Babad Tanah Anarki
Beberapa hari belakangan jagat dunia persilatan heboh oleh turun gunungnya seorang manusia bernama Ki Dendang Nestapa. Usia yang sudah sangat sepuh tidak menghalangi beliau untuk mengungkap rahasia besar yang mengguncang jagat dunia persilatan di bumi Nusantara. Dari nyanyian yang beliau dendangkan terungkaplah fakta akan sejarah Rajawali Sakti yang membelah langit Nusantara sejak beberapa dekade silam. Namun nyanyian beliau seolah ironi tatkala hampir bersamaan dengan pemilihan Beng-Cu atau ketua dunia persilatan periode teranyar tahun depan. Apakah ini cuma momentum merebut simpati sekedar cuci kaki akibat BBB (Bahan Bualan ..eh..Buakkaarr Boo') naik lagi. Ah you su'uzon bae...yuuuu
Selama ini asal usul Si Burung Besi itu seolah tersamarkan akan kebenarannya. Semuanya seperti tertupi kabut intimidasi dari laras besi dan derap tapak serdadu yang mengiringi orkestra dansa-dansi para penguasa koloni. Keberanian rakyat diujung Barat untuk mengungkapkan fakta pun jadi hanya semacam kasak kusuk semata, karena pada keder dengan keganasan sang opas bayaran dalam balutan kehijauan. Ditambah lagi keberadaan para orang-orangan atau delegator yang menjadi mata dan telinga, Serta kaki dan tangan penguasa yang siap menjual apa saja demi langgengnya delegasi yang mereka dapatkan.
Ojo Dumeh kowe. Jangan mentang-mentang udah nyumbang ini itu kowe iso sak karepmu di Republik Nusantara ini. Tak kremuss entek kowe.
Turunnya Ki Dendang Nestapa ini tidak hanya mengabarkan kebenaran akan sang Rajawali Sakti saja. Berbekal surat sakti bernama obladi-oblada, beliau ternyata mempunyai saham di PT Rajawali Sakti yang kalau dirupiahkan konon katanya bisa mengalahkan jumlah utang luar negeri Republik Nusantara. Sungguh terlalu kata bang Haji Oma. Setelah sang sepuh diundang raja boneka Nusantara, berikut satu persatu pendekar dengan bekal obladi-oblada pun mulai bermunculan di beberapa daerah. Kemunculan yang secara jitu di blow up jadi bahan jualan awak media ini disinyalir mempunyai motif yang sama. Naik Haji ke Baitullah atau mendapat hadiah Umrah dari negara. Problem solving yang sangat win-win mengingat kalau rupiah yang mereka tuntut, tentu ramalan dua Jendral berakhir-an O tentang The Failure of The State akan jauh lebih cepat datangnya. Dan kalau itu terjadi sungguh wilayah di khatulistiwa ini akan kembali ke asalnya seperti jaman kerajaan dahulu kala. Kekuasaan mutlak ditangan seorang raja yang diharapkan memimpin dengan arif dan bijaksana.
Namun gambar inilah wujud para raja atau manusia setengah dewa di delapan penjuru mata angin. Mereka adalah raja raja di dunia. Mereka adalah setitik nila dari kolam susu dunia. Mereka adalah comberan dari peradaban dunia. Unionisasi merekalah yang telah mengesahkan semuanya. Sampai ke WC harus bayar pun inisiasi mereka. Aliran putih dan hitam sudah tidak lagi dapat dibedakan. Semua sudah bertahtakan emas dan permata. Semua sudah lemak dengan singasana yang selembut kasih bunda. Bahkan kesaktian Ki Dendang Nestapa saja bisa luntur tatkala beliau menciumi tangan si raja boneka Nusantara. Ah you bro. Padahal kekayaan beliau hakikatnya jauh lebih bisa membuat beliau lebih hehat dari Raja- raja yang sekarang berkuasa.
Karena Saya sudah ngelantur alias meutajo-tajo, maka tulisan ini saya akhiri dengan, Ayo Sekolah!!!
Dengan Cinta,
Reza Sofyan



Congratulations! This post has been upvoted from the communal account, @minnowsupport, by reza sofyan from the Minnow Support Project. It's a witness project run by aggroed, ausbitbank, teamsteem, theprophet0, someguy123, neoxian, followbtcnews, and netuoso. The goal is to help Steemit grow by supporting Minnows. Please find us at the Peace, Abundance, and Liberty Network (PALnet) Discord Channel. It's a completely public and open space to all members of the Steemit community who voluntarily choose to be there.
If you would like to delegate to the Minnow Support Project you can do so by clicking on the following links: 50SP, 100SP, 250SP, 500SP, 1000SP, 5000SP.
Be sure to leave at least 50SP undelegated on your account.