Pasca banjir yang cukup berat bagi kami

in Steem For Bangladesh21 days ago

IMG20251209175635.jpg

div.png

Hagoe's Village: Dec, 9th 2025

Pasca banjir Minggu yang lalu, kondisi belum normal di daerah kami. Kami harus kegelapan di malam hari dan tidak bisa beraktivitas dengan normal. Begitu pula dengan menu makan kami yang belum stabil seperti hari-hari biasa sebelum banjir.

Banyak orang fokus hanya pada saat kejadian suatu bencana seperti banjir atau bencana lainnya, tetapi sebenarnya perhatian kita harus lebih banyak pada saat pasca bencana, tentu tanpa membiarkan kondisi mitigasi saat bencana berlangsung.

Hal ini karena dampak setelah bencana terjadi biasanya akan berlangsung lama, dan para korban juga akan mengalami berbagai masalah seperti masalah kesehatan, pekerjaan dan mata pencaharian untuk kelangsungan hidupnya, rumah dan lain sebagainya.

Pasca bencana para korban harus membereskan tempat tinggal mereka (jika masih ada), melakukan perbaikan dan lain-lain, termasuk membersihkan lumpur dalam konteks bencana ekologis yang terjadi di tiga provinsi di Sumatera ini.

Hal tersebut juga berlaku bagi kami yang merupakan salah satu korban yang terdampak dari bencana ekologis ini.

IMG20251209064045.jpg

Sarapan pagi

Sejak bencana banjir ini terjadi, baru dua hari aku kembali masuk kantor Puskeswan Lhoksukon untuk melaksanakan tugas sebagai ASN di Pemerintah Kabupaten Aceh Utara.

Dan sebelum berangkat menuju Kota Lhoksukon, aku sarapan terlebih dahulu di rumah dengan menu yang telah disiapkan oleh istriku.


IMG_20251209_081518.jpg

Di Puskeswan Matangkuli

Aku ke kantor Puskeswan Lhoksukon dengan menggunakan motor saja di pagi ini. Dan aku singgah terlebih dahulu di Puskeswan Matangkuli untuk melakukan presensi pagi.

Tetapi lagi-lagi presensi tidak bisa aku lakukan, karena jaringan internet belum stabil dan aplikasi Siapacut pun tidak bisa diakses, yang disebabkan oleh jaringan listrik yang belum normal di Provinsi Aceh, termasuk daerah tempat tinggal kami.

Aku harus memakai masker saat berada di luar rumah atau bepergian, karena sepanjang perjalanan debu yang merupakan sisa-sisa endapan lumpur pasca banjir selalu ada, dan bisa membuat kita mengalami gangguan kesehatan, terutama infeksi saluran pernafasan atas atau ISPA.

Saat matahari sudah lebih terik maka endapan lumpur tersebut akan kering dan kemudian menjadi debu yang diterbangkan oleh angin, yang bisa membuat kita mengalami batuk-batuk.

Untuk itu kami harus menjaga kesehatan kami dengan cara memakai masker ketika berada di luar rumah atau bepergian.


IMG20251209081253.jpg

Di kantor

Sekitar pukul 08 pagi aku sudah berada di kantor Puskeswan Lhoksukon di Desa Alue Buket. Dan pada hari ini kembali aku kedatangan seorang kepala desa yang ingin berkonsultasi terkait dengan rencana kegiatan usaha peternakan yang akan mereka lakukan di desa mereka.

Aku mencoba membuat postingan saat berada di kantor, karena di Kota Lhoksukon sedang ada aliran listrik pada hari ini. Berbeda dengan tempat tinggal kami yang masih belum normal listriknya.

Sejak bencana ekologis Minggu yang lalu, kami mengalami kendala dengan tidak adanya listrik di pemukiman kami, yang membuat kami tidak bisa beraktivitas dengan normal dan kegelapan di malam hari, termasuk terkendala untuk beraktivitas di steemit.

Sehingga ketika aku sedang berada di kawasan yang ada aliran listrik maka aku memanfaatkannya untuk membuat postingan dan juga melakukan kurasi.


IMG20251209114732.jpg

Jalanan masih berlumpur

Sekitar pukul 11 siang aku pun beranjak dari kantor untuk pulang ke rumah, karena aku juga akan membeli kaca semprong untuk lampu teplok sebagai penerangan kami nanti malam.

Saat kami membersihkan rumah mertuaku beberapa hari yang lalu, aku mendapatkan lampu teplok bekas milik mertuaku, dan lampu ini bisa digunakan lagi dengan catatan harus dibersihkan terlebih dahulu dan dipasangi kaca semprongnya.

Aku sempat terkejut ketika mendengar harga kaca semprong ini yang dibandrol seharga 50k IDR. Aku tidak menyangka kaca semprong ini akan semahal itu. Tetapi karena memang sedang butuh, ya aku belikan saja.

Saat menuju jalan pulang ke rumah, aku mencoba melalui jalan biasa yang lebih dekat, tetapi ternyata jalan tersebut masih dipenuhi oleh endapan lumpur sehingga aku tidak bisa melalui jalan tersebut dan harus memutar serta memilih jalan lain yang lebih jauh agar bisa sampai di rumah.


IMG20251209154923.jpg

Kolam ikan koi

Aku istirahat sebentar di rumah setelah makan siang dan sholat Zuhur, dan kemudian mulai aktivitas membenahi rumah kami yang cukup berantakan pasca banjir Minggu yang lalu.

Di sekitar rumah kami masih banyak endapan lumpur yang belum selesai kami bersihkan, dimana sebagian lumpur tersebut juga menggenangi kolam ikan koi kami.

Sepertinya aku harus berfikir ulang tentang konsep kolam ikan koi dan kegiatan ku menanam sayur-sayuran di halaman rumah kami, karena terkait kolam ikan koi, ini merupakan kejadian kedua kolam tersebut tergenang oleh air banjir.

Beberapa tahun yang lalu aku harus rela kehilangan sekitar 50-an ekor ikan koi karena hanyut terbawa banjir. Dan kali ini kolam ikan koi kami kembali mengalami hal yang sama.

Dan karena banjir kali ini, semua sayur-sayuran yang ada di halaman rumah kami menjadi mati, termasuk beberapa pohon kates di halaman samping rumah kami, karena terendam air selama seminggu.


IMG20251209173855.jpg

Lampu teplok

Di sore hari aku mulai melakukan servis pada lampu teplok yang aku dapatkan dari rumah mertuaku beberapa hari yang lalu.

Lampu teplok ini sempat rusak karena terendam banjir dan karena sudah lama tidak pernah digunakan lagi, karena hari-hari mereka selalu menggunakan listrik sebagai alat penerangan.

Aku meminta ponakan agar membelikan minyak lampu sebagai bahan bakar untuk lampu teplok ini, yang akan kami gunakan sebagai alat penerangan malam nanti.

Alhamdulillah setelah diservis lampu teplok ini masih bisa digunakan, walaupun tidak selancar lampu teplok yang masih baru.


IMG20251209174947.jpg

Mie instan

Aku beristirahat di depan kolam ikan koi kami sambil menikmati mie instan tanpa memasaknya, seperti kebiasaan kami waktu kecil dulu.

Aku merasa lapar di sore ini, sementara istriku belum pulang dari berbelanja di pasar bersama ponakan kami.


IMG20251209175600.jpg

Sate Padang

Tidak berapa lama kemudian istriku tiba di rumah dan membawa pulang Sate Padang untuk makan malam kami.

Dan aku segera menyantap Sate Padang ini karena aku sudah lapar sejak tadi. Namun karena tidak ada makanan lain, aku hanya makan mie instan tanpa memasaknya tadi.

Setelah menyantap Sate Padang aku mulai mempersiapkan lilin buatan dari bahan minyak goreng serta cotton Bud dan juga menyiapkan lampu teplok sebagai alat penerangan kami malam ini.

Sampai hari ini listrik belum menyala di daerah kediaman kami, dan kami harus merelakan kondisi ini tanpa bisa berbuat apa-apa.


Sekian postinganku kali ini. Stay Healthy and Fun, Ciao...!

Regards

@ alee75

Ciptakanlah keindahan di dalam hati Anda, dan keindahan di sekitar Anda akan mengikuti - Jalaluddin Rumi

We invite you to support @pennsif.witness for growth across the whole platform through robust communication at all levels and targeted high-yield developments with the resources available.
Click Here