Setapak Sunyi Penjemput Rindu

in #indonesia2 days ago

5% dari rewards posting ini adalah untuk @steem.amal

1000103611.jpg
(Efek oleh DeepArtEffects)

Di bawah naungan rimbun daun-daun hijau yang memayungi jalan setapak ini, aku kembali berjalan mencari sisa-sisa langkah yang pernah kita tinggalkan. Sinar matahari yang mengintip malu-malu di sela dahan menciptakan bayangan abstrak di atas semen bundar, seolah melukiskan rute kenangan yang mulai pudar dimakan waktu. Hutan kecil ini masih menyimpan aroma tanah yang sama, namun kali ini udaranya terasa lebih berat karena tidak ada lagi suara tawamu yang biasanya memecah kesunyian.

Langkahku terhenti tepat di samping pagar kayu yang membisu, menatap aliran air kecil di sisi kiri yang terus mengalir tanpa beban. Aku teringat bagaimana dulu kita sering berhenti sejenak di sini, sekadar membicarakan mimpi-mimpi besar sambil mendengarkan gemericik air yang menenangkan. Ada rasa sesak yang halus saat menyadari bahwa jalan setapak yang dulu kita lalui bersama, kini harus kutempuh sendiri dengan punggung yang memikul rindu tak berujung.

Angin sore bertiup perlahan, menggugurkan beberapa lembar daun kering ke atas tanah yang lembap. Di ujung jalan yang terang itu, aku seolah melihat bayanganmu sedang berdiri menanti dengan senyum yang paling kukenal. Namun, ketika kedipan mata menyadarkanku dari lamunan, jalan itu tetap sunyi dan kosong, menyisakan kerinduan yang hanya bisa kusampaikan pada pepohonan tua yang menjadi saksi bisu perjalanan kita.

Dibantu oleh https://gemini.google.com/.

Lihat juga:

Sort:  

Upvoted! Thank you for supporting witness @jswit.