Perjalanan Darat 36 Jam Menuju Kota Bukit Tinggi
Pada kesempatan ini kami ingin berbagi dengan kawan kawan steemit perjalanan darat kami selama 36 jam dari Kota Lhokseumawe Aceh ke Bukit Tinggi Sumatera Barat, sebenarnya untuk mencapai Kota Bukit Tinggi dapat juga dilakukan melalui udara, tetapi Bandara terdekat yang memiliki penerbangan ke Kota Padang sebagai Kota terdekat dengan Kota Bukit Tinggi berada di Kota Medan yang harus kami tempuh perjalanan selama 7 jam dari Kota Lhokseumawe.
Perjalanan darat kali ini kami jalani bersama 3 orang rekan yaitu Haris, Syuib dan Taufik dengan menggunakan kenderaan minibus Toyota Innova, setelah memeriksa kenderaan baik kondisi oli, ban, lampu dan mesin serta perlengkapan keselamatan dan perlengkapan perbengkelan darurat kami putuskan untuk berangkat pukul 22.00 wib dari Kota Lhokseumawe menuju Kota Bukit Tinggi yang berdasarkan perhitungan google map dapat di tempuh selama 24 jam bila perjalanan di lakukan tanpa henti dan itu mustahil untuk dilakukan tentunya.
Berangkat dari Kota Lhokseumawe, saya mendapat giliran mengemudi, dengan kecepatan rata rata 80 km/jam perjalanan kami sampai di Kota Langsa pada pukul 01.00 wib dengan waktu tempuh 3 jam, kami singgah dan merasakan nikmatnya kopi aceh dengan makanan pengganjal perut di tengah malam di Poska Kupi Langsa.
Setelah beristirahat sambil menikmati kopi, pkl 02.00 kami melanjutkan perjalanan menuju Kota Medan dan sekitar pukul 04.30 pagi kami tiba di pintu tol stabat Kabupaten Langkat Sumatera Utara, dengan tersedianya jalan tol tersebut sangat membantu untuk mempersingkat waktu perjalanan di mana jika kita ingin melanjutkan perjalanan ke wilayah timur dan selatan sumatera utara tidak lagi perlu melewati Kota Medan, kami singgah sebentar di rest area untuk melaksanakan shalat subuh dan terus melanjutkan perjalanan dan singgah untuk sarapan pagi di rest area KM 65 yang secara geografis sudah memasuki Kabupaten Serdang Bedagai Sumatera Utara.
Di rest area KM 65 pada pagi hari banyak orang yang singgah untuk istirahat, sarapan pagi maupun untuk keperluan ke toilet, hal ini karena rest area ini berada di tengah tengah perjalanan yang tentunya banyak orang perlu beristirahat setelah mengemudi cukup lama.
Setelah merasa cukup segar kembali, Pkl. 08.30 kami melanjutkan perjalanan melalui jalan tol yang mengarah ke selatan Sumatera Utara dengan pintu tol terakhir di gerbang tol Sinaksak menjelang Kota Pematang Siantar dengan waktu tempuh 1,5 jam, sesampai di Kota Pematang Siantar kami coba menghubungi kawan yang tinggal di Kota Pematang Siantar untuk mengajak bertemu dan bersilaturahmi, sambil menikmati kopi sidikalang kami bercerita dan berbagi pengalaman dengan kawan yang dulu satu sekolah.

Bertemu kawan Dodi di Pematang Siantar
Sekitar 1,5 jam kami singgah di Kota Pematang Siantar yang terkenal dengan roti gandanya, perjalanan kami lanjutkan menuju Kota Perapat yang berada di tepi danau Toba yang terkenal, dari Kota Pematangsiantar menuju Kota Perapat dapat di tempuh 1 jam perjalanan dan sesampai di Kota Perapat kami singgah sambil menikmati keindahan danau toba.
Setelah shalat dhuhur dan makan siang di pinggiran Danau Toba, pkl 13.30 Wib kami melanjutkan perjalanan menuju Kota Padang Sidempuan yang terletak di tengah tengah Provinsi sumatera Utara, setelah dari Danau Toba jalan yang kami lalui mulai menyempit dan lebih berliku dengan pemandangan pegunungan dan hutan yang merupakan bagian dari Bukit Barisan yang berada di tengah tengah Pulau Sumatera memanjang dari Aceh sampai dengan Lampung.
Dari Parapat menuju Padang Sidempuan kita akan melewati pegunungan dengan hutan dan perkebunan warga serta melintasi kota kota kecil seperti Porsea, Balige, Tarutung, sarulla dan Sipirok, butuh waktu 7 jam untuk mencapai Kota Padang Sidempuan dimana pada pkl 20.00 kami tiba, di Kota Padang Sidempuan kami beristirahat sejenak sambil makan malam bersama kawan Saiful yang bertugas di Badan Narkotika setempat, oleh Saiful kami diajak dan di perkenalkan bebarapa sudut Kota Padang Sidempuan baik mesjid agungnya maupun tempat kulinernya sehingga sampai tengah malam pkl 01.00 baru kami berangkat kembali menuju Kota Bukit Tinggi Sumatera Barat.

Memilih durian yang dijajakan warga di pinggir jalan

Dijamu makan malam oleh kawan Saiful di Padang Sidempuan
Untuk perjalanan jauh seperti ini dan rutenya belum pernah kami jalani, ketergantungan pada google map sangat tinggi dimana sering kali kami mengakses google map untuk melihat rute dan memastikan arah perjalanan masih sesuai untuk kota yang dituju, berangkat tengah malam dari Padang Sidempuan kondisi fisik telah mulai lelah sehingga sangat mudah mengantuk dan untuk kali ini Haris yang mendapat giliran mengemudi, yang lainnya termasuk kami tertidur pulas di bangku masing masing.
Bebarapa waktu kemudian goncangan akibat jalan yang rusak beberapa kali membangunkan kami dan ada firasat bahwa jalan yang kami lalui sepertinya bukan jalan lintas barat sumatera yang menuju Kota Bukit Tinggi, kami mencoba mengakses google map namun sinyal sangat lemah, di tengah kondisi malam yang gelap tanpa penerangan lampu jalan serta jauh dari perkampungan menjadikan kami was was akan arah yang kami tuju sehingga kami putuskan untuk kembali menyusuri arah yang berlawanan untuk kembali ke arah kota atau perkampungan. Setelah menyusuri arah kembali sekitar 7 KM kami bertemu persimpangan kembali dan benar adanya terjadi kesalahan mengambil arah jalan akibat rambu yang tidak terlihat di tengah malam.
Perjalanan kami lanjutkan kembali yang menurut google map perbatasan Provinsi Sumatera Barat akan kami jumpai lebih kurang 2 jam perjalanan lagi dan tepat pkl 05.00 wib kami sampai di perbatasan Provinsi Sumatera Utara dan Provinsi Sumatera Barat tepatnya di Kabupaten Pasaman, kami putuskan untuk beristirahat sejenak, melaksanakan shalat subuh sebelum melanjutkan perjalanan kembali. Pada pukul 07.00 kami tiba di daerah lubuk sikaping, kami beristirahat di warung sederhana dengan pemandangan sungai yang dibawahnya, suara derasnya air sungai dengan kicauan burung dan suasana hutan menciptakan suasana pagi yang indah.
Perjalanan kami lanjutkan kembali, setelah melewati daerah lubuk sikaping jalan menuju bukit tinggi sangat mulus beraspal namun sedikit sempit dan banyak aktifitas warga di sepanjang jalan sehingga kita harus berhati hati mengemudi. Tepat pukul 10.00 Wib kami tiba di Kota Bukit Tinggi dan langsung menuju hotel untuk beristirahat. Perjalanan jauh ini memang membutuhkan stamina yang baik serta didukung kenderaan yang prima, perjalanan ini memang melelahkan tetapi kita bisa melihat dan menikmati beberapa daerah yang kita jumpai dalam perjalanan. Menurut kami sepertinya perjalanan ini rasa lelahnya terbayar dengan pengalaman yang mungkin tidak semua orang bisa melaluinya.




