You are viewing a single comment's thread from:
RE: Pesta pernikahan di kampung ku🥳
Aku penasaran dari mana kamu dan yang lainnya mendapatkan energi untuk semua pesta itu. Atau apakah hanya aku yang terlalu lelah untuk itu? Aku rasa sepanjang hidupku, aku hanya pernah menghadiri dua pernikahan. Orang-orang di sini jelas sudah jarang menikah lagi, atau mungkin aku yang jarang muncul, hahaha. Semoga kamu menikmati hari yang menyenangkan, baik dengan atau tanpa pesta, dan semoga matamu baik-baik saja.
Mau bagaimana lagi, kalau kita tidak pergi nanti di bilang tidak bermasyarakat, kalau tidak punya uang banyak ya bawa saja semampunya saja yang penting undangannya tidak boleh diabaikan, kalau tidak bisa pergi dengan pasangan setidaknya satu orang yang datang m wakili itu sudah cukup.
Mata masih seperti biasa, kalau terlalu lama menatap handphone pasti mengeluarkan air mata yang lengket jadi seperlunya saja aku melihat dan menggunakan handphone ku, terimakasih temanku atas perhatiannya saya sangat senang sekali
Saya rasa situasi seperti ini sudah lama berlalu di sini. Awalnya, pesta dan pernikahan memang sangat penting, tetapi orang-orang kini tinggal semakin jauh satu sama lain, sehingga pesta-pesta pun semakin jarang diadakan dan biayanya semakin mahal. Daftar hadiah mahal, yang sering kali dipilih oleh pasangan pengantin di toko-toko tertentu, juga sudah tidak ada lagi. Pada akhirnya, orang-orang hanya memberikan amplop berisi sejumlah uang. Kemudian tibalah masa di mana perayaan tidak lagi diadakan secara meriah, atau hanya dirayakan di rumah saja. Bagi semua orang, sudah jelas bahwa uang sedang langka. Saya menduga hanya kalangan tertentu dan mungkin orang asing yang masih merayakannya.
Tetapi di tempat kami masih ada tradisi seperti ini, biar pun miskin tetap merayakan pesta pernikahan walaupun tidak meriah dan mengundang kerabat dekat saja,
Sekarang semua barang juga serba mahal sehingga kita kesulitan dalam bidang ekonomi, seperti yang saya katakan semua sudah di kuasai oleh pemerintah sehingga rakyat jadi menderita.
Seperti yang saya adakan menjelang puasa tahun lalu, acara Sunnah rasul untuk kedua putra saya yang hendak di sunat dan mengadakan acara sedikit dan mengundang kerabat dan tetangga dekat.
Kalau tidak ada acara seperti ini anak-anak ngak ada yang mau di sunat 🤭, acara seperti ini tidak semua orang juga yang melakukannya, ada juga yang tidak tapi mereka cuma melakukan tepung tawar saja.
0.00 SBD,
27.96 STEEM,
27.96 SP
Menurut saya, sangat tidak mungkin anak-anak rela tubuhnya dipotong hanya karena sebuah upacara yang dirayakan, atau bahkan dirayakan secara besar-besaran. Ini soal keyakinan atau tidak.
Saya ingat beberapa tahun yang lalu betapa rakusnya anak-anak itu; saat itu saya tinggal di Jerman, setelah mengikuti sakramen komuni suci (upacara Katolik). Hadiah-hadiah yang sangat besar dan mahal diberikan, serta banyak uang. Saya terkejut melihat raut wajah yang tidak puas. Saya tidak pernah mengalami hal seperti itu, dan di Belanda pun hal ini tidak dirayakan secara berlebihan dengan hadiah-hadiah yang sangat mahal. Saya senang akan hal itu. Saat ini, jumlah orang miskin lebih banyak daripada orang kaya, dan menjadi miskin sudah lama bukan lagi suatu aib. Itu kenyataannya.
This BOOMING vote is yours and well deserved!
❤️🍀
Terimakasih temanku atas dukungannya semoga sehat selalu dan bahagia dimana pun anda berada