Jalan Setapak Menuju Kegelapan

in #indonesia • 28 days ago

5% dari rewards posting ini adalah untuk @steem.amal

1000125779.jpg
(Efek oleh DeepArtEffects)

Hana melangkah gontai di jalan setapak taman kota yang familiar. Cahaya matahari sore yang hangat menerangi langkahnya, namun hatinya terasa gundah. Bayang-bayang masa lalu menghantuinya, ingatan akan tragedi yang terjadi di tempat ini bertahun-tahun yang lalu.

Dulu, di dekat parit berbatu ini, seorang anak kecil menghilang tanpa jejak. Hana adalah salah satu saksi mata terakhir yang melihat anak itu bermain dengan riang. Sejak hari itu, rasa bersalah dan ketakutan menyelimuti dirinya.

Tiba-tiba, semilir angin dingin berhembus, menerpa wajahnya. Di tengah heningnya taman, ia mendengar bisikan samar di kejauhan. "Hana... Hana..."

Bulu kuduk Hana berdiri. Ia menengok ke sekeliling, namun tidak ada siapa pun di sana. Bisikan itu terdengar lagi, kali ini lebih jelas dan lebih dekat.

Suara itu berasal dari arah parit berbatu. Hana mendekat perlahan, jantungnya berdegup kencang. Ia mengamati bebatuan dengan cermat, mencari sumber suara itu.

Saat ia membungkuk untuk melihat lebih dekat, tiba-tiba sebuah tangan muncul dari sela-sela bebatuan! Tangan itu pucat, kurus, dan dipenuhi lumpur. Hana tersentak ke belakang, berteriak ketakutan.

Sosok misterius muncul dari dalam parit. Wajahnya tertutup bayangan, namun matanya memancarkan kegelapan yang mengerikan. "Kau meninggalkanku, Hana," bisiknya dengan suara yang serak dan dingin.

Hana terpaku diam, tak mampu menggerakkan kakinya. Rasa bersalah yang selama ini dipendamnya meluap menjadi ketakutan yang tak terkendali.

"Hana..." Sosok itu melangkah mendekat. "Kita akan bersatu kembali."

Hana berbalik dan berlari sekuat tenaga, meninggalkan taman di belakangnya. Namun, bisikan dingin itu terus terngiang di telinganya, mengingatkannya akan dosa masa lalu yang tidak pernah terlupakan.

Dibantu oleh https://gemini.google.com/.

Lihat juga:

Sort:  

Upvoted! Thank you for supporting witness @jswit.