Reorientasi tentang Acehnologi (bab 2 vol 1)

Dalam bab ini terdapat beberapa tujuan yang hendak dicapai penulis diantaranya pertama didalam buku ini terdapat semangat baru dalam membuka wacana baru mengenai Aceh studios (studi Aceh). Sebenarnya bahan-bahan mengenai studi Aceh ini telah berserakan dimana-mana, seperti di dayah-dayah sampai lembaga riset terkenal di dunia.sejauh ini, studi mengenai Aceh lebih banyak dijadikan sebagai sub-studi di perguruan tinggi diluar negeri seperti Asian studios (studi Asia),Southeast Asian Studios (studi Asia Tenggara),Indonesian Studios (Studi Indonesia), dan malay studios (studi Melayu). Namun dalam kajian tersebut Aceh hanya selalu dijadikan sebagai pelengkap. Dalam arti kata kajian mengenai Aceh bukan satu bidang disiplin ilmu yang berdiri sendiri. Jadi kajian mengenai studi Aceh masih perlu ditingkatkan lagi.sebagai contoh pusat kajian Melayu yang dilakukan ATMA memerlukan waktu yang cukup panjang. Saat ini ATMA adalah pusat kajian yang cukup disegani mengenai penelitian tentang Melayu. Dalam studi ini tidak hanya menggali mengenai aspek epistemologi saja, tetapi juga juga menyajikan beberapa isu yang dirakit untuk mempertegas bahwa studi ini dapat dijadikan studi ilmu. Kemunculan kajian sosiologi, karena para pemikir awal memiliki cara pandang terhadap sosial yang terjadi di Eropa terkhusus di Prancis dan Jerman. Dari Aceh jaya sampai hingga Aceh Selatan hampir semua ibu kota berada di tepi laut dan tidak bisa dipisahkan sama sekali.inilah alasan mengapa studi Aceh harus dimulai dari lanskap laut. Setelah laut, dalam tradisi Aceh dibuatlah areal persawahan dan pemukiman. Sejauh ini tentunya kita memahami Aceh sangat terkait dengan faktor geografis. Ulama memiliki peran penting dalam kehidupan masyarakat Aceh. Namun orang Aceh lebih suka menggunakan istilah bahasa Arab seperti abu,abon,Waled. Sedangkan untuk tingkat tertinggi menggunakan Tengku Chik. Panggilan abu,abon,Waled biasanya digunakan untuk kawasan kampung mereka. Sehingga setiap kampung memiliki bapak tersendiri seperti abu Panton,abu amplah,abon Seulimum, dan Chik seperti Tengku Chik di Tiro. Singkat cerita Aceh memang berbeda dengan keadaan negeri lain yang ada di indonesia.dan masyarakatnya merupakan gabungan dari etnis besar yang tidak hanya di asia tenggara tetapi juga timur tengah dan Asia timur. Selain itu peristiwa semi peristiwa yang muncul dan tenggelam di atas tanah Aceh memiliki pekerjaan rumah tersendiri.kondisi di Aceh adalah penyimpulan sementara Acehnologi dimunculkan abad ke-21 Masehi ini.