Perjalanan Menuju Kenangan

in #indonesiayesterday

5% dari rewards posting ini adalah untuk @steem.amal

1000085475.jpg
(Efek oleh DeepArtEffects)

Di dalam mimpi itu, aku terbangun di kursi belakang sebuah mobil yang melintasi jalan tol tanpa ujung. Semburat jingga di ufuk barat terasa begitu akrab, persis seperti senja terakhir yang kita habiskan bersama sebelum perpisahan itu menjadi nyata. Pohon-pohon dan gedung di luar jendela tampak kabur, seolah-olah waktu sedang dipaksa berlari agar aku tidak sempat berhenti dan menoleh ke belakang.

Ada rasa sesak yang tenang saat aku menatap matahari yang mulai tenggelam itu. Aku tahu, di suatu tempat di balik cakrawala yang samar, ada rumah yang pernah kita bangun dengan tawa, namun kini hanya tersisa sebagai bayangan yang sulit digapai. Rindu dalam mimpi ini tidak memiliki suara; ia hanya berupa hembusan angin dingin dari pendingin ruangan dan siluet pagar pembatas jalan yang terus berkelebat tanpa henti.

Aku mencoba meraih ponsel untuk memotret momen ini, ingin menunjukkan padamu betapa indahnya langit sore ini, namun jariku terasa berat dan kaku. Sebelum matahari benar-benar menghilang di balik pepohonan yang bergoyang, aku pun terbangun dengan sisa hangat cahaya itu di mataku. Ternyata, merindukanmu memang seperti perjalanan ini: terus bergerak maju, namun hati tetap tertinggal di satu titik yang sudah jauh di belakang.

Dibantu oleh https://gemini.google.com/.

Lihat juga:

Sort:  

Upvoted! Thank you for supporting witness @jswit.