Album kenangan yang takkan "terhapus" oleh banjir

in STEEM FOR BETTERLIFE16 days ago

IMG_20260108_090109.jpg

div.png

Hagoe's Village: Jan, 7th 2026

Hari ini aku kembali melanjutkan kegiatanku membereskan rumah kami pasca bencana ekologis, termasuk menjemur foto-foto di album pernikahan kami yang sempat rusak saat banjir bulan kemarin.

Tadi malam aku kurang tidur, karena aku terbangun sekitar pukul 02 dinihari, dan kemudian tidak bisa segera kembali tidur lagi sampai sekitar pukul 04 dinihari.

Karena hampir dua jam belum bisa tidur lagi, kemudian aku menghidupkan handphone dan menonton film samurai sebentar. Dan akhirnya aku bisa tidur kembali dan terbangun di jam 06 pagi.

Sebagai generasi yang lahir di tahun 70-an, film samurai merupakan film favoritku. Bahkan film-film sudah seperti melatonin trigger bagiku, dimana ketika mau tidur di malam hari aku sering menonton film ini, dan baru beberapa saja, kemudian aku segera tertidur.

Di memori ku masih tersimpan kenangan film-film samurai dan ninja sampai dengan saat ini. Dulu sewaktu masih kecil, di televisi nasional (TVRI), sering tayang serial film seperti Ohara yang dibintangi oleh Pat Morita, atau film-film yang dibintangi oleh Masaaki Hatsumi.

Atau serial Oshin yang menggambarkan kehidupan dan budaya Jepang di masa lalu, sehingga aku sangat suka dengan film-film samurai, dengan background budaya dan beladiri Jepang sampai dengan saat ini.

IMG20260107073933.jpg

Di depan Puskeswan Matangkuli

Setelah sarapan pagi, aku menuju Puskeswan Matangkuli untuk melakukan presensi pagi melalui aplikasi Siapacut, dan kemudian segera kembali ke rumah.

Aku tidak masuk kantor di Lhoksukon dan akan beraktivitas di rumah saja, karena masih banyak pekerjaan rumah pasca banjir yang belum selesai aku lakukan untuk membereskan rumah kami.

Dan rencananya aku akan mengurus pembayaran pajak mobil kami yang sudah jatuh tempo pada hari ini.


IMG20260107074213.jpg

Endapan lumpur masih ada dimana-mana

Aku pulang ke rumah dan memilih rute terdekat saja, meskipun jalannya masih dipenuhi oleh endapan lumpur, terutama di kanan-kiri jalan. Sedangkan di badan jalannya tinggal menyisakan sedikit tanah yang menjadi debu yang beterbangan saat matahari panas serta tiupan angin.

Pemandangan seperti ini masih banyak ditemui di lokasi yang terdampak bencana ekologis, terutama di Provinsi Aceh. Bahkan ada rumah-rumah warga masih dipenuhi oleh endapan lumpur sampai 2-3 meter sehingga mereka belum bisa kembali ke rumahnya.

Padahal sudah sebulan lebih bencana ekologis terjadi, tetapi derita para korban belum juga berakhir. Bahkan nasib mereka masih gelap, mengingat harta benda dan usaha mereka juga hilang oleh banjir.

Kita belum melihat skema apa yang akan dilaksanakan untuk proses rehabilitasi dan rekonstruksi para korban bencana ekologis ini kedepan.


IMG20260107081704.jpg


IMG_20260108_090201.jpg

Menjemur foto album pernikahan

Saat tiba di rumah, aku segera melanjutkan kegiatanku membereskan rumah kami. Dan untuk pagi ini, dimulai dengan mengangkut kayu bakar yang telah ku potong-potong kemarin ke tempat penyimpanan di dekat dapur outdoor kami.

Kemudian aku menjemur foto-foto pernikahan kami sempat basah pada bulan kemarin. Album foto pernikahan kami rusak karena terjatuh kedalam sisa-sisa banjir saat dilakukan pembersihan rumah sehingga aku mencoba untuk menjemur foto-foto di album pernikahan kami ini, dengan harapan masih ada yang bisa disimpan.

Karena kami menikah pada tahun 2002 lalu, dan saat itu belum ada perangkat canggih untuk foto-foto seperti saat ini. Jadinya hasil jepretan kamera hanya tersisa di album ini. Sedangkan klise filmnya sudah raib entah kemana.

Saat menelisik foto-foto yang basah ini, beragam kenangan kembali di ingatan ku, termasuk beberapa kerabat dan teman yang ada di foto tersebut yang sudah lebih dulu berpulang ke hadirat-Nya.

Foto-foto ini menyimpan kenangan bagi kami semua, tetapi walaupun foto-foto ini telah rusak, tetapi kenangan indahnya tetap tersimpan di sanubari kami.


IMG20260107122239.jpg

Membeli bumbu

Menjelang siang aku dihubungi oleh adik ipar yang bekerja di Samsat Lhoksukon dan meminta kami untuk mengirimkan foto STNK dan pajak mobil kami agar bisa diurus pembayaran pajaknya, sehingga kami tidak harus menuju kantor Samsat nya.

Kemudian kami menjemput si kecil Alvira dari sekolahnya dan selanjutnya kami akan ke Simpang Rangkaya untuk berbelanja barang kebutuhan kami untuk hari ini.

Rencananya nanti sore kami akan membuatkan nasi kuning untuk menu makan malam kami sehingga kami akan membeli daging ayam di Parang Sikureueng dan membeli bumbunya serta sayur-sayuran di Simpang Rangkaya.


IMG20260107130542.jpg

Peucicah untuk makan siang

Sepulang dari berbelanja di Simpang Rangkaya, kami mampir di Keudee Matangkuli untuk membeli lauk pauk siap saji dan sayur kesukaan ku, yaitu Peucicah di sebuah lapak disana.

Tidak semua lapak penjualan menyediakan menu Peucicah ini, dan kami sering membelinya di sebuah lapak langganan di Keudee Matangkuli.

Jadi walaupun istriku belum sempat memasak, kami tetap bisa makan siang dengan menu yang kami beli tadi di sebuah lapak penjualan lauk-pauk siap saji di Keudee Matangkuli.


IMG20260107170045.jpg

Di Puskeswan Matangkuli

Setelah selesai melaksanakan sholat ashar, aku kembali ke kantor Puskeswan Matangkuli untuk melengkapi presensi sore ku.

Si kecil Alvira ikut denganku karena ia ingin membeli jajanan di Simpang Parang Sikureueng pada sore ini. Dan setelah membeli jajanan di kecil, kami segera kembali ke rumah kami.


Ayam rendang
Ayam sambel
Tauco kikil
Kerupuk udang

Menu pelengkap untuk nasi kuning

Istriku sudah mulai menyiapkan menu untuk makan malam kami, yang dalam hal ini adalah nasi kuning bersama si kakak, sejak tadi.

Nasi kuning adalah salahsatu menu favorit keluarga kami, dan untuk melengkapi sajian nasi kuning, istriku akan menyiapkan beberapa menu lainnya seperti ayam rendang, ayam sambal, tauco kikil serta kerupuk.

Semua menu ini dikerjakan sendiri oleh istriku yang dibantu oleh anak sulung kami yang juga punya hobby memasak.


IMG20260107183955.jpg

Makan malam dengan nasi kuning

Dan sebelum waktu sholat magrib tiba, kami sudah bisa makan malam bersama, karena menunya telah disiapkan oleh istriku dan juga si kakak yang membantu bundanya.

Setelah makan malam, kami segera bersiap-siap untuk melaksanakan sholat magrib untuk hari ini. Dan setelah selesai sholat magrib, aku mengantarkan si kecil Alvira ke tempatnya mengaji yang tidak jauh dari kediaman kami.


Sekian postinganku kali ini. Stay Healthy and Fun, Ciao...!

Regards

@ alee75

Ciptakanlah keindahan di dalam hati Anda, dan keindahan di sekitar Anda akan mengikuti - Jalaluddin Rumi

We invite you to support @pennsif.witness for growth across the whole platform through robust communication at all levels and targeted high-yield developments with the resources available.
Click Here