Home work pasca banjir

Hagoe's Village: Jan, 6th 2026
Selasa pagi seperti biasanya aku bangun diawal hari untuk menunaikan sholat subuh di rumah saja bersama keluargaku.
Di hari ini aku merencanakan akan melanjutkan kegiatanku untuk membereskan rumah kami pasca bencana ekologis pada bulan November kemarin, dimana belum semua dampak banjir tersebut bisa aku bereskan, karena aku memiliki keterbatasan waktu dan tenaga juga.
Selain rumah sendiri, aku terkadang juga ikut membantu membereskan rumah mertuaku dan rumah orangtua ku sendiri, yang keduanya ikut terdampak.
Selain membereskan rumah, aku juga harus melaksanakan tugasku sebagai ASN di Pemerintah Kabupaten Aceh, sehingga aku harus membagi waktu agar semuanya bisa di handle, walaupun resikonya baru akan selesai dalam waktu yang lebih lama.
Bandara Point ASetelah sarapan pagi di rumah, aku akan mengantarkan si kakak ke tempat kerjanya di salahsatu Sekolah Menengah Pertama di Aron Simpang mulieng, sekalian aku akan melakukan presensi pagi di Puskeswan Matangkuli.
Aku mengantarkan si kakak ke tempat kerjanya dengan menggunakan motor saja, dimana jalanan di pagi ini masih tampak lengang, khususnya di kawasan point A.
Hanya ada satu-dua pengguna jalan yang melintas di jalanan di pagi ini karena masih agak pagi juga.
Bandara point A ini sudah tampak bersih dari lumpur yang sempat menggenanginya, saat banjir terjadi. Tetapi di beberapa bagian kompleks Point A masih jelas tampak sisa-sisa ataupun bekas banjir. Walaupun di fasilitas ini, banjirnya tidak begitu parah dibandingkan dengan lokasi sekitarnya.
Kayu bakarSetelah mengantarkan si kakak ke tempatnya bekerja, aku menuju kantor Puskeswan Matangkuli untuk melakukan presensi pagi. Dan kemudian segera kembali ke rumah.
Hari ini rencananya aku akan melakukan kegiatan di rumah saja untuk membereskan rumah kami sekalian memantau perkembangan dan pelaksanaan tugas melalui WA grup dinas.
Hari ini aku akan membersihkan sisa-sisa lumpur yang masih ada di bagian dapur outdoor rumah kami. Kemudian aku memperbaiki tempat penyimpanan kayu bakar yang ada di dekat dapur outdoor kami.
Setelah istirahat sejenak, aku melanjutkan memotong-motong kayu bakar yang merupakan kayu-kayu yang aku kumpulkan dari material banjir yang nyangkut di pagar rumah kami.
Kayu-kayu yang aku pilih hanyalah kayu yang sudah kering saja. Sedangkan kayu-kayu yang masih bagus dan bisa digunakan, aku akan menyimpannya agar nanti bisa digunakan ketika membuat sesuatu.
Kopi espressoKayu-kayu yang sudah kering dan telah ku potong-potong akan aku angkut dan simpan di tempat penyimpanan kayu bakar di gudang belakang rumah atau didekat dapur outdoor kami.
Pengalaman saat bencana ekologis yang terjadi pada bulan November tahun lalu selama seminggu, kami bisa survive salahsatunya karena ada stok kayu bakar untuk memasak. Sehingga ketika banjir terjadi dan diikuti dengan pemadaman listrik dan kehabisan gas elpiji, kami bisa tetap memasak dengan menggunakan kayu bakar.
Wilayah kami adalah salahsatu wilayah yang sangat rawan terjadinya banjir. Untuk itu kami harus membuat persiapan andaikata nantinya banjir itu tiba, yang salahsatunya adalah menyimpan persediaan kayu bakar di rumah.
Ketika istriku akan mengantarkan ibu ku untuk cek darah di Klinik Mandiri Bersama Parang Sikureueng dan berbelanja, aku memintanya agar membelikan ku segelas kopi espresso panas tanpa gula di sebuah gerai di Matangkuli.
Tidak berapa lama kemudian, istriku sudah tiba kembali di rumah dan membawakan kopi espresso untuk ku serta lauk siap saji untuk makan siang kami.
Merapikan bunga pucuk merahSetelah istirahat dan minum kopi, aku melanjutkan membersihkan tanaman pucuk merah yang ada diisi pagar rumah kami.
Saat banjir terjadi, banyak sampah-sampah dan plastik yang nyangkut di pagar dan tanaman pucuk merah ini sehingga aku sudah pernah membersihkannya.
Tetapi di bagian bawah pohon, masih ada saja sampah plastik yang nyangkut sehingga aku akan membersihkannya di siang ini. Kemudian aku juga memotong dan merapikan daun-daun pohon pucuk merah ini dengan menggunakan gunting besar atau gunting taman.
Selain merapikan daun-daun pohon pucuk merah, aku juga memotong dan merapikan daun-daun serta ranting pohon Bidara yang ada di pagar depan rumah kami.
Yah, berhenti aja. Udah cukup, nanti sakit. Makan siang dulu..!, ucap istriku ketika melihat aku meringis kesakitan saat jempol tanganku terbentur gunting.
Aku pun berhenti bekerja membersihkan dan merapikan tanaman di halaman rumah kami untuk makan siang, melaksanakan sholat Zuhur dan istirahat.
Pembongkaran dan rehab rumah mertuaAku istirahat siang sambil menyiapkan postinganku untuk hari ini. Aku mengisi istirahat siangku dengan menonton YouTube sampai menjelang waktu sholat ashar.
Kemudian aku mengajak istriku dan si kecil Alvira keluar rumah menuju Keudee Matangkuli, karena aku ingin memangkas rambut ku di sebuah tempat pangkas serta melengkapi presensi sore di Puskeswan Matangkuli.
Setelah selesai melakukan presensi sore di Puskeswan Matangkuli, kami menuju desa Alue Drien Landeng untuk melihat proses pembongkaran dan rehab rumah mertuaku.
Saat ini sebagian besar rumah terutama bagian depan sudah dibongkar. Dan saat ini sedang dilakukan pengerjaan bagian dapur rumah agar mertuaku bisa kembali ke rumahnya.
Sudah sebulan lebih mereka mengungsi ke rumah kami dan rumah adik, dan mereka ingin segera kembali ke rumah mereka. Untuk itu pekerjaan rehab rumah dilakukan dengan cara maraton.
Proses pembangunan rumah dilakukan sambil-jalan saja, yang penting mereka sudah bisa menempati rumah walaupun masih sedang dalam proses pengerjaan.
Membeli buahKami berada di rumah mertuaku sampai sekitar pukul 17.30 wib. Kemudian kami pulang ke rumah karena sebentar lagi waktu sholat magrib akan segera tiba.
Dalam perjalanan pulang, kami singgah di sebuah tempat penjualan buah untuk membeli buah permintaan si Abang yang sedang sakit di rumah.
Kami tidak berlama-lama di lokasi ini dan segera pulang ke rumah. Begitu aku mematikan mesin motor di garasi kami, azan magrib pun mulai terdengar dari TOA mesjid kampung kami. Dan aku segera bersiap-siap untuk melaksanakan sholat magrib di sore ini.
Sekian postinganku kali ini. Stay Healthy and Fun, Ciao...!
@ alee75
Click Here 









We support quality posts, good comments anywhere and any tags.
Thank you 🙏