Survive pasca bencana ekologis

Hagoe's Village: Dec, 6th 2025
Hari terus berganti dan masyarakat di tiga provinsi di Sumatera yaitu Aceh, Sumatera Utara dan Sumatera, khususnya korban banjir terus berjuang menghadapi dampak bencana ekologis yang cukup parah diakhir bulan November kemarin.
Hari ini sudah memasuki hari kedua belas sejak banjir bandang menerjang beberapa kabupaten dan kecamatan di tiga provinsi tersebut.
Pemerintah belum juga menetapkan status bencana ini sebagai Bencana nasional, meskipun telah banyak pihak mendesak agar penetapan status bencana nasional segera dilakukan untuk memaksimalkan sumber daya dan dana untuk proses penanggulangan bencana ini.
Bahkan diawal-awal ada pernyataan dari Kepala BNPB (Badan Nasional Penanggulangan Bencana) yang cukup menghina rasa kemanusiaan dan merendahkan korban bencana ini dengan menyatakan bahwa banjir ini tidak parah dan hanya heboh di media sosial saja.
Tetapi pada faktanya banjir ini telah meluluh-lantakkan wilayah di tiga provinsi di Sumatera dengan segala kerusakan dan kerugian yang dialami oleh warga masyarakat.
Meskipun belakangan, Kepala BNPB meminta maaf atas pernyataannya tersebut, tetapi masyarakat sudah terlanjur terluka atas respon pemerintah yang seharusnya cepat tanggap atas kondisi darurat ini.
Setelah Menteri Pertahanan Syafrie Syamsudin turun ke lokasi bencana, barulah Presiden mendapatkan informasi akurat tentang kondisi di lapangan, dan kemudian barulah para Menteri dan stakeholder terkait kelabakan merespon situasi ini.
Ternyata banyak "buble-buble" di lingkaran Presiden yang memberikan informasi sesat tentang kondisi ini, sama seperti kejadian pada demonstrasi besar-besaran pada bulan Agustus lalu.
Ikan lele dumbo. Video reelsSampai hari kedua belas sejak bencana ekologis ini berlangsung, banyak daerah pedalaman yang masih terisolir, dan mereka kelaparan karena tidak ada supply makanan, air minum dan berbagai kebutuhan lainnya.
Alhamdulillah di desa kami banjir telah surut dan tinggal menyisakan endapan lumpur dimana-mana. Tetapi kami masih sangat sulit untuk mendapatkan bahan bakar minyak (BBM) dan berbagai bahan pokok lainnya.
Harga barang-barang meningkat sangat fantastis, hampir tiga kali lipat dari sebelumnya, dan barangnya pun sangat langka.
Alhamdulillah setiap harinya kami selalu mendapatkan ikan-ikan dari hasil memasang jaring ikan di sungai di depan rumah kami, sama seperti saat banjir berlangsung selama seminggu.
Dan pagi ini kami kembali mendapatkan seekor ikan lele dumbo betina yang cukup besar dari jaring ikan yang kami pasang di sungai.
Menyiangi ikan leleIkan lele dumbo ini diantarkan ke rumah oleh adik kami, dan kemudian aku menyiangi ikan lele dumbo ini agar nantinya bisa dimasak sebagai menu makan kami siang ini.
Rencananya, ikan lele dumbo ini akan kami masak dengan bumbu kelapa gongseng, sama seperti memasak ikan Sembilang, yang merupakan kuliner khas Aceh.
Membeli bumbuSetelah selesai menyiangi ikan lele dumbo ini, aku mengajak istriku untuk berbelanja barang kebutuhan dan juga membeli bumbu, agar bisa memasak ikan lele dumbo ini untuk makan siang kami.
Kami membeli bumbu siap pakai di sebuah lapak langganan di kawasan Simpang Rangkaya, karena kami tidak bisa membuat bumbu sendiri, yang disebabkan oleh listrik yang masih padam, sehingga kami tidak bisa menggunakan blender untuk membuat bumbu.
Membeli ikan asinDi sebuah lapak langganan di kawasan Simpang Rangkaya ini, kami juga membeli sejumlah ikan asin untuk stok makanan kami di rumah, karena situasi belum normal.
Di tengah kondisi darurat seperti ini, kami membeli barang-barang makanan yang tersedia saja di pasar, agar kami tidak kelaparan.
Sama seperti harga barang-barang lainnya, harga ikan asin ini pun mengalami peningkatan, karena distribusinya yang terhambat.
Jalan darat yang menjadi andalan untuk distribusi barang-barang kebutuhan masih belum bisa ditembus karena rusak akibat banjir kemarin.
Membeli telur dan berasSetelah selesai berbelanja di Simpang Rangkaya, kami singgah sebentar di rumah adik kami di Keudee Matangkuli untuk melihat kondisi ayah dan ibu kami yang mengungsi di rumah adik sejak hari kelima banjir.
Alhamdulillah kondisi mereka masih kondusif. Dan kemudian aku dan istriku mencoba untuk berbelanja barang kebutuhan di Keudee Matangkuli.
Harga barang-barang kebutuhan ternyata juga naik signifikan. Harga beras medium yang biasanya sekitar 220k IDR per karung, hari ini sudah seharga 250k IDR.
Begitu pula dengan harga telur ayam yang biasanya dijual dengan harga sekitar 55k IDR per papan, hari ini dijual dengan harga 120k IDR per papannya.
Kami membeli beras karung terakhir yang ada di toko ini, walaupun harganya tidak seperti biasanya. Begitu pula dengan telur ayam yang harganya cukup tinggi dan stoknya cukup langka.
Memasak ikan lele dumboAku sempat mutar-mutar untuk mencari Pertamax di beberapa Pertashop yang ada di kawasan kami. Alih-alih mendapatkan Pertamax, malah Pertamax yang ada di tangki mobil yang ikut berkurang, karena kami tidak mendapatkan Pertamax untuk mobil kami.
Kemudian kami segera pulang ke rumah untuk memasak menu makan siang kami hari ini, karena jam sudah menunjukan tengah hari.
Dan aku turun langsung ke dapur untuk membantu istriku menyiapkan menu makan siang kami hari ini.
Kepala ikan lele dumboAlhamdulillah saat makan siang, Ikan lele dumbo ini sudah selesai kami masak, sehingga kami bisa makan siang dengan menu ini bersama keluarga.
Sebagian dari masakan ikan lele ini aku antarkan ke rumah ibu kami di sebelah rumah kami, karena disana ada adikku yang bertahan dan tidak mengungsi saat banjir kemarin.
Telur lele gorengDaging ikan lele dumbo yang kami dapatkan dari hasil memasang jaring ikan, kami masak dengan bumbu kelapa gongseng sedangkan telur ikan lele dumbo yang berukuran cukup besar ini aku goreng dengan menambahkan tepung.
Telur ikan lele dumbo ini cukup enak jika di goreng dan memiliki kandungan nutrisi yang cukup tinggi.
Telur ikan lele adalah salah satu makanan padat gizi (nutrient-dense) yang sangat kaya akan protein berkualitas tinggi, yaitu asam lemak Omega-3 (EPA & DHA). Juga mengandung Vitamin B kompleks (B12, B6, folat, riboflavin) serta mineral penting seperti selenium, zinc, dan zat besi.
Makan malamSore ini kami hanya memasak mie instan untuk menu makan malam kami karena kami punya cukup banyak mie instan hasil dari sumbangan dari berbagai pihak.
Sebenarnya kurang bagus juga mengkonsumsi mie instan ini terlalu sering, tetapi kondisi memaksa kami menerima apapun yang ada untuk bertahan hidup.
Dan kami makan malam lebih cepat sebelum waktu magrib agar kami tidak kegelapan karena listrik belum nyala di daerah kami.
Sembako pemberian kakakSetelah selesai waktu sholat magrib, kakakku yang tinggal di Kota Lhokseumawe tiba di rumah kami dengan membawa sejumlah bahan makanan pokok untuk kebutuhan kami.
Alhamdulillah kakak yang tinggal di Lhokseumawe tidak terdampak bencana ekologis kali ini.
Dan baru hari ini kakak bisa berkunjung ke rumah kami karena selama banjir kemarin, akses ke rumah kami terputus yang menyebabkan kami sempat terisolir.
Sekian postinganku kali ini. Stay Healthy and Fun, Ciao...!
@ alee75
Click Here 











