SEC-S30W4: Building a Fable | Trompii's Victory Ends Tragically
Luas gurun Kalahari di Afrika Selatan tidak lagi mencapai sembilan ratus ribu Km2. Manusia secara perlahan mulai memanfaatkannya untuk tujuan ketahanan pangan dan membangun berbagai fasilitas publik. Disisi lain gurun tersebut menjadi tempat tinggal yang nyaman bagi ratusan ribu populasi Meerkat sejak lama. Dan, disana pula jutaan rayap tanah bertahan hidup diantara predator-predator bertubuh ramping dan lincah dengan cakar yang tajam. image pixabay
Sebenarnya Meerkat dikenal sebagai hewan yang memiliki sifat sosial yang tinggi, suka bergaul dan hidup berkelompok. Ya, Sekilas hewan dari keluarga musang ini terlihat unik dan lucu, namun faktanya Meerkat memiliki sifat buruk yang mengancam hewan-hewan kecil lainnya seperti mencakar, perusak dan senang membunuh.
Permusuhan antara Meerkat dengan rayap tanah telah berlangsung sejak lama. Tidak ada kehidupan yang nyaman bagi bangsa rayap meskipun hewan kecil ini tinggal dalam rongga-rongga tanah dan batu yang kokoh.
Kalahari adalah surga bagi keluarga Meerkat meskipun dipenuhi gumuk pasir merah terlihat tandus dan kering, namun jauh dari jangkauan manusia sehingga sejumlah Meerkat merasa nyaman dan hidup bahagia bersama anak-anak mereka tanpa kekurangan makanan, tapi sayangnya sumber energi tersebut didapat dengan cara yang kejam yakni menyerang dan memangsa sejumlah keluarga rayap untuk menghidupi diri dan keluarga mereka.
Namun diluar perkiraan, dimana sekelompok manusia mulai mendekat karena hendak memperluas area pemukiman dan lahan-lahan untuk bertani. Mengetahui hal ini, Raja Meerkat bernama Trompii mulai murka karena sekelompok manusia semakin hari semakin mendekat dan dianggap dapat mengancam kehidupan mereka di gurun yang sebelumnya dianggap paling aman. image pixabay
Trompii adalah salah satu dari sosok pemimpin yang paling ditakuti dan berani diantara Meerkat lainnya. Dia tidak hanya dianggap sebagai ancaman terbesar oleh rayap serta beberapa binatang ukuran kecil lainnya, Trompii juga dikenal sebagai pembunuh yang ganas karena ia tidak segan-segan membunuh dan memaksa rakyatnya sendiri jika kekurangan makanan.
Suatu hari Trompii mengumpulkan ratusan ribu rakyatnya (Meerkat), dan ia mulai berpidato...
Trompii : ..kalian tahu? negeri kita tidak lagi aman saat ini karena sekelompok manusia mulai merampas tanah kita dan akan menghancurkan tempat tinggal kita. Sementara rayap-rayap tanah yang menjadi sumber makanan kita pun dipastikan akan musnah, kita tidak hanya kehilangan tempat tinggal tapi juga kekurangan makanan. Adalah solusi dari kalian? Tanya Trompii kepada rakyatnya. image pixabay
Suasana hening sesaat sebelum salah satu dari Meerkat memberanikan diri berbicara untuk menawarkan solusi kepada sang raja.
Meerkat : Izin tuanku, menurutku apakah tidak sebaiknya kita memanfaatkan jutaan rayap tersebut untuk menghalangi tujuan manusia?
Trompii : Bagaimana caranya?
Meerkat : rayap adalah hewan yang suka memakan kayu dan material bangunan! dengan jumlah mereka yang banyak perlahan akan merusak dan meruntuhkan bangunan-bangunan kayu bahkan terbuat dari beton.
Trompii : Setelah diam sejenak kemudian si Raja ini berkata, Sepertinya ide itu sangat masuk akal.
...Kemudian Raja Meerkat mulai menemui ribuan bahkan jutaan rayap seraya berkata, "wahai rayap, kalian jangan lagi takut kepada kami karena mulai saat ini kami tidak lagi memangsa kalian. Kalian dan keluarga kalian akan aman tapi dengan satu syarat. Kalian harus merusak semua bangunan dari kayu dan beton yang dibangun oleh manusia, serta merusak kebun dan tanaman mereka.
Singkat kisah... akhirnya Raja dan Ratu rayap menyetujui permintaan sang raja Meerkat tersebut. Jutaan rayap mulai melakukan tugas mereka yakni memakan, merusak pondasi dan bangunan-bangunan serta kebun-kebun milik masyarakat dengan harapan rayap-rayap ini dapat hidup aman dan nyaman.
Beberapa bulan kemudian rayap-rayap tersebut berhasil melakukan tugasnya dan dengan perlahan sekelompok manusia pun kewalahan menghadapi hama-hama tersebut. image pixabay
Sedangkan Raja Meerkat mulai merencanakan sesuatu yang sangat licik terhadap koloni rayap. Bagaimana tidak, rayap adalah hewan yang memiliki kandungan lemak dan protein tinggi sehingga sangat penting sebagai sumber penghidupan bagi keluarga besar Meerkat.
Ternyata Raja Meerkat hanya memanfaatkan jutaan rayap untuk mengusir manusia karena manusia adalah musuh serta ancaman besar bagi kelangsungan hidup dan tempat tinggal populasi Meerkat.
Manusia mulai meninggalkan bangunan-bangunan kayu yang rusak karena dimakan rayap, mereka juga mulai berkembang biak semakin banyak disana. Semua properti manusia menjadi tempat tinggal baru bagi rayap, mereka hidup bahagia dengan kayu-kayu kesukaan mereka tanpa menyadari bahwa musibah besar akan datang menimpa mereka.
Tidak lama kemudian, Raja Meerkat memerintahkan seluruh rakyatnya untuk berangkat ke bangunan-bangunan kayu dan kebun manusia yang ditinggalkan pemiliknya.
Trompii : wahai rakyatku manusia sudah pergi dari negeri kita! pergilah kesana dan nikmatilah makanan kalian sepuasnya tanpa harus menggali dan mengorek tanah gurun untuk mencari rayap-rayap yang lezat itu.
Raja dan ratu rayap akhirnya menyadari bahwa mereka telah ditipu dan dimanfaatkan oleh Raja Meerkat. Tanpa mampu melawan dan berlari, jutaan rayap tersebut hanya pasrah ketika ribuan Meerkat mulai menikmati tubuh-tubuh gemuk dengan lahap.
Tapi ratusan Meerkat bukanlah hewan pemenang dalam kisah ini! dosa raja Trompii harus ditebus dengan harga yang mahal oleh ribuan Meerkat dan anak-anak mereka, sejumlah ular dan elang muncul disana dan mulai memangsa anak-anak mereka tanpa ampun. Beberapa dari Meerkat yang selamat menyadari bahwa setiap prilaku buruk akan mendapat balasan yang buruk, bahkan lebih buruk dari yang dipikirkan.
Pesan-pesan moral dibalik cerita fiktif ini?
- Sifat buruk tidak hanya karena pengaruh orang tua, tapi diciptakan oleh lingkungan sekitar atau faktor kebutuhan hidup.
- Mudah terpedaya disebabkan karena janji manis, tekanan, ketakutan dan ketergantungan kepada orang lain.
- Memposisikan nyawa bangsa lainnya di atas kepentingan bangsanya sendiri hanya untuk menguasai dan menikmati hak-hak bangsa lain.
- Egois dan kesombongan adalah tindakan diluar batas setiap manusia, melainkan hanyalah upaya untuk menghukum dan menganiaya diri mereka sendiri.
Sekian partisipasi saya untuk SEC-S30W4: Expresándome con la escritura. Tema 4: Construyendo una Fabula. yang diselenggarakan oleh tuan @marvinvelasquez ,
Terima kasih banyak atas kunjungan dan mungkin anda membacanya..
Mengundang : tuan @mahadisalim @dove11 dan @memamun 🙏
salam,
@ridwant




I have seen in Animal world serials African meerkats from the deserts and grasslands of southern Africa. I know they live in company with total cooperation and sharing tasks like foraging, babysitting, and guarding against predators.
But I didn't know meerkats have bad characteristics and dangerous for other small animals. However, I have heard that termites, and ants are easy prey for animals like rats etc. So if you say they meerkats survive by attacking and eating termite, I am not surprised. You have come up with a great story, I wish you the best.
Curated By @ heriadi
Thank you @heriadi!
Thank you, sir. Your interesting comment has entertained me. I actually have no experience at all in composing folk tales, and this is truly a funny job for me. 🤣 Although I tried to summarize the true character of meerkats from various sources.
Thank you very much for your visit and interesting comment, sir. 🙏
To be frank, we all hear them from the knowledgeable ones so I guess no one has the expertise of writing fables. We can just search and research and write them but I am afraid none will be original. We have a world famous book called "The stories from Panchtantra"
https://wikiofpeople.com/summary-of-panchatantra-stories-in-english/
"Originally in Hindi" available at Amazon in different versions
But there is no way one can try them as his own because these are available in almost all languages of the world.
So what you did a great job, all the best.
0.00 SBD,
0.11 STEEM,
0.11 SP
That's right ! Yes, we respect every challenge and contest and value our own writing by striving to write and develop what we know into an original story. I also learned from your story, "The Crow and the Old Mango Tree."
You and I will not engage with links that provide various fables because they are not ours. That's why you and I truly value our own work, even if it doesn't appeal to others.
my pleasure. ,🙏🙏
0.00 SBD,
4.27 STEEM,
4.27 SP
✅
Congratulations, your comment has been upvoted by the Steemcurator09 team. Keep up the valuable comments.
**Curated By: sojib1996 **
Thank you sir @sojib1996 🙏
Okay, but from now on, I'll be even happier if you call me brother.
My pleasure.... 🙏
https://x.com/i/status/2037568700191330331
Upvoted! Thank you for supporting witness @jswit.
Curated By @ heriadi
Terima kasih kanda @heriadi
Hello, @ridwant
It's a pleasure to see you've accepted my challenge,I'm glad you took the time to participate. With a short introduction, in which you would only address the main facts, it would have been fine, the story is very good and the moral is more than clear.
Verificated by Duplichecker & Scribbr
I enjoyed this challenge, even though I'm completely incapable of writing folk tales and have no experience in this area. 🤣
Thank you for the review, sir. @marvinvelasquez 🙏🙏 I'm certainly happy with the outcome...