Ihwal studi Acehnologi (Acehnologi bab 1 vol 1)
https://asalehudin.wordpress.com/tag/rumah-aceh/
Dalam bab ini saya akan mereview pengalaman pribadi penulis mengapa tertarik menulis studi Aceh atau Acehnologi. Jadi pada awal penulis menemukan banyak kajian studi Islam ataupun hukum Islam yang di perpustakaan pribadi yang melakukan studi kawasan. Latar belakang pendidikan penulis adalah tamatan Fakultas syari'ah di IAIN (sekarang UIN) sunan Kalijaga Yogyakarta. penulis buku Acehnologi sudah lebih awal banyak didik untuk melakukan perbandingan pemikiran terhadap hukum Islam. diantara semua tahap yang dilalui penulis ,tahap penyusunan proposal merupakan tahap yang menegangkan karena disini kita dituntut untuk menguasai secara mendetail , sehingga penulis menganggap tahap penyusunan proposal sama seperti sedang melamar seorang gadis perawan, sehingga bahasa yang digunakan harus sederhana dan mudah dipahami. Selain itu juga dilakukan kajian pustaka terhadap kajian yang kita telah dilakukan. Jadi sebelum melakukan penelitian sebaiknya benar-benar menguasai bagaimana menulis proposal dengan baik. Jika ingin menjadi peneliti terkenal sering-sering mengaji di depan goggle atau ke pusat penelitian. Bagi penulis goggle sudah menjadi sumber informasi dalam dunia ini, Karena semua informasi mudah didapatkan di goggle. Banyak yang bertanya kepada penulis mengapa ia tidak menulis buku tentang Aceh, padahal tulisan penulis mengenai Aceh tidak sedikit. Ketika penulis masih menjadi mahasiswa di IAIN , penulis selalu berusaha untuk memperkenalkan penulis Aceh khususnya dari IAIN Ar-Raniry ke pentas nasional. Dengan cara mengusahkan agar karya-karya mereka dibaca secara nasional dan tentunya agar terbit di pulau Jawa. Dalam melakukan upaya penulis tidak mengkaitkan sedikit pun dengan identitas penulis agar karya penulis Aceh dinilai dan diterbitkan. proyek pribadi ini kemudian berhasil karena setelah itu beberapa penulis Aceh bisa go national. Upaya mempublikasikan penulis Aceh dilakukan oleh penulis hingga S2 di Malaysia. Saat itu penulis membawa beberapa naskah penulis Aceh pada penerbit universiti kebangsaan Malaysia. Setelah 10 tahun penulis-penulis memasukkan Aceh dalam impian intelektualnya, maka tahun selanjutnya bagaimana membingkai keilmuan mengenai Acehnologi. apa yang dilakukan penulis ini masih terlalu dini dikatakan sebagai penggagas kajian bidang ilmu ke-Aceh-an.adapun sarjana seperti Anthony Reid, John Richard Bowen, Deny Lombard adalah para ilmuwan yang telah memperkenalkan Aceh pada masyarakat internasional. Semua ini menunjukkan bagaimana studi Aceh telah memberi tahu kita tidak hanya sejarah, tetapi juga budaya Aceh. Persoalan Islam, Asia Tenggara,dan ilmu-ilmu sosial humaniora lah yang mendorong penulis menyajikan kajian ke-aceh-an. Demikianlah informasi saya mengenai penulis Acehnologi semoga Bermanfaat.