Boh Lam Oen
SEMINGGU setelah kami pindah ke rumah baru, Bapak datang dari kampung membawa dua batang pohon jambu. Saya tak tahu jenisnya apa dan lupa bertanya kepada Bapak. Dari bacaan beberapa buku tentang budidaya dan jenis jambu, buahnya mirip dengan jambu air. Apapun namanya, saya tetap bersyukur karena Bapak telah membawa jauh-jauh dari kampung.
Dari dua batang tersebut, saya tanam dengan cara berbeda. Satu batang saya tanam langsung di tanah, sedangkan satunya lagi saya tanam dalam pot ukuran 60 diameter, dengan ketiggian setinggi lutut orang dewasa. Saya sangat menyayangi keduanya. Setiap hari saya siram, kecuali ketika saya kena tugas dinas luar.

Jambu dari batang yang ditanam di tanah di depan rumah
Kini, usia jambu tersebut sudah berusia lebih kurang satu tahun. Saya amati, dari kedua batang jambu tersebut, yang ditanam di tanah lebih cepat besar pohonnya. Sedangkan yang cepat berbuah justru yang dalam pot, namun batangnya masih kecil.
Pohon yang ditanam dalam pot itu berbungan sangat banyak, sehingga terpaksa harus dibuang beberapa tangkai untuk menjaga kestabilan batang. Namun buahnya kecil-kecil, mungkin kurang gizi kali ya, padahal ada saya kasih kompos, atau bisa jadi pengaruh batang yang masih kecil.
Untuk mengetahui sebab-musabab, sepertinya, harus kita tanya sama @arielogis sebagai ahli pertanian. Tapi entah, apa ia mau menjelaskannya, sebab akhir-akhir ini saya perhatikan ia sibuk dengan program televisinya “Igoe Ceurape”.

Buku tentang budidaya jambu dan jenis jambu
Sebulan setelah panen pohon yang ditanam dalam pot, kini mulai berbunga pohon yang tumbuh di tanah. Namun bunganya tidak banyak. Sambil mengintip-ngintip bunga perdana, di sela-sela daunnya yang lebat, saya mendapatkan satu tangkai yang berisi empat buah jambu. Warnanya putih agak kemerah-merahan. Tak menunggu lama, tangan saya seketika memetik buah tersebut.
Kata orang-orang tua terdahulu, kalau buah perdana, jangan dimakan sendiri, tetapi disuruh bagi ke tetangga agar berbuah lebih banyak lagi ke depan. baiklah, saya menuruti saran orang terhulu, lagian juga bernilai sedekah kok.
Dua biji saya konsumsi sendiri, sedangka dua biji lagi saya kasih ke tetangga sebelah. Rasanya cukup manis, lembut dan kemanisannya lengket di lidah. Mungkin itulah yang dimaksud boh lam oen (buah yang tersembunyi di sela-sela daun).
Biasanya buah yang tersembunyi di sela-sela daun tersebut terlindungi dari berbagai hama, sengatan sinar mata hari dan binatang nakal lainnya. Buahnya bersih dan bercahaya. Tidak busuk dan rasanya tetap terjaga belum terkontaminasi dengan apapun dari luar.
Ditamsilkan untuk Anak Gadis
Bagi sebagian besar orang Aceh, istilah boh lam oen ini juga ditamsilkan untuk aneuk dara (anak gadis). Jika dalam sebuah gampong ada gadis yang sangat terjaga keimanannya, tingkah lakunya, akhlaknya serta terlindungi auranya dengan baik, maka ia disebut sebagai boh lam oen.

Ilustrasi wanita salihah | Sumber
Boeh lam oen ini tidak mudah didapatkan, sama halnya dengan jambu di atas tadi. Dalam satu desa belum tentu ada satu orang. Boh lam oen ini merupakan impian bagi para pria. Siapa saja yang mampu meluluhkan hatinya, dia termasuk pria yang sangat beruntung.
Boh lam oen ini pun tidak serta merta mau dengan sembarangan pria. Biasanya mereka tidak mencari jodoh sendiri, melainkan melalui orang tuanya atau oleh ustadz tempat dia mengaji. Pria yang dijodohkan dengannya pun pasti pria yang baik seperti dalam film Ketika Cinta Bertasbih (KCB), antara Khairul Azam dengan Anna Althafunnisa.
Benar adanya seperti janji Allah Swt dalam Surat An-nur ayat 26, bahwa laki-laki yang baik hanya untuk perempuan-perempuan yang baik, begitu juga sebaliknya perempuan-perempuan yang baik hanya untuk laki-laki yang baik pula.
Oleh karena itu, jangan pernah mencari yang terbaik dalam hidup kita, tetapi jadilah yang terbaik. Bagi pria dan wanita, mari kita siapkan diri kita untuk layak mendapatkan pasangan terbaik. Jangan mengeluh banyak orang tidak baik. Tetapi menjadi baiklah, agar orang baik semakin banyak. Mari!

Baca Juga:
Loen boh jambee nyan that menggiurkan,, roe ie abah,,,, haha
Kalau tanya sama aq ttg pertanian, aq ngak berani jawab. Takut fitnah nanti
kan abang ahli di bidangnya... ayo bang, jangan dipendam ilmunya,,,, hehe
Wah jambunya itu lho bang wuenak buat rujak hehe
jambu yang mana ne, yang tamsilan atau jambu sesungguhnya?
maunya kan dibawa sebagai sampel, biar kita thau gimana rasa manis yang nempel di lidah itu.
kubeli yang di lampineung saja ya... asam manis,,, lagei ie jok ,,,,,
nyan neupakat lon sige watei ka mirah2 boh lam oen nyan
boh lam oen yang toeh, yang dimiyup atau di ateuh?
Bersyukurlah Hayat sudah mendapatkan dua boh lam oen. Satu boh jambee, satunya lagi boh hatee :D
pengen dapat 3 hahaha.....mak @fardelynhacky lah yang paling mengena komentarnya, hahhahaha
Buah jambu adalah kisah masa permainan anak-anak dalam mencari kebun tetangga yang banyak jambunya. Buah jambu juga merupakan pelajaran berbagi dan menikmati bersama buah jambu dalam sepiring kecap dan gula pasir, bertabur potongan kecil cabe rawit dan garam.
yang paling seru cerita tentang buah jambu adalah para ibu2 yang sedang hamil, tengeh malam suaminya harus bangun mencari buah jambu... hehehe
Walah. Haha, pohon jambu idaman namanya.
Jika wanita baik-baik dinamakan boh lam on.
Kalau pria baik-baik diistilahkan dengan???
Nyoe pertanyaan yang kritis, saya baru terpikir juga jika lelaki yang baik-baik apa ya dalam istilah orang Aceh... Perlu dicari tahu...
buah dalam daun = untuk wanita baik hati
udang didalam bakwan= untuk pria baik hati...hehe
Hahhahaa... Asai bek burung dalam sangkar...
Wow...ada burung....hahaha
HAHAHAHAHAAAAA
Pakoen khem mak @fardelynhacky? Hahaha
Semoga kita menjadi pria-pria terbaik agar mendapatkan boh lam oen terbaik ya, Bang. Atau jangan-jangan Bang Haya udah ada calon?
Maksud bang cit, calon yang kedua atau ketiga? Hayat ikhlas bang... :D