You are viewing a single comment's thread from:
RE: Haruskah Anak yang Disalahkan?
Setuju, aku tidak habis pikir sama orang yang merekam kejadian itu. Padhaal lebih bijak jika dia memberitahu orang tuanya. Kalaupun ingin mengabarkan kepada khalayak akan sesuatu yang tidak patut dicontoh, bisa dengan ditulis saja, tanpa perlu nge-share videonya. Salah kaprah!
Itulah kak, maunya ditangkap orang yang menyebarkan video itu ya. KPI pun lemah banget dengan perilaku seperti ini. Aku nggak kebayang bagaimana shocknya ibu anak itu dan pastinya anak yang jadi sasarannya atas kemarahan dan rasa malu yang ditanggung oleh orangtua.
Kakak juga tidak setuju dengan cara dia, tapi mari berpikir setelah ia rekam lalu dicoleknya ibu di samping anak sebentar. "maaf Bu, anaknya sedang nonton apa itu, ya?"
Lalu kalau video itu tdk ada, apakah banyak ortu dan calon ortu tersentak kaget? Apa yang sebenarnya terjadi saat ini merelakan anak berkarib dgn gawai adalah fenomena gunung es. Bu Elly Risman sudah jauh hari mewanti-wanti, sejak jaman parabola dulu, sekarang ditambah gawai di ujung jari. Bahaya pornografi, narkolema narkolema....ia lebih bahaya dari narkoba mana pun!
Setelah ada video itu, segrup komplek heboh..lalu apa? Jam gawai anak pun tak juga berubah. Anak-anak masih menenteng gawai tanpa ditemani ortu sebenar-benar ditemani. Tetap tak jera, atau tak kuasa mengendalikan anak. Wallaahu'alam.
Kami selaku ortu yg menerapkan jam.gawai pada anak sangat kewalahan, benar ia ikut aturan di rumah, lalu ke tempat teman yang difasilitasi gawai tiap pulang sekolah, sudah terpapar lagi. Kami lah yang harus mengokohkan jiwa dan prinsip-prinsipnya. Do and don't dijabarkan semua di dalam rumah, itu pun harus hati2 menangkap jiwa anak. Kalau ia merasa, ah banyak sekali aturan di rumah ini, orang lain saja tdk begitu, anak pun backstreet. Berabe.
Jadi memang kita harus memandang dari banyak sudut, Yel..kalau kakak ingin sekali ada sekolah ortu dan awal duduk itu diperlihatkan kasus2 kayak gini di depan hidung kita. Supaya tahu ini ada banyak, supaya aware, supaya jangan abai kita sbg ortu dan calon ortu. Kalau Bu Elly Risman, banyak mencatat kasus2 narkolema yg mengerikan, maka di seminar beliau, ortu tdk boleh bawa anak usia di atas satu tahun dalam seminarnya. Karena awal ia akan paparkan kasus2. Merinding melihatnya...
Sepakat kakak.
Zaman sekarang, justru ortu yang harus disekolahkan lagi. Sekolah tata cara mendidik anak.
Bakal susah ketika kita berharap anak begini (berbuay baik) tapi ortu nya justru begitu. Gak nyambung proses mendidiknya.
Tetap semangat kakak mendidim generasi briliant dan sholeh/sholehah di akhir zaman.
Semoga pemerintah segera ambil sikap dengan kasus-kasus seperti. Kalau dulu ada kalimat wajib belajar saat usia 9 tahun, sekarang wajib belajar mendidik anak sebelum punya anak. Jangan nantinya anak dibiarkan tumbuh dan berkembang begitu saja tanpa pendampingan.
Iya. Sepakat Yelli.
Iya.. Benar Yel. Anak jelang balig juga harus dapat pendidikan menjadi suami atau istri. Yang ngajarin ortunya. Itu Bu Elly Risman punya kurikulum semacam itu. Catatn lagi, ternyata yang mengajarkan anak ilmu agama mesti ortunya. Kalau misal ortu kurang juga ilmu agama, sama2 ngaji...