My Routine in Diary Game April 6, 2026 | Family and Work Responsibilities
Aku tidak bisa menulis memoar dengan emosi kecuali bercerita dengan fakta, tidak banyak kosa kata yang unik, juga tidak dibekali keterampilan observasi yang memadai. Tapi tidak apa! Aku akan memulai semuanya dari rumah, setidaknya dapat dipahami aktivitasku sejak pagi hingga petang. Ya, setiap pagi aktif sekolah aku harus menjelma layaknya rais kamar (waker upper) untuk membangunkan anak-anakku.
Semua harus disiplin dan tepat waktu! karena jika salah dari mereka terlambat akan berujung molornya waktuku tiba di tempat kerja. Selesai mengantar anak-anak ke sekolah aku meneruskan perjalanan ke tempat kerja. Selesai presensi pagi aku segera bertolak ke pendopo bupati karena tidak ada satupun makhluk yang bisa aku ajak basa-basi pagi disana.

Pekerjaanku sebagai petugas verifikasi data warga terdampak bencana hidrometeorologi sepertinya akan berlangsung hingga akhir April 2026, tidak ada perjanjian kontrak! karena semua ASN diembankan berpartisipasi dengan nurani dan penuh tanggungjawab membantu proses verifikasi data untuk mempercepat realisasi bantuan kepada warga yang terdampak bencana.
Aku hanya berharap jarum jam berdetak lebih cepat setelah tiga jam lebih berada depan labtob. Dua pesan masuk di whatshAp baru sempat aku baca ketika mendekati jam istirahat pada pukul 11.00 wib. Seperti perkiraanku! beberapa request belanjaan datang dari istriku, artinya aku mendapatkan tugas tambahan untuk berbelanja ke pasar.
Aku menuju pasar Inpres, salah satu pasar tradisional favorit terdekat yang menjadi pusat perbelanjaan paling ramai di kota Lhokseumawe. Selesai memenuhi pesanan istriku membeli ikan dan sayur aku pun segera keluar dari kerumunan pasar menuju lokasi parkiran kenderaan sepeda motor.
![]() | ![]() |
|---|---|
Aku tidak langsung menuju kediaman, tapi bersama belanjaan tergantung di kok depan sepeda motor aku menuju ke SDN 5 di kawasan Lancang Garam untuk sekalian menjemput putriku pulang sekolah.
Aku dan putriku tiba di rumah setelah beberapa menit dalam perjalanan. Wajah istriku terlihat kesal karena aku tidak langsung membawa pulang belanjaan yang akan di masak untuk lauk makan siang..🥴. Aku pura-pura tuli dan segera menuju ke kamar untuk merebahkan badan, karena cuaca terik panas matahari diluar lebih menggerahkan ketimbang mendengar omelan istri.
Selesai shalat dhuhur dan makan siang aku kembali ke pendopo Bupati, namun niatku melanjutkan tugas rutin itu batal karena jaringan aplikasi tidak berfungsi, akhirnya kami diperbolehkan untuk kembali ke dinas masing-masing. Aku tidak berpura-pura lega tapi raut wajah pasti menggambarkan emosi yang sesungguhnya!, selesai menarik nafas lega aku menuju ke warung kopi Stadium-4 di Jalan Tgk Chik Ditiro. Disana aku mencicipi segelas kopi sambil berselancar di beberapa media sosial.
Kurang dari satu jam disana sebelum aku Kembali ke tempat kerja. Meskipun nihil pekerjaan, aku tetap berada di kantor dan ikut menikmati lelucon beberapa rekan-rekanku yang masih disiplin dengan pekerjaan mereka hingga tiba presensi pulang. Sebahagian dari ASN di bidang pengadaan masih berada di lapangan (kecamatan) melakukan identifikasi dan pengukuran tanah aset pemerintah untuk terlaksananya kegiatan persertifikatan sebelum akhir tahun 2026.
Besok dan seterusnya aku dan tim akan kembali ke pendopo dan berharap tidak ada gangguan jaringan / aplikasi sehingga dapat melancarkan kegiatan validasi data-data warga terdampak bencana banjir dan longsor khususnya di Kabupaten Aceh Utara.

Selesai melaksanakan shalat Ashar di mushalla kantor aku pun kembali ke rumah untuk beristirahat dan berkumpul kembali dengan keluarga.
Sekian... Terima kasih banyak atas kunjungan dan mungkin anda membacanya..
salam,
@ridwant





https://x.com/i/status/2042632328942621034
Upvoted! Thank you for supporting witness @jswit.
Congratulations @ridwant! Your post was upvoted by @supportive. Accounts that delegate enjoy close to 10x voting power and 10–11% APR.
Thank you @supportive 🙏