Civil servants' actions in cleaning the orphanage area after the flash flood disaster.

in Hot News Communitylast month

Dampak pasca bencana Hidrometeorologi khususnya di Kabupaten Aceh Utara masih menyisakan kerusakan masif di berbagai sektor, seperti fasilitas umum, infrastruktur, permukiman masyarakat serta lahan-lahan pertanian produktif. Sebanyak 270 unit sekolah harus mengikuti kurikulum darurat dan proses belajar mengajar pun terpaksa dilakukan secara lesehan di tenda darurat atau di ruang kelas yang terbatas.

Sedangkan kerusakan infrastruktur dan pemukiman penduduk tercatat lebih 75.000 rumah rusak berat (hancur) dan puluhan titik jalan dan drainase juga mengalami rusak parah.

Hingga 8 Januari 2026 atau setelah masa tanggap darurat bencana berakhir pada 5 Januari 2026 Pemerintah Kabupaten Aceh Utara dalam fase transisi darurat ke pemulihan telah menyeru dan mengajak seluruh ASN untuk membantu masyarakat korban dampak bencana Hidrometeorologi dalam kegiatan gotong royong Akbar pada Selasa (6/01/2026) yang berlokasi di beberapa titik terparah.

Sasaran aksi gotong royong tahap pertama dilaksanakan di beberapa titik lokasi di Kecamatan Langkahan Kabupaten Aceh Utara, dan seluruh ASN Instansi kami (KA toe Pertanahan) ditetapkan di Yayasan (panti asuhan) Malem Diwa Desa Cot Bada bersama dengan sejumlah ASN di beberapa instansi lainnya.

"makna Gotong royong adalah konsep tradisional masyarakat Indonesia untuk saling membantu dan bekerjasama."

saat berkumpul di kantor

Pukul 7.30 wib aku dan beberapa rekan lainnya sudah berkumpul di areal kantor dinas Pertanahan, sesuai jadwal semua ASN dan pegawai Non ASN Kabupaten Aceh Utara akan menuju ke titik kumpul terakhir di lapangan Upacara sekretariat kantor Bupati Aceh Utara di Landing-Lhoksukon sebelum menuju ke titik lokasi gotongroyong yang telah ditentukan.

1000145419.jpg
Seluruh pegawai berkumpul di lapangan upacara sekretariat kantor Bupati Aceh Utara

Setelah mendapat pengarahan di lapangan upacara Landing, seluruh pegawai mulai menuju ke lokasi yang telah ditentukan menggunakan armada masing-masing. Sebelum tiba di tempat tujuan, rombongan kami singgah sejenak di kota Panton Labu untuk sarapan dan menikmati segelas kopi, karena kebanyakan rekan-rekan ASN belum sempat sarapan, bahkan aku juga tidak sempat mengantar anak-anak ke sekolah pagi ini karena terburu-buru.

saat ngopi di warung Acut Kupi Rawang Itek Kota Panton Labu

Kami tidak menghabiskan banyak waktu di meja warung kopi, tapi hanya sekedar mengisi lambung kosong di pagi hari sebelum melaksanakan aktivitas gotong royong atau pembersihan yang membutuhkan banyak energi dan waktu.

1000145444.jpg
1000145451.jpg
Areal yayasan Malem Diwa
saat aksi gotong royong

Yayasan Malem Diwa Desa Cot Bada Kecamatan Seunuddon peta lokasi merupakan salah satu panti asuhan anak-anak yatim piatu yang difasilitasi Sekolah Menengah Kejuruan (SMP) Swasta, yayasan ini memiliki 49 siswa laki-laki dan 46 siswa perempuan dan 8 guru pengajar dan dilengkapi dengan 1 laboratorium, anda dapat melihat statistik sekolah secara lengkap disini.

Yayasan yang dibangun di atas lahan seluas 2.816 M2 tersebut dalam kondisi rusak parah khususnya pada sejumlah bangunan berkontruksi kayu dan semi permanen seperti ruang belajar, dapur umum dan bilek (kamar penginapan) putra dan putri. Hampir tidak ada barang-barang pribadi milik pelajar yang luput dari banjir dan lumpur termasuk sejumlah aset yayasan itu sendiri.

Dampak bencana banjir bandang yang menimpa sebahagian besar provinsi Aceh, khususnya Kabupaten Aceh Utara pada akhir November 2025 lalu tidak hanya merusak fasilitas belajar-mengajar pada yayasan tersebut, membutuhkan energi dan waktu yang lebih besar untuk menormalisasi kembali tempat pendidikan gratis bagi anak-anak yatim piatu tersebut, pasalnya lumpur akibat banjir bandang rata-rata telah menutupi permukaan bangunan hingga mencapai kurang lebih 50 cm.

1000146061.jpg
Barang milik pelajar yang rusak parah: Screenshot my video

Kami telah berusaha membantu membersihkan yayasan tersebut dengan penuh motivasi tinggi dan rasa ikhlas mendalam karena tempat tersebut merupakan lembaga pendidikan bagi anak-anak yatim, namun kami mengakui tanpa peralatan yang memadai seperti alat berat dan air yang cukup tidak akan dapat memindahkan lumpur yang tebal, berat dan kental karena campuran material organik lainnya.

Selesai makan siang dan melaksanakan shalat dhuhur kami pun kembali ke kantor di Kota Lhokseumawe... Beberapa dari rekan ASN terpaksa kembali ke rumah untuk mengganti pakaian yang kotor sebelum kembali ke tempat kerja, karena aktivitas kantor tidak diliburkan.

Sekian... Terima kasih banyak atas kunjungan dan mungkin anda membacanya..

salam,
@ridwant

Introduce myself

Sort:  

Upvoted! Thank you for supporting witness @jswit.

--

TEAM 8

Congratulations! This post has been voted through steemcurator08 We support quality posts, good comments anywhere and any tags.


1767244330135.png

Curated by : ngoenyi

 last month 

Thank you @ngoenyi 🙏🙏