UNTUK BAHAN RENUNGAN 1 | Apa Tujuan Hidup Sebenarnya
UNTUK BAHAN RENUNGAN 1 | Apa Tujuan Hidup Sebenarnya
Jangan pernah menganggap hidup dan mati kita itu seakan mudah, dan jangan pula memikirkan kematian itu ebagai salah satu yang bentuk dimana kita telah mati akan biasa biasa saja,inilah yang perlu kita dalami dengan apa kita akan kembali sebelum kita mengalami kematian yang begitu berat kita rasakan, bahkan orang orang yangpaling mengagumi kita pun akan melupakan dalam waktu singkat setelah kita telah tiada.Keluarga yang kita banggakan pun akan melupakan kita secara perlahan, dan apa artinya pengorbanan kita yang akhirnya tidak membantu kita.
Namun hanyalah amalan yang akan setia menanti kita dan akan menolong kita dikubur, dan amalan yang akan terus memberi kita semangat dan pertolongan,semua itu tergantung seberapa banyak amal ibadah kita selama kita masih hidup didunia ini.
Walaupun berlimpah harta, rumah mewah dan istri yang jelita, sesaat akan menjadi milik orang lain,kita hanya tinggal nama saja.Lalu bagaimana dengan kematian kita yang akan menghadapi masalah selanjutnya dihadapan tuhan yang maha kuasa, maka dari itu marilah kita semua dapat merenungkan semua ini sebelum waktu terlambat,dan marilah untuk kembali memperbaiki diri agar senantiasa kita dekat bersama tuhan yang telah memberi kita hidup dan mati,
Dengan demikian, renungan yang paling baik yaitu renungan yang dapat menyadarkan diri kita sendiri yang bahwa kehidupan ini hanyalah sebuah permainan yang singkat,dan hidup ini adalah panggung yang kita perankan hingga pada akhirnya kita akan diberikan sebuah masa dimana kita akan kehilangan waktu untuk bertaubat dari kesalahan dan dosa dosa yang telah kita perbuat didunia ini.
Marilah untuk kita saling mengingatkan, dan marilah kita untuk saling mengkaji diri sendiri selama kita masih bisa bernafas karena kita tidak akan hidup kekal didunia ini,dan pastinya kita akan meninggalkan semuanya menuju alam yang sebenarnya akan diminta pertanggung jawaban atas segala perbuatan dimasa hidup.
Dan demikianlah untuk bahan renungan ini pada edisi yang pertama, dan akan saya kembali bahan renungan selanjutnya pada edisi berikutnya.
Salam
@ustazkarim






