Ultah adik ipar dalam kondisi pasca banjir

Hagoe's Village: Dec, 10th 2025
Pasca banjir Minggu lalu kami masih berjuang dengan berbagai kondisi yang belum normal bahkan mengalami berbagai kendala untuk hidup secara normal.
Listrik belum menyala di daerah kami, dan efek dominonya adalah kami akan kegelapan di malam hari, dan tidak punya supply air bersih yang merupakan kebutuhan pokok serta tidak bisa melakukan berbagai aktivitas yang menggunakan listrik, karena jaringan internet juga belum normal di daerah kami.
Kondisi rumah kami hari iniBelum lagi endapan lumpur yang ada di sekeliling rumah kami, yang belum bisa dibersihkan, karena parit-parit juga dipenuhi oleh endapan lumpur sehingga ketika endapan lumpur kami coba bersihkan tetapi malah kembali ke halaman atau kedalam rumah kami.
Di satu sisi, saat ini sedang dalam musim penghujan yang berpotensi untuk turun hujan yang cukup deras. Tetapi dengan adanya operasi modifikasi cuaca (OMC), curah hujan di kawasan kami bisa sedikit di kontrol sehingga kami tidak mengalami hujan ekstrem selama beberapa hari terakhir.
Sarapan pagiPagi ini seperti biasa aku sarapan pagi di rumah dengan menu yang telah disiapkan oleh istriku sebelum melakukan aktivitas pagi ini.
Aku memutuskan untuk tidak masuk kantor di hari ini, karena aku akan membereskan rumah kami yang masih "centang perenang" pasca banjir kemarin.
Walaupun tidak hadir ke kantor secara fisik, tetapi aku masih tetap bisa melaksanakan tugas dengan memantau perkembangan melalui WhatsApp secara terbatas, karena jaringan internet belum normal.
Motor kamiSelama dan pasca banjir Minggu yang lalu rumah kami sudah seperti "Kapal pecah", karena rumah kami berantakan dengan barang-barang yang kami selamatkan saat banjir, dan juga mertuaku serta ponakan kami yang sedang mengungsi ke rumah kami.
Rumah mertuaku di Landeng rusak cukup parah, dan harus dilakukan rehab berat. Dan selama rumah mereka belum rampung maka mereka akan tinggal di rumah kami.
Dan mereka terpaksa tidur di ruang tamu dan ruang tengah kami, dengan semua barang-barang yang berantakan di rumah kami.
Dan dengan kondisi tersebut memaksa kami memarkirkan motor kami di depan teras rumah yang semakin menimbulkan pemandangan yang berantakan. Tetapi kami tidak punya pilihan lain dalam kondisi darurat seperti ini.
Mobil kamiSejak awal banjir, mobil kami sudah aku ungsikan ke tempat yang lebih aman, dan beberapa hari terakhir mobil aku parkirkan di rumah kakakku yang sedang dalam proses pembangunan itu.
Dan hari ini aku akan membawa pulang mobil ke rumah kami, sekalian membawa pulang barang logistik yang aku simpan dalam mobil tersebut.
Mobil kami pun masih terlihat cukup kotor, karena sempat tergenang oleh air banjir dan juga terkena lumpur. Tetapi genangannya tidak begitu tinggi dan hanya menyebabkan rem mobil kami mengalami kemacetan.
Setelah dilakukan servis oleh seorang montir, rem mobil kembali berfungsi dan mobil bisa digunakan kembali.
Dhe Green Garden Coffee & Resto.w4w.locationSiang ini adik iparku tiba di rumah kami dan mengajak kami semua untuk ke Kota Lhokseumawe, karena hari ini adalah hari ulang tahunnya, dan ia ingin makan bersama di Kota Lhokseumawe.
Kami memilih sebuah cafe yang berkonsep alami di Kota Lhokseumawe yaitu Dhe Green Garden Coffee & Resto yang terletak di jalan Malikussaleh sebagai tempat kami makan bersama di sore ini.
Ultah adik iparKami tiba di lokasi ini sekitar pukul 16.30 wib, setelah menempuh perjalanan sekitar satu jam. Dan mertuaku serta ponakan kami juga ikut serta untuk merayakan Hari Ulang Tahun adik iparku.
Selain merayakan ulang tahun adik ipar, aku bisa mengisi baterai handphone ku sekaligus mencicil untuk membuat postingan.
Kendala supply listrik menyebabkan aku tidak leluasa untuk beraktivitas di steemit. Dan kesempatan berada di Kota Lhokseumawe ini harus aku gunakan sebaik-baiknya, termasuk mengisi baterai handphone dan membuat postingan.
![]() | Kopi espresso |
|---|---|
![]() | Sosis goreng |
![]() | Nasi ayam bakar |
Menu pilihan kamiAlhamdulillah hari ini aku bisa menikmati kopi espresso yang disediakan di cafe ini. Hal yang cukup sulit selama dan pasca banjir, karena stok bubuk kopiku habis, dan gerai-gerai yang menjual kopi espresso masih sangat terbatas di daerah kami.
Dari update video TikTok Toko Kopi Gayo yang menjadi langganan ku memesan bubuk kopi, terlihat tempat usaha mereka hancur lebur diterjang banjir, dan mereka tidak akan bisa beroperasi kembali sampai batas waktu yang tidak pasti.
Harga kopi espresso yang dijual di beberapa gerai yang masih memiliki stok kopi juga ikut meningkat, karena supply bubuk kopi sangat sulit saat ini.
Sore ini kami juga memasan Sosis Goreng dan juga Nasi Ayam Bakar sebagai menu makan kami. Dan setelah makan bersama, kami pun bubar karena kami akan pulang ke rumah kami di Matangkuli, dan adik ipar akan pulang ke rumahnya di kompleks Kodim Lhokseumawe.
Membeli rotiSebelum pulang, kami singgah terlebih dahulu di sebuah toko roti di jalan Sukaramai Lhokseumawe, untuk membeli sejumlah roti untuk logistik kami di rumah.
Dalam kondisi seperti ini, kami harus menyimpan beberapa jenis makanan di rumah agar kami tidak kelaparan, karena kondisi belum sepenuhnya normal.
Belum lagi potensi adanya banjir susulan, yang bisa saja terjadi di daerah kami, mengingat ini sedang musim penghujan dan juga adanya angin monsoon yang berpotensi untuk turun hujan yang ekstrim, sesuai dengan informasi dari BMKG.
SPBU BuketrataDalam perjalanan pulang, kami singgah di SPBU Buketrata, karena sebentar lagi akan tiba waktu sholat magrib, dimana di SPBU ini kami bisa melaksanakan sholat magrib di musholla yang ada disana.
SPBU Buketrata ini juga memiliki mesin genset sehingga aku bisa merampungkan membuat postingan ku tadi yang sempat terhenti ketika kami beranjak dari cafe.
Si kecil Alvira dengan dimsumnyaSedangkan si kecil Alvira bisa menikmati dimsum yang kami beli tadi di Kota Lhokseumawe sambil menunggu waktu sholat magrib di SPBU ini.
Si kecil Alvira terlebih cukup senang bisa jalan-jalan ke Lhokseumawe hari ini, karena sejak dan selama banjir, kami lebih banyak berada di rumah saja.
Suasana SPBUPemandangan di SPBU Buketrata ini sangat padat dengan orang-orang yang akan mengisi bahan bakar untuk kendaraan mereka, untuk melaksanakan sholat magrib serta orang-orang yang ingin mengisi baterai handphone mereka.
Karena SPBU ini memiliki mesin genset sendiri untuk operasionalnya, dan warga sekitar memanfaatkannya untuk mengisi baterai handphone di SPBU ini.
Setelah melaksanakan sholat magrib di musholla SPBU ini kami pun segera menuju jalan pulang ke rumah kami di Matangkuli, dan malam ini kami kembali harus mengalami kegelapan, karena listrik belum menyala di daerah kami.
Sekian postinganku kali ini. Stay Healthy and Fun, Ciao...!
@ alee75
Click Here 














