The Diary Game - Kamis, 18 Juni 2026: Abangda Tercinta Meninggal Dunia
Halo selamat pagi dan salam sejahtera untuk sahabat steemian semua di mana saja berada, bagaimana kabarnya hari ini? Semoga kita semua masih dalam keadaan sehat wal'afiat dan selalu dalam lindungan Allah SWT agar dapat menjalankan segala aktivitas dengan baik. Alhamdulillah saya kembali hadir membagikan kegiatan harian pada hari yang berbahagia ini.
Hari Kamis yang merupakan salah satu hari yang penuh keistimewaan bagi umat Muslim ini, kami keluarga besar dalam keadaan berduka. Salah seorang keluarga tercinta meninggal dunia setelah sempat di rawat beberapa hari di Rumah Sakit Telaga Bunda 2 Bireuen. Abangda tercinta menghembuskan nafas terakhir Kamis dini hari sekitar pukul dua. Sebelum meninggal beliau tidak sadarkan diri dan kondisi nya semakin lemah hingga akhirnya memenuhi janji dengan Allah SWT. Semoga abangda meninggal dalam keadaan Husnul Khatimah, yakni meninggal dalam keadaan taat, beriman, dan diridhai Allah SWT, Aminnnn...
Pukul 2 dini hari saya terbangun ketika terdengar panggilan telepon dari keponakan di kampung yang mengabarkan kondisi ayahnya. Setelah itu saya bangun untuk melaksanakan shalat tahajud sambil mendoakan abangda semoga Allah terima amal ibadah dan diampuni segala dosa. Selanjutnya saya tertidur kembali sambil menunggu waktu subuh tiba. Hingga terdengar adzan subuh berkumandang saya kembali terbangun. Saya menuju kamar mandi untuk membersihkan diri serta sekalian mengambil air wudhu. Kemudian melaksanakan shalat sunat fajar dua rakaat di rumah yang begitu besar pahalanya.
Selanjutnya saya keluar halaman rumah di tengah suasana yang masih gelap menuju mesjid. Saya hendak menunaikan kewajiban yang paling utama bagi kaum muslimin shalat subuh berjamaah. Jarak rumah yang begitu dekat dengan mesjid membuat saya tiba dengan segera. Saya langsung bergabung dengan para jamaah subuh karena shalat sudah didirikan. Ba'da subuh saya manfaatkan waktu sejenak dengan iktiqaf sambil berzikir. Sejenak kemudian saya beranjak keluar dari halaman mesjid Babul Huda untuk pulang ke rumah. Kemudian mengerjakan sejumlah pekerjaan dan bersiap untuk pulang kampung.
Tanpa menunggu dek Raffa bangun kami langsung mengangkatnya dari tempat tidur ke mobil. Kami harus segera beranjak menuju kampung halaman agar tidak terjebak macet serta antrian di jembatan Kutablang. Alhamdulillah sesuai target tiba di jembatan darurat menuju Kota Bireuen tersebut kami tidak harus menunggu jadwal buka tutup. Dengan sangat lancar kami dapat melewati jembatan tanpa harus antri. Tiba di rumah duka langsung masuk dan bersiap untuk ikut membantu memandikan jenazah. Kemudian mengkafani, menshalatkan jenazah, hingga mengebumikan. Malam hari setelah takziyah dan doa kami kembali pulang ke Lhokseumawe dan hampir 3 jam baru tiba dengan selamat.
Demikian rangkaian kegiatanku pada hari yang berbahagia ini dan terima kasih selalu atas dukungan semua sahabat steemit di mana saja berada.
Salam,
@fadlymatch


