Penderitaan korban makin panjang. Negara kemana?

Hagoe's Village: Dec, 11th 2025
Sudah lebih dari dua Minggu pasca bencana ekologis menimpa tiga provinsi di Sumatera termasuk Aceh, kami masih hidup dalam situasi yang tidak menentu. Bahkan di beberapa tempat masih ada desa-desa yang belum terjangkau oleh bantuan untuk korban.
Secara umum listrik di provinsi Aceh masih belum normal meskipun seorang Menteri sempat menyebarkan informasi hoax, "menipu presiden" dan melakukan prank kepada warga Aceh dengan menyatakan bahwa listrik di Aceh sudah 97% normal ketika ditanya oleh Presiden pada sebuah kunjungan ke lokasi bencana di provinsi Aceh.
Walaupun kemudian Menteri tersebut meminta maaf atas pernyataannya dan membuat alasan untuk klarifikasi. Pada faktanya baru 36% listrik normal di Aceh. Sedangkan di Provinsi Sumatera Utara listrik sudah normal hampir 100%.
Akibat listrik yang belum normal maka akan menimbulkan efek domino lainnya seperti jaringan internet yang mati serta terhambatnya supply air bersih, yang semakin memperparah dan memperpanjang penderitaan korban terdampak banjir.
Sarapan pagiBegitu pula dengan kondisi di daerah kediaman kami yang masih mengalami pemadaman listrik bergilir yang disertai dengan tidak adanya jaringan internet dan tidak lancarnya supply air PDAM yang merupakan kebutuhan pokok yang sangat penting.
Aku berharap di kawasan Lhoksukon listriknya akan menyala sehingga hari ini aku akan masuk kantor Puskeswan Lhoksukon agar bisa mendapatkan aliran listrik untuk mengisi baterai handphone serta membuat postingan di steemit.
Sebelum berangkat ke kantor Puskeswan aku sarapan pagi terlebih dahulu di rumah dengan menu simple yang telah disiapkan oleh istriku.
Mandi di kantorKegiatan pertama yang aku lakukan ketika tiba di kantor Puskeswan Lhoksukon adalah mandi, karena di rumah kami sedang krisis air, baik untuk minum, memasak, mencuci maupun untuk mandi dan melaksanakan sholat wajib.
Air merupakan faktor yang sangat krusial dalam kehidupan sehari-hari, jadi bila supply air terhambat maka hal ini akan sangat berat bagi kami, sebagai korban terdampak banjir.
Untung saja di kamar mandi kantor ku masih ada sedikit air sehingga aku bisa mandi pada pagi ini sebelum melanjutkan kegiatanku di kantor.
Kegiatan si Abang di Kab. Bireuen. Foto kiriman si AbangPagi ini aku mendapatkan informasi dari si Abang, yang ternyata dia baru saja kembali ke Banda Aceh setelah menyalurkan bantuan kepada korban banjir di Kabupaten Bireuen.
Selama dan pasca banjir, si Abang yang merupakan salah seorang anggota Kwarda Pramuka Aceh terlibat langsung pada aksi penggalangan dana dan penyaluran bantuan kepada korban banjir di Aceh.
Dan pada kemarin siang mereka telah berangkat ke Kabupaten Bireuen untuk menyalurkan bantuan secara langsung kepada korban terdampak banjir di Kecamatan Peusangan.
Mereka harus berjalan kaki dan menenteng tas carrier berisi barang bantuan untuk disalurkan kepada korban di desa-desa yang belum bisa dilalui dengan kendaraan bermotor.
Di tengah malam buta, para anggota dan pengurus Pramuka Kwarda Aceh ini termasuk si Abang harus berjibaku agar bantuan bisa sampai ke rumah korban yang masih terisolir.
Kami sempat was-was, terutama bundanya ketika beberapa hari yang lalu si Abang memberitahu kami bahwa dia akan terjun langsung ke daerah korban banjir untuk menyalurkan bantuan dengan cara berjalan kaki dan mengangkut barang bantuan dengan menggunakan tas carrier.
Tetapi, Alhamdulillah kegiatan tersebut sudah terlaksana dengan baik dan si Abang sudah tiba kembali di Banda Aceh tadi pagi.
Di kantor PuskeswanAku melakukan aktivitas ringan di kantor sambil menyiapkan postinganku untuk hari ini, karena aliran listrik sedang menyala dan juga jaringan internet yang tersedia.
Selama kondisi yang tidak menentu aku harus kesana kemari untuk mendapatkan aliran listrik dan juga jaringan internet agar aku bisa berkomunikasi dan juga membuat postingan.
Dan tidak jarang kami harus mencari mesjid terdekat untuk mandi sekalian melaksanakan sholat lima waktu.
Makan siangSiang ini aku membeli Nasi Padang di sebuah warung di Kota Lhoksukon dan kemudian membawanya ke kantor untuk makan siang ku.
Aku memutuskan untuk makan siang di kantor sambil menunggu baterai handphone dan power bank ku penuh sebelum pulang ke rumah. Karena nantinya ketika tiba di rumah aku tidak akan bisa mendapatkan aliran listrik.
Harga Nasi Padang yang aku beli di warung ini juga sudah naik, sedangkan lauknya sangat minimalis karena supply bahan untuk lauk terganggu oleh dampak banjir.
Sholat ZuhurAku baru pulang ke rumah ketika baterai handphone dan power bank milikku sudah penuh. Dan aku sempat singgah di sebuah tukang pangkas di Keudee Matangkuli untuk memangkas rambut ku yang sudah agak panjang.
Dan dalam perjalanan pulang ke rumah aku juga melaksanakan sholat di mesjid Baitul Maarif Teupin Jaloh yang merupakan mesjid di kampung kami karena di rumah kami masih krisis air bersih.
Di Klinik Mandiri BersamaAku istirahat sebentar di rumah sampai menjelang sore hari, dan kemudian aku menemani istriku yang ingin berobat di Klinik Mandiri Bersama Parang Sikureueng, karena dia merasa tidak enak badan.
Pasca banjir Minggu lalu, kami harus bekerja keras untuk membereskan rumah kami. Apalagi kondisi pasca banjir sangatlah sulit untuk hidup secara normal yang otomatis akan mempengaruhi kondisi kesehatan kami.
Dan dalam hal ini istriku yang memang memiliki kerawanan kondisi kesehatan sudah mengalami dampak dari kondisi pasca banjir ini.
Spanduk donasi di Simpang RangkayaSetelah selesai berobat di Klinik Mandiri Bersama, kami menuju ke Simpang Rangkaya untuk berbelanja barang kebutuhan kami di tempat langganan.
Dan di kawasan ini aku melihat ada beberapa spanduk dari berbagai elemen masyarakat yang menggalang donasi untuk para korban bencana banjir.
Di satu sisi pemerintah sepertinya tidak begitu serius menanggulangi banjir ini tetapi masyarakat dan civil society dari berbagai elemen menunjukkan kepedulian terhadap korban bencana ini.
Kondisi korban sudah sangat memperihatinkan sedangkan pemerintah masih enggan menetapkan status bencana ini sebagai Bencana nasional.
Proses rehabilitasi dan rekonstruksi pun belum terlihat bagaimana arahnya. Sementara rakyat semakin menderita. Karena sudah lebih dari dua Minggu aliran listrik saja belum pulih dan normal seperti sediakala. Entahlah...! 🤷
Sekian postinganku kali ini. Stay Healthy and Fun, Ciao...!
@ alee75
Click Here 










