Niatnya Sih Nolong Malah Terancam Dipenjara!
Kembali lagi berkisah mengenai salah satu pengalaman teman-teman yang melakukan perjalanan lintas daerah bahkan negara. Namun kali ini, kisah yang akan saya ceritakan adalah ‘rasa empathy yang diberikan tanpa imbalan diri malah berakhir dengan dikhianati’. Sebelum cerita dimulai marilah kita berdoa menurut agama dan kepercayaan kita masing-masing semoga apa yang terjadi dalam cerita di bawah ini tidak terjadi pada diri kita.
Jadi begini ceritanya,
Sebut saja namanya Mawar.
Mawar seorang TKI sukses di negeri tetangga, Philipina. Karena kesuksesannya menjadi TKI ia sampai bisa menyewa apartemen dan berkehendak untuk memboyong suami dan anak-anaknya pindah ke negara tersebut. Segala berkas, dokumen dan kelengkapan lainnya telah ia urus dengan segala kerepotannya mengurus pekerjaan dan kepindahan keluarganya dari Indonesia ke Philipina.
Suatu ketika di tengah-tengah proses kepengurusan tersebut, teman Mawar, sebut saja namanya Marwan, meminta bantuan pada Mawar. Marwan adalah teman sesama TKI yang Mawar kenal melalui seringnya mereka berjumpa di kedai kopi, Starbak. Mereka hanya selalu berjumpa di sana, yang sebenarnyapun jarang. Mereka TKI kekinian dan anak gahol Jekardah yang terdampar di tanah orang dan menjadi TKI.
_“War, lu kan mau balik nih ke Indo, gue minta tolong ye...” _
“Apaan? Kalau bisa gua bantu ya pasti gua bantu lah...”
“Nah, gue kan kemarin janji sama ibu dan adek-adek gue buat beliin souvenir, ya oleh-oleh gitu lah dari sini, tapi kan gue baliknya masih dua bulan lagi, gue takut mereka kelamaan nunggu. Bisa nggak elu gue tambahin satu koper lagi berisi barang-barang gue, ntar pas nyampek Soeta biar dijemput sama temen gue, biar lo gak keberatan bawa koper gue”.
“Wait, bagasi lo berapaan? Asal lo yang bayar bagasinya gua sih oke aja cuy”.
“Itu mah gampang, yang penting lo mau aja”.
”Oke deal!”
“Deal”. Tutup Marwan dengan perasaan senang.
Tibalah hari di mana Mawar harus balik ke Indonesia untuk mengurus sisa kelengkapan yang membutuhkan tanda tangan dirinya sekalian ingin pamitan pada sanak keluarga. Koper dari Marwan juga sudah sampai. Mawar pikir Marwan nggak jadi titip koper karena sampai H-1 keberangkatan Mawar, Marwan tidak kunjung memberikan kopernya.
Flight Mawar adalah jam 8 pagi waktu setempat. Marwan datang memberikan koper ke apartemen Mawar pukul 10 malam sebelumnya. Karena masih lamanya waktu Mawar masih sempat membereskan apartemennya yang berantakan karena beberapa hari belakangan ia sibuk keluar terus ke kedutaan Indonesia. Namun sebersit hati Mawar mengatakan ia merasa penasaran dengan isi koper Marwan.
Kemudian ia pegang koper Marwan dan ia elus-elus. Ia emrasakan hmm... terasa halus di bagian luar, dingin dan menyejukkan (aduh ini apaan sih?)
Mawar membuka koper Marwan. Begitu terbuka, lipatan paling atas adalah handuk berwarna putih, kemudian Mawar melanjutkan membuka semua isi koper Marwan sambil melipatnya ulang. Entah dorongan apa yang membuat Mawar membuka semua bagian lipatan hingga memeriksa ke kantong baju dan sela-sela kecil.
Ia tidak ada maksud apapun kecuali ingin tahu. Ia tidak ada perasaan curiga sedikitpun, Cuma pesaran oleh-oleh apa yang dititipkan pada dirinya untuk ia bawa ke Indonesia. Mawar sempat berhenti di tengah-tengah pemeriksaannya karena tidak ada hal yang menarik apalagi mencurigakan. Namun Mawar kok makin berani mengeluarkan semua isi koper hingga ada sepasang sepatu pantofel berwarna hitam yang membuat Mawar terkejut bukan main.
Darah Mawar langsung bergejolak, jantungnya berdegup kencang. Bukan! Mawar bukan jatuh cinta, ia sedang terkejut. Matanya melotot memandangi sepatu tersebut. Pelan-pelan ia keluarkan sepatu itu dari koper dan benar dugaannya, ada sesuatu di dalam sepatu itu, tersembunyi dan tidak begitu terlihat bila tidak diperhatikan.
Sumpah serapah dikeluarkan Mawar atas kelakuan Marwan pada dirinya. Air mata Mawar jatuh karena saking marahnya. Ia tidak mengerti mengapa Marwan begitu tega pada dirinya.
Ada sebuah bungkusan di dalam sepatu tersebut, tersembunyi karena diselotip ke bagian atas langit-langit sepatu. Ketika dilepaskan oleh Mawar bungkusan itu ternyata isinya ganja kering.

Apabila Mawar tidak memeriksa koper tersebut dan tidak merasa penasaran pada isinya tentu saja hal buruk akan terjadi pada dirinya ketika di bandara nanti. Mawar yang tidak tahu apa isi koper tersebut tentu akan melewati pemeriksaan dengan santai saja. Hingga ternyata ia tertangkap karena membawa narkoba.
Konsekuensinya adalah ia akan dipenjara karena tuduhan penyeludupan barang terlarang. Ia dideportasi dari Philipina. Keluarganya akan malu atas perbuatan yang dituduhkan padanya. Tentu saja ia akan kehilangan pekerjaan. Belum lagi nasib pernikahannya yang pasti akan retak karena rasa malu dari sang suami dan anak-anak yang masih kecil.
Apa maksud Marwan melakukan hal ini? dendamkah? Atau memang ingin memanfaatkan Mawar kalau-kalau Mawar memang bisa lewat begitu saja di bagian pemeriksaan?
Mawar tidak ingin melaporkan Marwan, ia hanya memotret isi koper dan barang tersebut kemudian mengirimkannya pada Marwan sebagai bukti bahwa ia akan melaporkan Marwan kalau ia masih berani muncul ke kehidupan Mawar lagi.
PESAN MORALNYA ADALAH...
Berbaik hati boleh, namun tindakan Mawar untuk memeriksa semua barang milik titipan temannya itu adalah tindakan benar. Pada dasarnya jangan mau dititipi barang oleh orang yang tidak kita kenal baik. Walau kadang-kadang orang yang sudah kita kenal baik pun juga bisa tega melakukan hal tersebut pada kita.
Jangan mau dititipin oleh-oleh atau barang karena mereka tidak akan mau membayarnya ketika sampai di kampung halaman. Jangan tergiur dengan kalimat, “Gue titip ya, ntar kalau lu udah pulang pasti gue bayar”.
Yakin kamu kalau teman kamu bakal bayar? Belom lagi bagasi yang bakal harus kamu bayar ekstra karena jadi kelebihan beban. Nah masih mending titip oleh-oleh, laaah kalau terjadi hal seperti Mawar gimana?
Be wise guys, everything possibly happen to you, it’s all depends how you react it. You can reject all requests from your colleague or friends for the only reason, Safety.


Harus Hati2 juga ya.. Sekalipun teman.. Daripada repot di belakang..
Terima kasih sharingnya
Waspada setiap saat ...