Menikmati minuman teh pucuk harum dan sebatang rokok gudang garam merah sambil berbincang dengan kawan
Malam ini saya mengunjungi kedai kecil di sudut jalan yang sudah sering ku datangi. Suasana kedai yang hangat dan akrab selalu berhasil membuat pikiran menjadi tenang sejenak dari rutinitas yang padat.
Sesampainya di sana, aku langsung memesan secangkir teh pucuk harum yang aromanya begitu khas dan menenangkan. Sambil menunggu pesanan, aku menyalakan sebatang rokok Gudang Garam Merah—teman setia di setiap momen santai. Di meja kecil di pojok ruangan, aku pun mulai bercengkerama dengan beberapa kawan lama yang juga tengah menikmati waktu santai mereka.
Obrolan kami pun mengalir dengan lancar. Di sela-sela kenikmatan teh dan asap rokok, topik pembicaraan kami beralih pada pekerjaan esok hari. Rencana pembuatan parit sepanjang 6 meter menjadi bahan diskusi hangat. Kami saling bertukar ide, menyusun strategi, dan berbagi pengalaman agar pekerjaan tersebut dapat berjalan dengan lancar. Masing-masing dari kami mengingatkan pentingnya kerjasama dan kesiapan fisik untuk menghadapi tantangan di lapangan.
Sambil menyesap teh pucuk harum yang semakin hangat, kami membicarakan segala persiapan—dari alat yang diperlukan hingga pembagian tugas. Tawa kecil dan canda tawa pun menemani setiap rencana yang kami susun. Meskipun pekerjaan besok tampak sederhana, momen kebersamaan ini membawa semangat dan kepercayaan diri yang tinggi.
Menjelang akhir pertemuan, aku merasakan betapa pentingnya momen seperti inilah—waktu untuk berhenti sejenak, menikmati secangkir teh, sebatang rokok, dan tentu saja, kebersamaan dengan kawan-kawan yang selalu siap mendukung. Dengan pikiran yang lebih ringan dan semangat yang baru, aku meninggalkan kedai dengan perasaan optimis menyambut tantangan esok hari, siap untuk menggali parit 6 meter itu dengan penuh dedikasi.

