Sort:  

Itu dia! Salah satu alasan saya keluar dari dunia media adalah karena saya merasa terkurung diburu oleh kuantitas dan kekakuan yang membuat saya tidak bisa bernafas serta tidak bisa mengekspresikan diri sesuai dengan diri saya, terutama lagi karena media saat ini sudah "terkepung" oleh kapitalisme. Di dalam menulis, tidak ada kata berhenti belajar walau sudah merasa mampu dan hebat, karena kalau berhenti maka habislah semua pemikiran dan kreatifitas.

Apa yang bisa kita harapkan dengan media sekarang, mbak? Hampir tak ada. Untunglah Indonesia ada banyak figur seperti Setnov dan Tiang Listriknya. Kalau tidak, waduh. Tiap hari redaksi media gaduh besok mau nulis apa, mau nulis apa? Haha