuka tutup panci air bandrek supaya pelanggan dapat singgah karena mencium aroma gorengan aku dan juga air bandrek yang bikin badan terasa enak saat kita meminumnya. Inilah enaknya kalau berjualan walaupun di kampung tetapi di pinggir jalan, jadi mudah mencari pelanggan, dan mereka tidak susah lagi mencari gorengan, karena mudah untuk di cari.

Baiklah teman-teman steemian sampai di sini dulu ya cerita aku, sampai bertemu kembali di blog aku berikutnya, dan jangan lupa untuk vote, comment dan share ya teman-teman steemit ku ☺️.

Salam saya @wuland🥰

Sort:  

Waalaikumsalam. This is a very warm and heartfelt diary. I really enjoyed reading about your daily routine at the stall, from preparing the fried snacks to the fragrant bandrek that surely attracts customers. Your dedication as a parent and a hardworking seller is truly admirable. Even when the stall is not very busy, your gratitude and positive spirit really shine through your writing. Thank you for sharing this simple yet meaningful slice of daily life. Wishing you smooth business and abundant blessings. 🌸

Aamiin🤲, terimakasih telah membaca postingan saya, dan telah mendukung saya ☺️

Thank you for your valuable efforts! Keep posting high-quality content for a chance to receive more support from our curation team
1000032815.png
Curated By @yuswadinisam

Terimakasih dukungannya @yuswadinisam

Coin Marketplace

STEEM 0.06
TRX 0.29
JST 0.049
BTC 70644.93
ETH 2075.49
USDT 1.00
SBD 0.47