Menyikapi Kemunculan Homegrown Violent Extremism dan Homegrown Terorrism

in #indonesia8 years ago (edited)

image

Peristiwa bom bunuh diri di Surabaya merupakan gejala berpindahnya dari CVE (Countering Violent Extremism) ke HVE (Homegrown Violent Extremism). Gejala ini telah diprediksi sebelumnya, ketika reproduksi kebencian atas nama agama, tidak lagi dihasilkan di wilayah publik, melainkan sudah ke wilayah privat. Siraman informasi kebencian melalui dunia maya mengakibatkan perubahan perilaku keagamaan secara massif di antara sesama anggota keluarga.

image

Ada beberapa pola mengapa Homegrown Terorrism (HT) itu muncul. Adanya directive profiling religious knowledge. Ketiga satu keluarga mendapatkan kesamaan informasi yang berbasiskan pada algoritma, maka kebiasaan kata kunci dan video yang dinonton akan terus terjadi secara terus menerus. Maksudnya, pemahaman keagamaan jika itu mengantarkan pada kebencian, akan terus disiram sesuai dengan kebiasaan berselancar di alam maya.
Inilah alasan mengapa sebenarnya kita tidak memperoleh informasi terbaru, melainkan informasi sesuai dengan kebiasaan kita di alam maya.

Informasi tersebut disesuaikan dengan kata kunci ditambah dengan faktor kejiwaan, kemudian diatur melalui artifisial intelijen. Karena itu, era kebebasan informasi sebenarnya berasal dari kemauan manusia untuk menuju pada open society. Sehingga, open sources menyediakan apapun yang dikehendaki oleh seseorang di dalam alam maya.

image

Jadi, seseorang menjadi pelaku bom bunuh diri atau penyebar ujaran kebencian, tidak harus dari gerakan tertentu. Melalui directive profiling information seseorang dapat berubah perilakunya, baik secara sadar maupun tidak sadar. Sekarang, sistem algoritma dapat membuat seseorang menjadi teroris atau sebaliknya. Terlebih lagi, ketika informasi dibagi di antara sesama anggota keluarga. Hal ini disebabkan siraman informasi yang dikunyah oleh keluarga atau orang-orang terdekat akan semakin tearah, sesuai dengan keyakinan mereka sendiri. Maksudnya, data yang masuk ke dalam rumah tangga tidak akan beragam, melainkan seragam.

image

Di sini negara tidak bisa masuk ke arena rumah tangga. Di beberapa negara maju, fenomena Homegrown Violent Extremism sudah mencuat, khususnya di Amerika Serikat. Hal ini dipicu oleh kesehatan mental masyarakat yang tidak stabil. Persoalannya boleh jadi bukan karena isu keagamaan, melainkan isu-isu sosial yang berkembang di dalam masyarakat. Pemerintah, pada saat yang sama, tidak mampu memberikan jawaban secara pasti terhadap gejala HVE. Dalam hal ini, penembakan yang kerap terjadi di Amerika Serikat cenderung dipandang sebagai gejala HVE.

https://mobile.nytimes.com/2018/01/21/opinion/terrorism-immigration.html

Karena itu, kemunculan para pelaku bom bunuh dari satu keluarga memang sudah diperkirakan akan terjadi. Sebab hal-hal yang mendorong pelaku untuk menjadi “pengantin” berada persis di dalam genggaman mereka. Dalam bahasa sederhana, aksi-aksi terorisme menjadi semacam hal yang biasa di dalam beberapa keluarga. Kebencian terhadap kelompok yang berbeda keyakinan ditransfer ke anak-anak mereka. Adapun anak-anak tidak dibiarkan bergaul secara luas, dikhawatirkan reproduksi HVE akan terganggu.

Pengaruh HVE lebih terkesan sangat personal dan memiliki hubungan darah. Mereka yang sudah terkena HVE cenderung melakukan aksi secara sendirian atau hanya sebatas keluarga inti saja yang tahu. Pola HVE dan kemunculan Homegrown Terrorism terus menciptakan situasi mencari target secara terukur. Mereka tidak perlu terlatih untuk melakukan hal-hal yang mereka yakini melalui kekerasan.

image

Di sini, HVE dan HT akan menjadi industri baru di dalam menciptakan aksi-aksi kekerasan. Perkawanan dan perkawinan dengan individu yang memiliki kesamaan sikap dan sifat di dalam memandang sesuatu persoalan, telah lama dilakukan. Maksudnya, pola-pola penglibatan tidak hanya lelaki dewasa di dalam aksi-aksi kekerasan atas nama agama telah lama dilakukan, tidak hanya di Indonesia, tetapi juga di luar negeri. Dalam studi gerakan terorisme, penglibatan perempuan dan anak-anak bukanlah fenomena baru.

Namun, ketika HVE dan HT aksi-aksi kekerasan tidak terkontrol dan terorganisir. Sebab, sel-sel tidur terorisme selalu muncul di setiap saat. Sel ini membelah di antara sesama anggota yang sudah komit untuk melakukan aksi teror. Tren bom bunuh diri di Indonesia terjadi dalam beberapa tahun terakhir. Bom Bali agaknya menjadi titik awal dari aksi-aksi bom bunuh diri. Uniknya, para pelaku bom bunuh diri dikenal sebagai orang baik, tetapi keluarga sama sekali tidak tahu berapa jenis “kebaikan” yang dipahami oleh pelaku. Siapa yang menyiram mereka dengan data dan informasi, hingga memutuskan diri untuk menjadi pelaku bom bunuh diri, sama sekali tidak diketahui.

image

Perasaan “patah hati” dengan situasi juga ikut memicu aksi-aksi tersebut. Kondisi umat menjadi perhatian penting di dalam menabuh genderang perang secara individu. Pola pendefinisian musuh pun harus dilakukan secara teologis dan historis. Kondisi inilah yang menyebabkan aksi-aksi terorisme semakin gencar dilakukan, terlebih lagi jika aksi-aksi tersebut dilakukan secara kekeluargaan. Karena itu, ada yang mengatakan bahwa muncul aksi-aksi teror tersebut lebih disebabkan ketika “patah hati” dengan kondisi yang ada, tidak bisa diselesaikan, kecuali dengan kekerasan.

Fenomena “I Kill Me, Then Kill You” adalah puncak dari pengalaman spiritual yang tidak memiliki arah untuk mendapatkan Pengalaman Puncak di dalam beragama. Sehingga, ketika seseorang ingin naik dari satu tahapan ke tahapan berikutnya di dalam pendakian spiritual, tidak ada orang yang mampu menjelaskan apa sebenarnya yang terjadi di dalam pengalaman spiritualnya. Karena itu, keputusan untuk melakukan “I Kill Me, Then Kill You” dipandang sebagai upaya untuk masuk pada pendakian pengalaman spiritual yang ampuh untuk menuju nirwana.

image

Sort:  

Tulisan yang mantap, informatif dan kontemporer.

Makasih Bang. Ini hanya diskusi kecil kita terhadap gejala yang sedang berlaku.

Ini bisa dilakukan lewat media televisi, radio, bahkan beragam jenis sarana hiburan seperti musik dan sebagainya. Frekuensi tertentu disisipkan untuk mengubah perilaku dan untuk tujuan tertentu, disadari tak disadari, yang kemudian membuat orang sangat mudah untuk masuk ke dalam sebuah pola yang seperti disebutkan di atas. Ngeri banget!

Benar Bu. Perubahan perilaku dimulai dari habit yang mengubah mind seseorang. Setelah itu, masuk ke alam bawah sadarnya, lalu jadilah dia sejadi jadinya.

Jika demikian, sistem algoritma di androit mengantarkan manusia menjadi ekstrimis karena ikut terlibat dalam pendalaman informasi yang dikonsumsi.

Begitu lah yang sedang terjadi saat ini. Akan dijelaskan dalam postingan berikutnya ya Bang @ramlicibro

Ideologi yg mengandung kebencian terhadap golongan lain akhirnya melahirkan jiwa2 terorisme.Kadang hal ini ditanamkan pd anak oleh ortunya.Saya pernah mengingatkan seorang teman yang dengan bangga mengatkan bahwa dia menanamkan "kebencian"terhadap golongan tertentu pd anak2nya
Anak kami didik demikian supaya kecintaanya pada agama semakin kuat. Oh begitukah..?Rasulullah sendiri tak pernah membenci bahkan kepada seorang yahudi sekalipun.Baca kisah seorang yahudi buta yang selalu disuapi makan oleh rasulullah.Postingan sdr@kba13 sangat menarik dan aktual,menambah wawasan kita tentang fenomena sosial,terutama yang terjadi di negeri ini.Terimakasih.

Terimakasih atas komentarnya. Kebencian tidak bisa diwariskan. Ajaran tauhidik itu memang utk membuka jalan manusia menjadi manusia. Selamat berbuka puasa....

Ideologi yang mengandung kebencian terhadap golongan lain dapat melahirkan jiwa2 terorisme dalam diri seseoarang.Kadang hal ini ditanamkan dalam keluarga.Saya pernah mengingatkan seorang teman yang selalu mengajarkan "kebencian" pada golongan tertentu kepada anak2nya.....Anak-anak kami didik demikian supaya kecintaanya pada agama semakin kuat. Oh,begitukah....?.Rasulullah sendiri tak pernah membenci bahkan kepada seorang Yahudi sekalipun.Baca kisah seorang yahudi buta yang selalu disuapi makan oleh Rasulullah.
Postingan @kba13 cukup menarik dan aktual dan menambah wawasan kita mengenai berbagai fenomena yang terjadi di negri ini.

Coin Marketplace

STEEM 0.05
TRX 0.29
JST 0.043
BTC 68606.87
ETH 1992.31
USDT 1.00
SBD 0.38