The February contest #1 by sduttaskitchen | Challenges for a single parent!

1000152271.jpg
Image pixabay

Beberapa alasan dominan mempengaruhi meningkatnya jumlah orang tua tunggal seperti; kelahiran anak diluar nikah, penceraian dan meninggal dunia. Dan, mayoritas orang tua tunggal diperankan oleh perempuan (Ibu). Tentu tidak semua kaum perempuan membenci penceraian! Perubahan nilai dan gaya hidup di era modern "single parent" bukanlah takdir tabu dalam status sosial, mereka justru menikmati kehidupan tersebut dengan perasaan lega dan merdeka. Disisi lain, seorang ibu akan menempatkan penceraian sebagai konsekwensi logis tanpa berpikir dampak buruk terhadap mental dan luka psikologis mendalam bagi anak-anak. Atau, dianggap sebagai luka sesaat yang akan sembuh seiring berjalannya waktu.

🤱Tantangan yang dihadapi oleh orang tua tunggal
Menjadi orang tua tunggal adalah perjalanan awal "melawan" perubahan status sosial, seperti beradaptasi dengan peran ganda dan beban ganda. Bukan kurang teman! tapi keterbatasan solusi dan sumber daya karena tuntutan keterlibatan penuh pada dua ranah utama; domestik dan publik dimana sosok orang tua tunggal mayoritas ibu harus intens dengan pekerjaan rumah setelah pulang kerja. Tapi ada catatan, dimana kondisi tersebut tidak berpengaruh pada semua orang tua tunggal (ibu).

1000152269.jpg
Image pixabay

🏡Bagaimana seseorang memahami adaptasi dalam konteks individu.
Tanpa sakit seseorang akan sulit untuk menjadi kuat! artinya Kekuatan mandiri akan didapat dengan melawan tekanan mental ketika bertransformasi dari struktur utuh ke individu otonom. Orang tua tunggal harus berpikir objektif bukan hanya bagaimana bertahan hidup, tapi bagaimana melawan status "mantan" menjadi dirinya sendiri dalam tatanan lingkungan sosial. Hal ini penting untuk melewati kesedihan atau kebencian dengan cepat guna mengaktifkan kemandirian berpikir dan meneruskan perannya sebagai penyedia sumber daya keluarga dan sebagai individu sosial.

Ketahanan emosional, fleksibel dan prioritas adalah manajemen "peran ganda" yang perlu dirapikan kembali karena orang tua tunggal tidak hanya dalam posisi bertahan tapi juga berkembang.

🙇Ya, seorang anak membutuhkan keterlibatan kedua orang tua secara setara untuk mencapai perkembangan yang optimal.
Kita sangat sulit melawan pendapat kita sendiri, sebahagian istri memilih bercerai bukan karena berani menghadapi berbagai persoalan keluarga yang kompleks, tapi berupaya melawan kekhawatiran buruk yang sulit diperbaiki sepanjang hidup.

Lantas, apakah kesuksesan anak bergantung pada jumlah orang tua atau ditentukan pada kualitas didikan? karena umumnya karakter seorang anak efektif dibentuk oleh struktur dan prilaku lingkungan keluarga yang utuh (ayah dan ibu) dibandingkan orang tua tunggal sebelum mereka menuju fase peralihan (usia kebebasan) sebagai individu dewasa.

Umumnya, kategori untuk "orang tua tunggal karena pilihan" cenderung memilih kualitas daripada kuantitas sebagai kunci kesuksesan anak! ...aku sempat berdebat dengan sejumlah perempuan dan sebahagian besar dari mereka adalah orang tua tunggal (janda) dalam sebuah forum isu gender, ini bukan tentang "kalah dan menang dalam berargumen" tapi tentang penolakan terhadap "struktur keluarga utuh sebagai faktor kunci kesuksesan pendidikan anak" adalah mereka yang; 1). membenci pernikahan karena perselingkuhan, 2). Lebih menyukai mengadopsi anak (bayi tabung) tanpa pasangan, dan 3). kegagalan rumah tangga faktor ekonomi, seks dan kekerasan.

Dalam konteks ini, mereka (ibu sebagai orang tua tunggal) yang mempertahankan feminisme seharusnya tidak ada keluhan apapun ketika dihadapkan dengan perubahan struktur keluarga atau absensi seorang suami secara fisik dan emosional, karena salah satu tuntutan feminisme kaum perempuan adalah "kesetaraan kedudukan" termasuk kemampuan atas upaya memenuhi kebutuhan domestik dan publik.

Aku memandang "kesepakatan" penceraian sebagai bentuk injuctice terhadap hak kebahagiaan orang lain (anak), dan secara emosional tekanan mental anak lebih buruk ketika menghadapi kehilangan salah satu karena penceraian orang tua daripada kematian.

Sekian partisipasi saya untuk The February contest #1 by sduttaskitchen|Challenges for a single parent! yang diselenggarakan oleh @sduttaskitchen , Terima kasih banyak atas kunjungan dan mungkin anda membacanya..

Mengundang, @lirvic @wirngo dan @paholags

salam,
@ridwant

Introduce myself

Sort:  
Loading...
 2 hours ago 

¡Holaaa amigo!🤗

Asumir el rol de madre o padre en el contexto de soltería en un desafío de nunca acabar y, aunque una de las figuras haga bien su trabajo, la ausencia del otro siempre va a marcar un hito que no puede suplir. Te lo digo por experiencia, ya que crecí solo con la figura de mi padre y, por más que tuve a mis abuelas y tías, esa imagen materna hizo falta en muchas cosas.

Te deseo mucho éxito en la dinámica... Un fuerte abrazo💚