Langkah di Batas Kabut
Udara dingin subuh itu masih terasa membasuh wajah saat aku berjalan di atas aspal yang mulai retak. Di pagi itu, jalan setapak di pinggir sungai ini terasa jauh lebih panjang dari biasanya, seolah-olah ia menghubungkan masa kini dengan masa kecil yang sudah lama kutinggalkan. Pepohonan rimbun di sisi kiri berbisik tertiup angin, menyembunyikan tawa-tawa samar dari kawan lama yang bayangannya tampak berkejaran di balik dahan.
Aku melihat sosokmu berjalan perlahan di kejauhan, terbingkai oleh cahaya matahari yang masih malu-malu muncul dari balik kabut tipis. Kita tidak saling bicara, namun derap langkah kita yang berirama di atas semen kasar ini sudah cukup untuk menceritakan segala rindu yang tak sempat terucap. Aroma tanah basah dan pucuk daun singkong di tepi jalan membuat segalanya terasa begitu nyata, seolah waktu berhenti berputar hanya untuk memberi kita kesempatan untuk berjalan berdampingan sekali lagi.
Namun, tepat saat aku ingin memanggil namamu, cahaya di ujung jalan itu semakin terang dan menyilaukan mata. Bayanganmu perlahan memudar, menyatu dengan warna langit pagi yang pucat, dan aku terbangun dengan sisa rasa hangat di dada. Jalan itu kini hanya tinggal sebuah foto dan kenangan, namun di dalam tidurku, ia akan selalu menjadi tempat rahasia di mana kita bisa bertemu kembali tanpa perlu merasa kehilangan.
Dibantu oleh https://gemini.google.com/.
Lihat juga:
- Pi Network - Crypto Pertama Yang Dapat Ditambang Di Ponsel
- Piネットワーク — スマートフォンでマイニングできる最初の暗号通貨
- Reversteem: merges the strategic thrills of classic Reversi with the decentralized power of Steem blockchain, letting you duel friends through blockchain-recorded games
- @steem.amal: Amal Di Ujung Jari Anda
- Maximize curation rewards: follow our trail! Maksimalkan reward kurasi: ikuti trail kami! トレイルをフォローし、キユレーション報酬を最大化!

Upvoted! Thank you for supporting witness @jswit.