Jejak yang Terhenti di Tanjakan Tua
Di anak tangga yang bisu ini, aku berdiri,
Menghitung selisih jarak yang kian menjauh.
Dahulu langkah kita seirama di jalan sepi,
Kini hanya bayangmu yang tertinggal keruh.
Tembok beton dan rimbun hijau saksi bisu,
Tentang tawa yang pernah mendaki hingga puncak.
Kini tanjakan ini terasa berat dan kaku,
Sebab separuh nyawanya telah kau bawa pergi jauh berpijak.
Lampu tiang biru itu menanti senja datang,
Mungkin ia juga rindu akan sapaan hangat kita.
Namun yang kulihat hanyalah lorong yang lengang,
Menyisakan rindu yang sesak di antara celah bata.
Aku takkan berbalik meski langkahku mulai letih,
Menuju rumah merah yang menanti di ujung sana.
Biarlah rindu ini merambat perlahan dan putih,
Menyatu dengan tanah, abadi dalam doa yang fana.
Dibantu oleh https://gemini.google.com/.
Lihat juga:
- Dengan menghilangkan downvote, Blurt memastikan pengguna diberi penghargaan berdasarkan konsensus positif, bukan melalui hukuman para whales. Silakan bergabung melalui tautan ini atau tautan ini dengan kode undangan "puncakbukit".
- 🧬 Introducing SteemBiota — Raise, Breed & Evolve Creatures on the Steem Blockchain!
- 🎮 Reversteem — Play Reversi on the Steem Blockchain!
- @steem.amal: Amal Di Ujung Jari Anda
- Maximize curation rewards: follow our trail! Maksimalkan reward kurasi: ikuti trail kami! トレイルをフォローし、キユレーション報酬を最大化!

Upvoted! Thank you for supporting witness @jswit.