Like always a good and clear entry. Fun and creativity included. You always seem to step from one party into the next. Has the entire villages be married now?

・★・
| Title/Judul | ✅ |
| Text/Teks | ✅ |
| Photos/Foto | ✅ |
| Hashtags/Tagar | ✅ |
| AI used/Menggunakan AI | - |
| Commenter/Pengomentator | ✅ |
| Remarks/Catatan lain-lain |
・★・
Tentu saja belum habis yang menikah dan masih banyak lagi jadwal antriannya, kita sebagai warga masyarakat siap tak siap tetap pergi ke acara tersebut dan membawa sedikit uang memang kita masukkan kedalam amplop, kalau saudara mungkin lebih banyak lagi pengeluarannya, bisa membeli kain untuk seserahan, ataupun kue seperti dodol, mesekat, wajik dan masih banyak lagi yang bisa di serahkan dan itu butuh uang yang banyak.
Dalam satu bulan boleh mengadakan pesta sebanyak 2 kali, namun undangan dari kampung lain juga tidak kurang, kadang dalam satu hari ada 3 sampai 4 tempat pesta yang berlainan daerah.
Kadang aku juga pusing kalau lagi kekurangan uang, dan diantara kami berdua pergi salah satu saja mewakili dari pada tidak pergi sama sekali.
Anda tahu kemarin ada pesta yang gagal karena banjir yang tiba-tiba datang sehingga batal acara kenduri nya sebab airnya sampai sepinggang orang dewasa dan itu sangat menyedihkan sekali, acara yang di gelar sekali seumur hidup gagal karena musibah banjir, daging sapi juga sudah di sembelih entah kemana akan dibawa.
Terimakasih temanku atas komentar baiknya, saya sangat senang sekali karena anda ikut menikmati cerita pesta di kampung saya 🙏🌹
0.00 SBD,
50.94 STEEM,
50.94 SP
Itu memang mengerikan, membatalkan pesta karena air pasang begitu tinggi, tapi untungnya pesta juga bisa dirayakan nanti, dan itulah yang akan saya lakukan. Apa yang terjadi dengan daging yang sudah disembelih? Apakah kalian juga mengeringkan daging, mengeringkan dan mengasinkannya? Itu cara yang bagus untuk mengawetkan daging, dan sejujurnya saya juga menyukainya, meskipun sekarang sudah jarang dilakukan.
Memang ada begitu banyak pesta, dan saya rasa saya akan memilih tanggal lain saja, karena semua hadiah itu akan cukup membebani jika kondisi keuangan tidak terlalu longgar, belum lagi biaya perjalanan ke sana. Berapa banyak tamu yang biasanya diundang?
Antre untuk makan juga bukan hal yang akan saya lakukan, seberapa pun enaknya
Saya juga tidak bisa berdiri terlalu lama, dan kerumunan orang membuat saya sesak napas. Saya pikir saya akan melewatkan hidangan itu saja.
Keuntungan memiliki keluarga tentu saja adalah mereka bisa mempersiapkan diri untuk pernikahan, dan hal itu bisa dilakukan sejak kelahiran. Dulu di keluarga kami juga begitu; kami sudah mulai menabung sedikit demi sedikit setiap tahun, menyisihkan uang untuk berbagai hal mulai dari kain, sulaman, sisir rambut, hingga perhiasan, dan sebagainya. Saya tidak tahu bagaimana situasinya sekarang. Saya menduga pasangan pengantin sekarang membiayai semuanya sendiri, mulai dari lokasi, makanan, pengiriman undangan, pakaian, hingga biaya administrasi di kantor kelurahan dan gereja.
Kasihan sekali memang apalagi undangannya sudah di sebarkan kemana-mana namun tuhan berkehendak lain, jangankan untuk menghadiri undangan lewat saja tidak bisa dan akhirnya saling menyelamatkan diri, daging mungkin akan di jual dengan harga murah untuk para tetangga dari pada rugi dan terbuang.
Undangan para tamu sekitar 1500-2000 orang setiap kali acara pesta tersebut
Kalau kita mengalami sakit pinggang pasti susah kalau berdiri lama apalagi kalau kita kerja seperti menyapu sangat cepat sekali merasa lelah dan sakit
Dalam acara kami, yang diundang hanyalah keluarga dan teman-teman, jadi jumlahnya tentu saja tidak pernah mencapai 1.500 orang. Kami juga tidak akan pernah bisa menampung sebanyak itu, baik di rumah maupun di aula yang harus kami sewa, dan tentu saja tidak boleh diadakan di luar ruangan. Lalu tentu saja ada juga pernikahan yang sebagian diadakan di balai kota—ya, itu hanya upacara pemberkatan karena upacara di gereja saja tidak lagi cukup—dan kemudian dilanjutkan ke gereja. Saya rasa gereja-gereja yang masih digunakan tidak cukup besar untuk menampung jumlah orang sebanyak itu, dan di balai kota pun pasti tidak akan muat. Setidaknya dagingnya tidak terbuang sia-sia. Dan jika Tuhan memiliki rencana lain, apa artinya ini? Apakah ini berarti menikah bukanlah ide yang baik?
Ya maksudnya musibah yang terjadi tidak dapat di hindari, kita hanya bisa merencanakan jika tuhan tidak mengizinkan ada saja halangannya, oleh karena itu kita ambil hikmahnya saja dan jangan berburuk sangka dengan ketentuan sang pencipta
Saya tidak yakin apa yang Anda maksud. Apakah itu tanda atau bukan?
Bisa di bilang suatu pertanda namun sekarang tidak bisa juga kita bilang pertanda, sebab sekarang sudah memasuki bulan yang rawan hujan dan akibat banjir beberapa waktu lalu dan aliran sungai,dan sebagainya tersumbat sehingga sedikit hujan saja bisa menyebabkan banjir
Jika hal ini selalu terjadi pada periode ini, mungkin ini pertanda agar tidak merencanakan pernikahan? Dan sebaiknya melakukannya sedikit lebih awal atau justru lebih lambat? Karena, seperti yang akan dikatakan ayahku, ini sama saja dengan menggoda nasib.
0.00 SBD,
0.16 STEEM,
0.16 SP
This BOOMING vote is yours and well deserved!
❤️🍀
Terimakasih teman baikku atas dukungannya, semoga anda sehat dan bahagia selalu 🙏🌹