The Diary Game (21/02/2026) | Filled the holidays with some small activities
Perbedaan signifikan kegiatan Ramadhan di Amerika Serikat 2026 adalah upacara lampu hilal (bulan sabit) di New York, upacara tersebut dianggap unik dan menandakan tren positif dimana lebih dari 3.500 polisi muslim ikut berperan menyambut upacara Crescent lighting Ceremony. Kegiatan tersebut merupakan inisiatif dari sejumlah tokoh berpengaruh dari beberapa organisasi di negara bagian New Jersey dan New York, termasuk Komisaris NYPD Jessica Tisch, ia dikenal sangat represif terhadap gerakan demonstrasi pro Palestina di sejumlah universitas di AS. Namun umat muslim menyambut baik upacara tersebut sebagai simbol keberagaman dan kontribusi warga muslim AS mempertahankan salah satu tradisi sejarah yang telah berlangsung lama di negeri Paman Sam tersebut.
Fenomena ramadan di jantung kota New York dianggap sebagai Ikon toleransi, aku membacanya sekilas setelah beberapa saat tiba di warung "RC Kupi" seraya menikmati segelas minuman favoritku sepulang dari melaksanakan shalat tarawih di meunasah Desa Kampung Jawa Baru. Banyak kisah diaryku terlewatkan, Aku juga menyesal tidak maksimal berpartisipasi pada sejumlah tema challenge menarik karena desakan aktivitas kantor yang padat.
The diary ku berawal sejak pagi buta, setelah melaksanakan sahur dan shalat subuh aku sempat tertidur beberapa saat sebelum mengantar anak lelakiku ke tempat kerja pada pukul 07.30 wib. Suasana pagi jalan-jalan utama di kota Lhokseumawe seperti kota mati, keramaian terbatas hanya di tempat-tempat tertentu seperti pasar dan pusat bisnis.

Aku kembali ke rumah melewati keramaian pusat perbelanjaan tradisional "pasar Inpres di jalan listrik, salah satu lokasi dimana aktivitas masyarakat kota mulai aktif sejak subuh oleh sejumlah distributor dan pedagang yang datang dari luar kota untuk mendistribusikan berbagai kebutuhan sehari-hari.

Hari Sabtu aku libur daei aktivitas kantor! Setiba kembali ke rumah aku hanya meluangkan waktu membersihkan pekarangan kecil dan memberi makan kucing-kucing kesayanganku. Beberapa saat aku sempat membuka Facebook dan mengkonsumsi beberapa reel berita dan lelucon netizen disana..
Namun perlahan rasa kantuk mulai menyerang mataku.. aku tertidur lelap dan terbangun saat azan shalat dhuhur. Aku kembali diserang suntuk, bukan tanpa aktivitas namun perasaan malas lebih besar dari keinginanku untuk melakukan sesuatu di rumah. Aku tidak suka memasak! dan istriku memahami hal ini sehingga ia tidak melibatku di dapur disaat menyiapkan makanan dan lauk berbuka puasa.
Meskipun memalukan aku harus jujur bahwa aku kembali ke kamar dengan ponselku. Tapi beberapa reel lucu di media sosial tidak dapat berkompromi untuk menghilangkan rasa kantuk. Lagi.. lagi aku terlelap hingga beberapa jam.
Anak gadisku membangunkan ku untuk melaksanakan shalat Ashar. Aku bergegas ke kamar mandi untuk membersihkan diri dan menunaikan shalat. Ia juga mengajakku untuk buburit alias jalan-jalan sore sebelum berbuka puasa).
![]() | ![]() |
|---|---|
Setelah menikmati suasana waduk pusong kami kembali ke rumah melalui jalan utama yang padat dengan berbagai jenis kenderaan bermotor. Kami berhenti di persimpangan lampu merah, tampak disana beberapa petugas lalu lintas sedang sibuk menertibkan pengguna jalan.

Selesai menyeberang kami singgah di masjid Jamik seraya menunggu anak lelakiku selesai melaksanakan shalat Ashar disana, ya, Ia baru saja keluar dari tempatnya bekerja dan menunggu kami disana untuk sama-sama kembali ke rumah.
Kami melanjutkan perjalanan menuju kediaman, sepanjang jalan para pedagang seakan melebihi pembeli, inilah fenomena unik setiap bulan ramadhan tiba dan menjadi tradisi sejak lama di hampir semua kota di Indonesia. Tapi anak-anak tidak memintaku untuk membeli takjil berbuka puasa karena ibunya telah menyiapkan beberapa menu berbuka kesukaan mereka di rumah.
Sekian... Terima kasih banyak atas kunjungan dan mungkin anda membacanya..
salam,
@ridwant





https://x.com/i/status/2025983017945387325
Upvoted! Thank you for supporting witness @jswit.
Thank you sir @dove11 🙏