You are viewing a single comment's thread from:
RE: Indonesia Menulis #3 : Stop Plagiarism and Learn To Widen Your Imagination (Ind – Eng)
Plagiat yang tak sepenuhnya bagi seorang penulis pemula, rasanya, ada pemaafan. Karena, dalam pencarian itu seseorang menemukan dirinya pada bentuk orang lain.
Buat sy tidak @marxause spt yg sy jelaskan pada posting indonesia menulis sebelumnya, krn kata terurai berdadarkan pola pikir dan struktur dalam berpikir yang akan merugikan bila kemudian memakai milik orang lain dan kemudian dibiasakan, dianggap lumrah, dan seperti dibenarkan. Akan berpengaruh banyak pada kepribadian dan perilaku kemudian, sehingga sebaiknya dari awal sudah biasakan untuk original. Berbeda dengan menggambar, untuk mendapatkan teknik yg baik dan latihan di awal, meniru itu tidak masalah.
Saya yakin orang yang dalam tahap belajar menulis macam kita ini, tak akan mentah-mentah mengambil isi dan karakter tulisan orang. Tapi, mengombinasikan antara tiruan dan karakter khas sendiri. Walau, keduanya belum jelas benar terlihat.
ya sepertimu mungkin tidak @marxause tetapi banyak yang asli hanya copas.
Mungkin bisa dibuatkan daftar tulisan hasil plagiat tiap minggu oleh para kurator dan sejenisnya, @mariska.lubis
Bisa saja dibuat demikian @marxause tetapi saya lebih memilih mengangkat tulisan yang original dan berkualitas, terutama yang dibuat oleh Steemian baru dan yang memiliki VP rendah. Untuk menjadi contoh yang baik bagi semua.
Benar. Plagiator justru punya keinginan kuat untuk jadi penulis. Setara dengan penulis dengan ide otentik. Keberadaan plagiator sama pentingnya dengan penulis lain menurut saya. Karena secara konsep dan ide, tak ada kebaruan di bawah langit biru.
Selalu ada kegilaan yang membawa kemajuan.
Wajib ada, @mariska.lubis