You are viewing a single comment's thread from:

RE: Cara Bagaimana Kita Semua Menjadi Mata-Mata

in Indonesia5 years ago

Sampai pada ketika jubir unjuk gigi di tengah publik membela majikannya yang tak lain tidak bukan adalah si tokoh amatiran tadi, dunia perketenan kehadiran makhluk baru. Ya, itu dia. Si jubir maksudnya.

Bisa dikatakan makhluk terakhir disebut tadi rada-rada langka. Dari ratusan jiwa manusia, hanya belasan saja yang memenuhi spesifikasinya. Sisanya yang berpuluh-puluh itu tetap di tempat semula. Hanya jadi penonton, penggerutu sekaligus mata-mata.

Tepat seperti kita-kita yang Bung @bookrak, karena belum masuk lingkaran 'peyoples in' kita hanya bisa jadi penggerutu, tapi minus mata-mata, khekhe

Sort:  

Kalo minus, boleh pakai softlens, bang. 😁