The Diary Game - Rabu, 24 Juni 2026: Pulang Kampung Hari Seunujoh Abangda
Selamat siang dan salam bahagia untuk sahabat steemian semua dimana saja berada, bagaimana kabarnya hari ini? Semoga semua masih dalam keadaan sehat wal'afiat dan selalu dalam lindungan Allah SWT agar dapat menjalankan segala aktivitas dengan baik. Alhamdulillah aku kembali hadir untuk membagikan kegiatan harian pada hari yang berbahagia ini.
Dalam suasana pagi yang begitu cerah saat jam hampir menunjukkan pukul sembilan aku keluar rumah. Aku sempatkan waktu dengan mengantar dek Raffa terlebih dahulu ke tempat penitipan di salah satu yayasan swasta di kawasan Meunasah Mesjid. Aku juga sekalian mengantar umminya menuju kantor karena sepeda motor akan aku gunakan. Sudah hampir 6 bulan kami sepakat untuk membawa ananda ke Nurul Iman agar dia mendapat kawan bermain setengah hari. Banyak hal positif yang didapat dengan membawa si buah hati ke tempat penitipan apalagi bagi pekerja yang sibuk dengan aktivitas kantor.
Anak-anak di tempat penitipan akan terlibat dalam lebih banyak interaksi sosial, yang membantu mereka mengembangkan keterampilan komunikasi dan kecerdasan emosional yang lebih kuat. Itu yang menjadi salah satu faktor kenapa kami membawa dek Raffa ke tempat penitipan dan tidak hanya semata-mata karena kami sibuk bekerja. Setelah mengantar ananda, sejenak aku singgah di warung kopi langganan. Di Syekh Nyak Legend Kupi seperti biasa aku menikmati secangkir kopi hitam pancung sambil menyaksikan siaran langsung salah satu pertandingan babak penyisihan piala dunia.
Walaupun aku tidak terlalu fokus ke pertandingan karena aku bukan penggemar berat sepakbola sekelas piala dunia sekalipun. Sambil bersantai menikmati minuman berkafein tersebut aku mengupdate sejumlah informasi terbaru termasuk membuka laman steemit. Kecanggihan teknologi digital dewasa ini membuat kita begitu mudah memperoleh informasi hanya dalam hitungan detik saja. Hingga beberapa saat kemudian hampir satu jam juga aku beranjak keluar warung kopi setelah membayar tagihan. Rabu yang cerah aku meminta izin tidak masuk sekolah karena berencana pulang ke kampung halaman untuk menghadiri seunujoh abangda tercinta.
Aku sengaja pulang dengan sepeda motor saja agar lebih cepat dan terhindar dari macet di seputaran jembatan Kutablang. Alhamdulillah benar seperti dugaan ternyata di jembatan darurat tersebut sudah macet hingga satu kilometer lebih. Namun untuk sepeda motor langsung bisa lewat tanpa harus antri seperti kenderaan roda empat atau lebih. Setelah tiba di kampung aku disibukkan dengan menerima tamu yang datang ke rumah. Hingga tanpa terasa terdengar kumandang adzan yang menandakan waktu dhuhur tiba. Menjelang sore aku beranjak pulang ke rumah di Lhokseumawe dan tiba dengan selamat.
Demikian rangkaian kegiatanku pada hari ini dan terima kasih selalu atas dukungan semua sahabat steemit di mana saja berada.
Salam,
@fadlymatch





Thank you @aviral123