The Diary Game, Sabtu, 12 September 2020 ( Hujan Mengguyur Bumi)steemCreated with Sketch.

in Steem Schools5 years ago

IMG_20200914_004024.jpg

Hari ini saya bangun terlambat, sekitar jam 5.30 pagi. Ini akibat tadi malam saya tidur terlambat, setelah menemani suami menyelesaikan pekerjaan nya. Di luar terdengar suara hujan deras. Entah jam berapa hujan mulai turun. Saya bergegas ke kamar mandi, berwudhu dan menunaikan ibadah salat subuh. Setelahnya saya langsung ke dapur untuk menyiapkan sarapan pagi sekaligus menu makan siang. Hari ini saya memasak Tumis Ikan Rambeu (Ikan Kuwe), dan juga menggoreng beberapa potong ikan goreng. Setelahnya saya di sibukkan dengan rutinitas harian lainnya, mencuci semua peralatan dapur yang kotor, menyapu dan merapikan seluruh mainan anak yang berserakan.

Kemudian saya membangunkan anak-anak agar tidak terlambat ke sekolah. Setelah membereskan mereka bertiga dan menyiapkan semua keperluan sekolahnya, kami menikmati sarapan pagi bersama. Hujan sudah mulai reda. Hanya tersisa rintik-rintik yang tidak terlalu kentara. Tidak lama setelahnya, mereka ke sekolah dengan di antar oleh Ayahnya. Karena saya masuk jam ke tiga (sekitar jam 8.50 pagi), saya masih sempat mengerjakan pekerjaan lainnya. Saya memasukkan semua baju kotor yang berwarna ke dalam mesin cuci, agar saat saya pulang nanti, saya bisa langsung menjemurnya. Saat jam menunjukkan pukul 8 pagi, saya mempersiapkan diri untuk pergi ke sekolah.

IMG_20200913_234832.jpg
masakan saya hari ini untuk keluarga saya

Waktu menunjukkan pukul 8. 20 pagi saat saya keluar dari rumah. Matahari belum menampakkan sinarnya. Hanya saja, hujan sudah berhenti. Dalam perjalanan, tidak terlalu jauh dari Simpang Rankaya, hujan sudah mulai turun lagi. Dan sialnya lagi, saya tidak membawa mantel hujan. Saya mempercepat sepeda motor yang saya bawa, agar sampai ke sekolah tepat waktu dan tidak kebasahan. Namun baru sampai di Kuta, tepat nya di Dayah Ruhul Islam, hujan deras membasahi bumi. Saya terpaksa berteduh di warung kecil yang terletak di samping Dayah Ruhul Islam setelah meminta izin kepada pemilik nya. Petir sesekali menyambar, dan si pemilik warung mengingatkan saya untuk mematikan ponsel yang saya bawa, agar tidak terjadi hal-hal yang tidak di inginkan.

Segera saya menelpon salah seorang guru piket untuk memberitahu keberadaan saya dan meminta tolong agar dia menggantikan tugas saya dalam mengajar. Setelahnya saya mematikan ponsel seperti anjuran bapak pemilik warung. Saya menunggu dengan penuh kebosanan. Terjebak hujan di tempat yang tidak saya harapkan, membuat saya gelisah. Terlebih ponsel mati dan saya tidak bisa menghubungi siapa pun. Detik-detik berlalu begitu lambat. Hanya Tuhan yang tahu betapa bosannya saya hanya duduk tanpa bisa melakukan apapun. Jam 11 pagi, saat hujan sudah tidak sederas tadi, saya memutuskan untuk pulang ke rumah. Ke sekolah pun tidak mungkin lagi, karena aktivitas belajar mengajar berakhir pada jam 11 pagi tepat.

IMG_20200913_175337.jpg
jeruk yang saya beli di Kedai pinggiran jalan saat saya sedang berteduh

Saat mendekati Simpang Rankaya, hujan kembali turun dengan deras. Saya berhenti lagi di Kedai pinggiran jalan, yang menjual buah-buahan. Merasa tidak enak dengan pemilik Kedai, saya memutuskan untuk membeli 2 kilo jeruk dan 1 buah semangka seberat 4 kilo. Setelah membayar sebanyak Rp.60.000, saya mengajak si pemilik kedai berbincang-bincang sambil menunggu hujan reda. Jam 1 siang, hujan mulai sedikit reda. Setelah mengucapkan terimakasih kepada pemilik Kedai buah-buahan, saya pamit pulang. Walaupun basah saya sudah tidak terlalu peduli. Saya tiba di rumah 8 menit kemudian, dengan kondisi kebasahan. Saya langsung mandi dan berganti pakaian bersih. Kemudian menunaikan ibadah shalat dhuhur, dan makan siang bersama keluarga.

IMG_20200913_234752.jpg
semangka yang sudah saya potong kecil-kecil

Setelah makan siang, saya mencuci bersih buah-buahan yang saya beli dan juga mengupas semangka. Kemudian saya ke ruang keluarga menemani anak-anak bermain sambil menikmati semangka dan jeruk. Di luar masih hujan deras. Si Kakak meminta saya membantu nya mengerjakan tugas menggambar yang di kerjakan nya dengan menggunakan Laptop. Hari ini dia menggambar Manusia Salju. Katanya ide itu datang akibat hujan yang tidak berhenti. Setelah selesai membantu Si Kakak, saya mengajak anak-anak tidur siang sebentar. Tapi hari ini tidak ada satupun yang mau tidur siang. Mereka hanya ingin bermain seharian. Saat saya sudah lelah membujuk, Si Kakak malah meminta saya untuk membuatkannya Bubur Ketan. Katanya cuaca dingin begini enaknya makan yang panas-panas.

IMG_20200913_130838.jpg
manusia salju yang di Gambar Si Kakak dengan menggunakan Laptop

Tak mau berdebat dengan nya, saya bergegas ke dapur dan mengecek bahan yang saya butuhkan untuk membuat bubur Ketan. Kebetulan masih ada sisa Ketan Hitam, yang saya beli saat musim Durian bulan lalu. 40 menit kemudian, bubur Ketan Hitam, selesai saya masak. Sambil menunggu buburnya hangat, saya sholat Ashar terlebih dahulu. Sisa sore harinya, saya habiskan bersama keluarga saya, sambil menikmati bubur Ketan Hitam, dengan di temani alunan suara hujan. Hampir jam 6 sore, saat hujan tersisa rintik-rintik, dan tidak lama kemudian betul-betul berhenti.

IMG_20200913_235105.jpg
bubur ketan hitam yang menemani kami di sore hari

Malam harinya, setelah sholat dan makan malam, saya dan suami bergantian mengajari anak-anak mengaji dan mengerjakan tugas dari sekolahnya. Jam 8.30 malam, mereka menguap, tanda bahwa mereka sudah mengantuk. Mungkin karena hari ini mereka tidak tidur siang maka malamnya mereka cepat mengantuk. Setelah mereka mencuci tangan dan kaki, saya menemani mereka di kamar. Mungkin hanya lima menit, saat mereka mulai bernapas dengan pelan dan teratur. Saya mengisi waktu dengan mengerjakan diary saya hari ini dan membaca beberapa postingan kawan-kawan lainnya, memberi komentar saat ada kekurangan agar mereka bisa memperbaiki ke depannya serta memberikan kurasi. Jam 2 malam, saya beranjak ke kamar dan beristirahat agar esoknya tubuh saya kembali segar.

Sekian diary saya hari ini, terimakasih sudah berkunjung ke postingan saya.

Saya tergabung dalam tim Aceh-indonesia yang terdiri dari @anroja, @p3d1, @muzack1 dan @lord-geraldi.

More about me click👉 (Here)

Gabung bersama kami di Discord The Diary Game Indonesia.

Salam @ernaerningsih.

Sort:  

Luar biasah, jam 01.30 pagi buk Erni Masi sempat ngepost 😊

Soalnya jam segini baru ada waktu. 🤣🤣

Hhhheee, keren buk

Keren bacut. 😂😂

We older brothers always like to pick on our younger siblings (haha). It's really good you left to the kitchen to avoid arguing with him. He would never accept defeat even if his snowman didn't impress you :)

#onepercent
#ghana

😀😀😀😀.... Yeah that's right. Thank you for stopping by @njaywan.

Bu, saran saya jangan sajikan buah-buahan setelah makan siang. Untuk meningkatkan khasiatnya, sebaiknya buah-buahan di konsumsi saat perut dalam keadaan lapar, dan 30 menit kemudian baru makan nasi. Salah satu yang kita rasakan saat mengkonsumsi buah-buahan setelah makan adalah perut kembung.
#onepercent
#indonesia

Betul sekali itu. Biasanya juga begitu. Buah dulu baru nasi. Entah kenapa kemarin begitu. Faktor hujan mungkin yang menjadi kambing hitam nya...

Hujan gak ada lagi kambing hitam bu, udah masuk kandang...😀😀

Masa sih? 🤣🤣🤣

🤣🤣🤣🤣

Masakan kuah ikan rambenya mirip sama masakannya orang Padang, super kental. Rasanya pasti nendang di lidah 😃

I saw delicious food in the first picture and I like this food very much. In the second picture you have shared a very nutritious fruit with us and thank you so much for sharing such a beautiful post with us.
#onepercent #bangladesh

Thanks so much

Thank you for taking part in The Diary Game on Steem.

And thank you for setting your post to 100% Powerup.

Keep following @steemitblog for the latest updates.

The Steemit Team

Thank you so much

Coin Marketplace

STEEM 0.05
TRX 0.29
JST 0.043
BTC 67715.88
ETH 1969.01
USDT 1.00
SBD 0.38